FOLKSTIME.ID – Swasembada pangan melalui Koprasi Desa Merah Putih merupakan kunci ketahanan dan kedaulatan bangsa.
Hal itu disampaikan oleh Zulkifli Hasan atau Zulhas selaku Menteri Koordinator Bidang Pangan saat menghadiri Pengajian Akbar dan buka puasa bersama di Pondok Modern Tazakka, Kabupaten Batang pada Minggu (1/3/2026).
“Kami menyampaikan arah kebijakan prioritas Presiden Prabowo Subianto di sektor pangan, sekaligus menegaskan pentingnya penguatan ekonomi kerakyatan sebagai fondasi pembangunan nasional,” tuturnya.
Upaya tersebut, menurutnya, harus ditempuh melalui peningkatan produksi dalam negeri, stabilisasi pasokan, serta produktivitas pertanian yang berkelanjutan.
Ia juga menyoroti pentingnya kualitas sumber daya manusia yang sehat sebagai penentu kemajuan Indonesia. Konsumsi makanan bergizi, kata dia, menjadi fondasi utama dalam membangun generasi unggul.
“Hal ini selaras dengan ajaran dalam Al-Qur’an yang mendorong umat untuk mengonsumsi makanan yang baik dan bermanfaat sebagai bagian dari menjaga kualitas hidup dan keberkahan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Menko Pangan menjelaskan bahwa agenda swasembada pangan terintegrasi dengan Program Makan Bergizi Gratis serta penguatan Koperasi Desa Merah Putih sebagai pilar ekonomi kerakyatan.
“Melalui penguatan koperasi desa, pemerintah mendorong distribusi pangan yang lebih merata, memperkuat perputaran ekonomi di tingkat desa, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat dari hulu hingga hilir,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pondok Modern Tazakka atas kontribusinya dalam membina generasi muda melalui pendidikan berbasis nilai keagamaan.
Pesantren dinilai memiliki peran strategis sebagai pusat penguatan karakter, kebersamaan, serta pembangunan sumber daya manusia yang sehat, berakhlak, dan produktif.
Kegiatan pengajian akbar dan buka puasa bersama itu berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, sekaligus menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam memperkuat komitmen membangun kemandirian pangan dan ekonomi berbasis kerakyatan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Pengasuh Pondok Pesantren Modern Tazakka K.H. Anang Rikza, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, serta sejumlah perwakilan lembaga nasional dan internasional.







