FOLKSTIME.ID — Antusiasme masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik menggunakan kereta api pada masa Angkutan Lebaran 2026 terus meningkat. Hingga dua pekan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, jumlah pelanggan yang tercatat akan menggunakan layanan kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang telah melampaui 434 ribu orang.
Data yang dihimpun oleh PT Kereta Api Indonesia melalui Daop 4 Semarang menunjukkan total pelanggan mencapai 434.073 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 213.431 penumpang tercatat akan berangkat dari stasiun-stasiun di wilayah Daop 4 Semarang, sementara 220.642 penumpang dijadwalkan tiba di berbagai stasiun di wilayah yang sama.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif mengatakan angka tersebut merupakan data sementara untuk periode perjalanan 13 hingga 30 Maret 2026 yang diambil pada pukul 09.00 WIB. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus berubah seiring penjualan tiket yang terus berlangsung.
“Penjualan tiket untuk masa angkutan Lebaran saat ini menunjukkan tren peningkatan, khususnya pada tanggal-tanggal favorit menjelang Hari Raya. Kami mengimbau masyarakat segera merencanakan perjalanan dan memesan tiket lebih awal karena ketersediaan tiket terus berkurang,” ujar Luqman.Jumat 6 Maret 2026.
Berdasarkan data sementara, puncak keberangkatan penumpang dari wilayah Daop 4 Semarang diprediksi terjadi pada 24 Maret 2026. Pada tanggal tersebut tercatat sebanyak 19.173 penumpang dijadwalkan berangkat menggunakan kereta api dari berbagai stasiun di wilayah ini.
Sementara itu, lonjakan arus kedatangan penumpang diperkirakan terjadi lebih awal, yakni pada 19 Maret 2026 dengan jumlah penumpang yang tiba mencapai 19.757 orang.
Lonjakan ini menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat mulai meningkat sejak pertengahan periode angkutan Lebaran, baik untuk perjalanan mudik maupun aktivitas perjalanan lainnya.
Sejumlah layanan kereta api jarak jauh tercatat menjadi pilihan utama penumpang yang berangkat dari wilayah Daop 4 Semarang. Beberapa di antaranya melayani rute menuju kota-kota besar di Pulau Jawa.
Kereta api yang paling diminati antara lain KA Ambarawa Ekspres relasi Semarang Poncol–Surabaya Pasarturi pulang pergi, KA Tawang Jaya relasi Semarang Poncol–Pasarsenen pulang pergi, KA Airlangga relasi Pasarsenen–Surabaya Pasarturi pulang pergi, KA Joglosemarkerto dengan rute lingkar Semarang–Purwokerto–Yogyakarta–Solo, serta KA Kertajaya relasi Pasarsenen–Surabaya Pasarturi.
Tingginya minat terhadap kereta-kereta tersebut menunjukkan bahwa rute menuju kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Purwokerto, dan Solo masih menjadi tujuan utama para pemudik dari wilayah Semarang dan sekitarnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama musim mudik, KAI Daop 4 Semarang menyiapkan tambahan perjalanan kereta api. Selama periode Angkutan Lebaran yang berlangsung selama 18 hari, yakni 13 hingga 30 Maret 2026, dua kereta tambahan akan dioperasikan.
Kereta tambahan tersebut meliputi KA ekonomi dengan relasi Semarang Poncol–Pasarsenen serta KA Motor Gratis (Motis) yang melayani rute Cepu–Semarang–Pekalongan–Pemalang–Jakarta.
Secara keseluruhan, setiap harinya Daop 4 Semarang mengoperasikan 34 kereta api reguler serta dua kereta tambahan. Kapasitas tempat duduk yang disediakan rata-rata mencapai 19.207 kursi per hari guna mengakomodasi kebutuhan perjalanan masyarakat selama masa mudik.
Pihak KAI memastikan kesiapan sarana dan prasarana untuk mendukung kelancaran Angkutan Lebaran tahun ini. Pemeriksaan rutin dilakukan terhadap rangkaian kereta, termasuk pengecekan teknis sebelum keberangkatan serta peningkatan pelayanan di stasiun.
Menurut Luqman, berbagai langkah tersebut dilakukan agar perjalanan masyarakat selama mudik tetap aman, nyaman, dan tepat waktu.
“Kami berkomitmen menghadirkan layanan perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan tepat waktu bagi masyarakat. Penumpang juga dapat memanfaatkan aplikasi Access by KAI untuk memantau ketersediaan tiket serta mencari alternatif jadwal apabila tanggal yang diinginkan sudah mendekati penuh,” tutupnya.(tya)







