Bupati Banjarnegara Terima Penghargaan Basarnas atas Penanganan Longsor Situkung, Enam Desa Direlokasi

FOLKSTIME.ID – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menerima penghargaan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) atas dukungan dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan korban bencana tanah longsor di Dusun Situkung.

Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Kantor Basarnas Semarang Budiono kepada Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana dalam sebuah pertemuan di Pringgitan Rumah Dinas Bupati Banjarnegara, Rabu (11/3/2026).

Pemberian piagam ini merupakan bentuk apresiasi atas sinergi pemerintah daerah dalam mendukung operasi SAR saat bencana longsor melanda Dusun Situkung, Kecamatan Pandanarum, yang terjadi pada November 2025 lalu.

Budiono menjelaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan sebagai amanat dari pimpinan Basarnas pusat sekaligus sebagai bentuk penghormatan atas kerja sama yang telah terjalin selama proses penanganan bencana.

“Sesuai mandat dari Kepala Basarnas Pusat Marsdya TNI Mohammad Syafii, kami bermaksud menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Banjarnegara atas dukungannya dalam pelaksanaan operasi SAR,” kata Budiono dalam sambutannya.

Ia menegaskan, keberhasilan penanganan bencana tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, relawan, hingga masyarakat setempat.

Budiono juga berharap kolaborasi antara Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan para relawan di Banjarnegara dapat terus diperkuat, terutama dalam peningkatan kapasitas kebencanaan.

“Ke depan kami berharap sinergi dengan para relawan dan pemerintah daerah dapat terus berjalan dengan baik, karena pada akhirnya kami semua adalah pelayan masyarakat dalam operasi pencarian dan pertolongan,” ujarnya.

Selain itu, Basarnas juga menyatakan kesiapannya untuk terlibat dalam berbagai program pelatihan kebencanaan yang diselenggarakan di daerah.

“Kami siap apabila dilibatkan dalam kegiatan pelatihan kebencanaan bersama BPBD maupun komunitas relawan di Banjarnegara,” tambah Budiono.

Sementara itu, Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana yang hadir didampingi Kepala BPBD Banjarnegara Aji Piluroso menyampaikan apresiasi atas dedikasi Basarnas dalam proses pencarian korban saat bencana terjadi.

Ia menyebut operasi SAR yang dilakukan Basarnas bersama tim gabungan berlangsung selama lebih dari satu pekan, tepatnya pada 16 hingga 26 November 2025.

“Kami mengucapkan terima kasih atas upaya pencarian dan pertolongan yang telah dilakukan oleh Basarnas Semarang bersama tim gabungan dalam penanganan bencana tanah longsor di Dusun Situkung,” kata Amalia.

Menurutnya, dukungan Basarnas tidak hanya terlihat dalam proses pencarian korban, tetapi juga dalam pendampingan pemerintah daerah untuk membantu memenuhi kebutuhan para penyintas bencana.

“Kami juga berterima kasih atas perhatian Basarnas kepada Pemerintah Kabupaten Banjarnegara yang telah mendukung dan mendampingi dalam membantu pemenuhan kebutuhan korban bencana Situkung,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Amalia juga memaparkan perkembangan penanganan pascabencana di wilayah terdampak. Saat ini pemerintah daerah tengah menjalankan program relokasi bagi warga yang terdampak langsung oleh longsor.

Ia menyebut terdapat enam desa yang telah direlokasi ke lokasi yang dinilai lebih aman dari potensi bencana.

Selain relokasi, pembangunan hunian tetap (huntap) bagi para korban juga sedang dilakukan secara bertahap.

Pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memastikan kelanjutan bantuan pembangunan tersebut.

“Diskusi dengan Gubernur Jawa Tengah sudah kami lakukan, terutama terkait skema bantuan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak,” jelas Amalia.

Dalam kesepakatan tersebut, pembiayaan pembangunan hunian tetap dilakukan melalui skema pendanaan bersama antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

“Skema bantuan yang disepakati adalah 50 persen dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan 50 persen dari Pemerintah Kabupaten Banjarnegara,” katanya.

Amalia berharap penanganan bencana di Situkung dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain, khususnya dalam hal kolaborasi antarinstansi dan percepatan pemulihan masyarakat terdampak.

Ia bahkan membuka peluang agar model penanganan bencana di wilayah tersebut dapat dijadikan contoh bagi daerah lain yang menghadapi situasi serupa.

“Jika penanganan bencana Situkung ini nantinya bisa dijadikan pilot project atau percontohan bagi kabupaten lain, tentu kami sangat terbuka,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Banjarnegara juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Basarnas sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi lembaga tersebut dalam operasi kemanusiaan di wilayah Banjarnegara.(tya)

Artikel Menarik Lainnya