FOLKSTIME.ID – Mekanisme jual beli kendaraan kini tidak lagi terbatas pada showroom maupun marketplace, melainkan telah diperluas melalui sistem lelang yang dinilai semakin praktis dan efisien. Model transaksi ini mulai banyak dimanfaatkan masyarakat karena dinilai mampu menghadirkan proses yang lebih transparan dan kompetitif.
Dalam sebuah talkshow yang diselenggarakan bersama Sonora FM, pandangan terkait tren tersebut telah disampaikan oleh Chief Operating Officer JBA Indonesia, Deny Gunawan. Dijelaskan bahwa lelang kendaraan tidak hanya diperuntukkan bagi pedagang, tetapi juga telah dibuka untuk masyarakat umum.
“Masih banyak orang yang mengira lelang itu hanya untuk pedagang kendaraan. Padahal, JBA terbuka untuk siapa saja yang ingin membeli atau menjual kendaraan secara aman dan transparan,” ujar Deny Gunawan, Sabtu 28 Maret 2026.
Digitalisasi Lelang Permudah Akses Masyarakat
Kemudahan dalam proses lelang disebut telah ditingkatkan melalui sistem digital yang dikembangkan. Seluruh tahapan lelang kini dapat diakses secara daring melalui situs resmi maupun aplikasi, sehingga kehadiran fisik di lokasi tidak lagi menjadi keharusan.
Menurut Deny, konsep kepraktisan menjadi fokus utama dalam pengembangan layanan tersebut. Informasi kendaraan telah disediakan secara lengkap untuk membantu calon pembeli dalam mengambil keputusan.
“Kami ingin menjual kepraktisan. Pembeli cukup melihat unit kendaraan dari rumah. Semua informasi sudah tersedia lengkap, mulai dari foto, hasil inspeksi, hingga nilai grading kendaraan,” jelasnya.
Melalui sistem ini, pengalaman mengikuti lelang telah dibuat lebih transparan, mudah dijangkau, serta efisien bagi masyarakat di berbagai daerah.
Standar Keamanan dan Transparansi Diperketat
Dalam setiap sesi lelang, ratusan hingga ribuan unit kendaraan telah disediakan dengan variasi yang beragam, mulai dari mobil keluarga, kendaraan niaga, hingga alat berat dan barang elektronik. Seluruh unit yang dilelang disebut telah melalui proses pemeriksaan menyeluruh guna memastikan kualitasnya.
Proses inspeksi dilakukan terhadap ratusan komponen kendaraan, termasuk kondisi mesin, eksterior, interior, hingga kelengkapan dokumen resmi seperti BPKB.
“Seluruh kendaraan kami pastikan aman dan legal. Penjual tidak perlu khawatir menitipkan kendaraannya, begitu juga pembeli yang ingin mendapatkan unit berkualitas,” ungkap Deny.
Jaringan Luas Dorong Kepercayaan Konsumen
Sejak didirikan pada 2011, jaringan operasional JBA Indonesia telah diperluas dengan puluhan titik layanan di berbagai wilayah. Ekspansi tersebut dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem lelang kendaraan.
Selain kendaraan roda dua dan roda empat, layanan lelang juga telah mencakup alat berat serta barang elektronik. Jumlah transaksi yang telah dilayani pun menunjukkan pertumbuhan signifikan.
“Kepercayaan adalah nilai utama kami. Hingga saat ini, JBA sudah melayani lebih dari 1 juta transaksi lelang, dengan lebih dari 90.000 pembeli aktif di seluruh Indonesia,” jelas Deny.(tya)







