FOLKSTIME.ID – Pagi itu, suasana di Hotel Ciputra Semarang tampak seperti hari biasa. Para tamu berlalu-lalang di lobi, karyawan menyapa dengan senyum profesional, dan aktivitas hotel berjalan tanpa tanda-tanda akan terjadi sesuatu yang berbeda.
Namun, dalam hitungan detik, suasana berubah drastis ketika alarm kebakaran tiba-tiba meraung keras, memecah ketenangan.
Bukan kepanikan yang terjadi, melainkan gerak cepat yang terorganisir. Para karyawan yang telah terlatih segera mengambil peran masing-masing. Tim Engineering dan Security dengan sigap mengarahkan tamu dan staf menuju titik evakuasi yang telah ditentukan.
Instruksi disampaikan dengan tegas namun tetap menenangkan, memastikan tidak ada yang tertinggal di dalam gedung.
Di sisi lain, tim pemadam internal bergerak cepat menuju sumber api yang telah diskenariokan. Dengan peralatan lengkap seperti hydrant dan selang pemadam, mereka melakukan penanganan awal layaknya situasi darurat sungguhan. Setiap langkah terlihat terukur, mencerminkan latihan yang bukan sekadar formalitas.
Ketegangan semakin terasa saat skenario berlanjut ke proses penyelamatan korban. Seorang “korban” digambarkan terjebak di lantai tiga. Tanpa ragu, tim penyelamat melakukan evakuasi dengan prosedur yang telah dipelajari, menunjukkan kesiapan menghadapi kondisi paling kritis sekalipun.
Simulasi ini bukan hanya latihan internal semata. Kegiatan tersebut turut melibatkan Dinas Kebakaran Kota Semarang yang memberikan arahan teknis sekaligus evaluasi menyeluruh. Setiap detail diperhatikan, mulai dari kecepatan respon, efektivitas jalur evakuasi, hingga keandalan sistem alarm kebakaran.
Bagi manajemen hotel, momen ini menjadi lebih dari sekadar simulasi. Ini adalah ajang pengujian nyata terhadap seluruh sistem keselamatan yang dimiliki, sekaligus pengingat bahwa kesiapan adalah kunci utama dalam menghadapi situasi darurat.
General Manager Hotel Ciputra Semarang, Erny Kusmastuti, menegaskan bahwa komitmen terhadap keselamatan bukanlah hal yang bisa ditawar. Ia menyebut pelatihan rutin seperti ini menjadi fondasi penting dalam membangun kesiapsiagaan seluruh karyawan.
“Kami ingin memastikan seluruh aspek keselamatan berjalan optimal demi memberikan perlindungan maksimal bagi karyawan maupun tamu,” ujarnya.
Di balik sirene yang meraung dan langkah-langkah cepat para petugas, tersimpan satu pesan kuat: keselamatan bukan sekadar prosedur, melainkan budaya yang terus dijaga. Di Hotel Ciputra Semarang, kesiapan bukan hanya dilatih tetapi dihidupkan dalam setiap detik operasionalnya.







