FOLKSTIME.ID – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, turun langsung meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bandar Jaya Barat 4 di Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (26/2/2026).
Hal ini sebagai wujud pemerintah yang menaruh perhatian serius pada kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kunjungan tersebut tak sekadar seremoni, melainkan bentuk pengawasan langsung terhadap kesiapan dapur, standar operasional, hingga mekanisme distribusi makanan kepada para penerima manfaat.
“Pemerintah ingin memastikan program strategis nasional ini benar-benar berjalan efektif dan tepat sasaran di lapangan,” ujar Zulhas, sapaan akrabnya.
Dalam pemaparannya, SPPG Bandar Jaya Barat 4 yang beroperasi sejak 27 Oktober 2025 saat ini melayani 2.831 penerima manfaat.
Rinciannya, 2.398 peserta didik dan balita, serta 433 ibu hamil yang terlayani melalui posyandu.
“Angka ini menunjukkan peran vital unit layanan gizi berbasis wilayah dalam mendukung pemenuhan nutrisi kelompok rentan,” tuturnya.
Dalam peninjauan tersebut, Menko Pangan memberi perhatian khusus pada aspek keamanan pangan dan kebersihan dapur. Ia menekankan bahwa setiap SPPG tidak cukup hanya aktif secara administratif, tetapi wajib memenuhi standar kelayakan operasional.
Langkah SPPG Bandar Jaya Barat 4 yang telah mengajukan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pun mendapat apresiasi. Pengajuan sertifikat ini dinilai sebagai komitmen nyata dalam menjaga mutu layanan serta menjamin keamanan konsumsi bagi para penerima manfaat.
Secara nasional, perkembangan Program MBG terbilang pesat. Hingga kini tercatat 23.678 SPPG telah beroperasi di 38 provinsi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 8.277 unit telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi sebagai bukti pemenuhan standar keamanan dan kelayakan.
Pemerintah menegaskan, penguatan SPPG di berbagai daerah bukan hanya soal distribusi makanan, tetapi bagian dari strategi besar membangun generasi sehat dan produktif.
Melalui tata kelola yang ketat dan standar mutu yang terjaga, program ini diharapkan mampu memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.







