FOLKSTIME.ID — Peran strategis media arus utama dalam menjaga kualitas informasi publik kembali ditegaskan. Di tengah derasnya arus informasi dan maraknya hoaks, media diharapkan mampu menjadi penjernih informasi yang akurat dan kredibel bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menghadiri peringatan hari jadi ke-10 sebuah media di Kota Surakarta, Selasa (7/4/2026). Dalam kesempatan itu, pentingnya fungsi media tidak hanya sebagai penyampai berita, tetapi juga sebagai penjaga kualitas ruang publik ditekankan.
Disebutkan bahwa pemberitaan yang disajikan seharusnya tidak hanya cepat, tetapi juga harus terverifikasi dan mampu memberikan arah yang jelas bagi masyarakat. Selain itu, media juga dinilai memiliki tanggung jawab dalam menjaga keseimbangan informasi di tengah era digital yang serba cepat.
“Silakan kritik kami, itu obat bagi pejabat publik. Tapi beritakan juga pembangunan yang ada, karena membangun daerah itu membutuhkan kolaborasi,” ujar Ahmad Luthfi.
Media Diminta Jaga Kualitas Informasi Publik
Dalam pernyataannya, media arus utama diminta untuk tetap konsisten menjalankan fungsi kontrol sosial. Peran tersebut dinilai penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Disampaikan pula bahwa kritik yang disampaikan oleh media seharusnya dipandang sebagai bagian dari proses perbaikan. Dengan demikian, sinergi antara pemerintah dan media dapat terus terjalin secara sehat dan konstruktif.
Di sisi lain, media juga diharapkan mampu menyajikan informasi pembangunan secara berimbang. Hal ini dinilai penting agar masyarakat mendapatkan gambaran utuh terkait perkembangan daerah.
Peran Media sebagai Mitra Strategis Pemerintah
Keberadaan media disebut telah menjadi mitra strategis dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Informasi mengenai program pembangunan, kebijakan publik, hingga potensi daerah dinilai dapat tersampaikan lebih efektif melalui media.
Selain itu, media juga dianggap memiliki posisi penting sebagai “mata dan telinga” pemerintah dalam menangkap aspirasi masyarakat. Dengan demikian, berbagai dinamika sosial dapat dipantau dan ditindaklanjuti secara tepat.
Dalam konteks tersebut, media diharapkan mampu berperan sebagai penyeimbang di tengah banjir informasi yang belum tentu kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan.
Apresiasi atas Perjalanan Satu Dekade Media
Pada momentum peringatan satu dekade, apresiasi terhadap perjalanan media tersebut turut disampaikan. Perkembangannya dinilai menunjukkan energi besar, sikap kritis, serta kedekatan dengan masyarakat.
Karakter tersebut dianggap penting dalam mendukung pembangunan daerah yang partisipatif. Media yang kritis dan independen diyakini dapat mendorong terciptanya kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan publik.
Harapan juga disampaikan agar integritas tetap dijaga, serta semangat dalam menyampaikan kritik konstruktif tidak surut.
Dorongan Angkat Potensi Daerah dan Kearifan Lokal
Selain fungsi kontrol sosial, media juga didorong untuk terus mengangkat potensi daerah. Sektor seperti UMKM, pariwisata, hingga kearifan lokal disebut memiliki nilai strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan publikasi yang konsisten, potensi tersebut diyakini dapat lebih dikenal luas dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Peran media dalam membangun narasi positif tentang daerah dinilai menjadi bagian penting dalam upaya pembangunan yang berkelanjutan.(mus)







