Jelang Mudik Lebaran 2026, Bupati Klaten Cek Kesehatan Sopir Bus dan Keamanan Pangan di Pasar

FOLKSTIME.ID – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Pemerintah Kabupaten Klaten melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi bus sekaligus pengecekan keamanan pangan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (10/3/2026) sebagai bagian dari Pos Pengamanan Kesehatan (Pos Pam) terintegrasi guna memastikan keselamatan pemudik.

Kegiatan diawali dengan apel bersama di halaman Pendopo Kabupaten Klaten. Setelah itu, rombongan melanjutkan agenda dengan memeriksa kesiapan ambulans, meninjau pemeriksaan kesehatan pengemudi bus di Terminal Ir Soekarno, serta melakukan pengawasan keamanan pangan di Pasar Gedhe Klaten.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, mengatakan kegiatan Pos Pam kesehatan merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun menjelang musim mudik. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kondisi kesehatan para pengemudi bus yang akan mengangkut pemudik selama periode Lebaran.

Menurutnya, tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan masyarakat selama arus mudik dan arus balik.

“Saya minta seluruh jajaran kesehatan untuk serius melaksanakan kegiatan ini. Semoga arus mudik dan balik nanti bisa berjalan lancar, apalagi jumlah pemudik diperkirakan meningkat. Tenaga kesehatan menjadi garda terdepan, sehingga pelaksanaannya harus diberi kemudahan dan tidak mengalami kendala,” ujar Hamenang.

Selain pemeriksaan kesehatan sopir, kegiatan juga difokuskan pada pengawasan keamanan pangan yang beredar di pasar tradisional. Hal ini dilakukan untuk memastikan makanan yang dikonsumsi masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran tetap aman dan sehat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, Anggit Budiarto, menjelaskan bahwa kegiatan Pos Pam kesehatan melibatkan sekitar 180 tenaga medis yang berasal dari berbagai fasilitas layanan kesehatan, seperti puskesmas, dinas kesehatan, klinik, hingga griya sehat.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah daerah juga menyiagakan puluhan ambulans sebagai langkah antisipasi jika terjadi kondisi darurat kesehatan selama masa mudik.

“Sebanyak 64 ambulans kami siagakan dari seluruh layanan kesehatan di Kabupaten Klaten. Selain itu, dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap sekitar 100 pengemudi, baik sopir bus maupun pengemudi yang menjemput pemudik,” jelas Anggit.

Ia menambahkan, tim kesehatan juga melakukan pengawasan terhadap makanan yang dijual di pasar dengan mengambil puluhan sampel untuk diperiksa.

“Di Pasar Gedhe Klaten kami mengambil sekitar 40 sampel berbagai jenis makanan untuk memastikan keamanan pangannya,” tambahnya.

Salah satu sopir bus yang mengikuti pemeriksaan kesehatan, Agus Susanto, mengapresiasi langkah pemerintah daerah dalam melakukan pemeriksaan bagi para pengemudi. Menurutnya, pemeriksaan tersebut membantu memastikan kondisi kesehatan sopir sebelum menjalankan tugas mengangkut penumpang.

“Persiapannya maksimal. Dengan dicek kesehatannya seperti ini jadi tahu kondisi tubuh. Tadi diperiksa mata, darah, dan urin. Alhamdulillah hasilnya baik semua,” kata Agus.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Klaten berharap seluruh aspek keselamatan mudik dapat terjaga, mulai dari kondisi kesehatan pengemudi hingga keamanan makanan yang dikonsumsi masyarakat selama periode Lebaran. Upaya tersebut juga diharapkan mampu meminimalkan risiko kecelakaan maupun gangguan kesehatan selama arus mudik dan balik 2026.(Pemkab Klaten)

Artikel Menarik Lainnya