FOLKSTIME.ID — Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 di Universitas Negeri Semarang (UNNES) akan digelar secara nasional mulai 21 hingga 27 April 2026. Selama sepekan, ujian akan dilaksanakan dalam dua sesi setiap hari dengan sistem pengawasan berlapis yang dirancang untuk menjaga integritas seleksi nasional berbasis tes.
Sebanyak 11.000 peserta dijadwalkan mengikuti UTBK di kampus tersebut. Sementara itu, jumlah peminat yang memilih UNNES tercatat mencapai sekitar 42.000 orang. Dari angka tersebut, sekitar 36.000 peserta telah melakukan pembayaran dan dinyatakan sah mengikuti seleksi.
Pengawasan Berlapis Diterapkan
Untuk mencegah kecurangan, berbagai sistem pengamanan telah disiapkan sejak awal pelaksanaan. Kepala Humas UNNES, Surahmat, menyatakan bahwa integritas ujian dijaga melalui pemanfaatan teknologi dan pengawasan langsung.
“Integritas pelaksanaan tes terus dijaga melalui sistem pengawasan berlapis, salah satunya dengan penerapan face recognition bagi setiap peserta yang masuk,” ujar Surahmat, Senin (20/4/2026).
Selain teknologi pengenalan wajah, pemeriksaan ketat juga dilakukan menggunakan alat pendeteksi logam. Langkah ini diterapkan untuk memastikan tidak ada perangkat mencurigakan yang dibawa ke dalam ruang ujian.
Pemeriksaan manual turut dilakukan oleh pengawas sebelum peserta memasuki ruangan. Prosedur ini disebut menjadi bagian penting dalam mencegah potensi pelanggaran sejak awal.
“Setiap peserta diperiksa secara manual sebelum masuk ruangan untuk memastikan tidak ada pelanggaran,” jelasnya.
Jaringan Diputus Selama Ujian
Selama ujian berlangsung, jaringan komunikasi di sekitar lokasi juga akan diputus melalui kerja sama dengan penyedia layanan. Kebijakan ini diambil untuk menutup peluang komunikasi antara peserta dan pihak luar.
“Kami bekerja sama dengan provider untuk memutus jaringan di sekitar lokasi. Secara teknis, kemungkinan komunikasi dengan pihak luar sangat kecil, bahkan tidak mungkin,” tegas Surahmat.
Upaya pencegahan praktik joki juga menjadi fokus utama dalam pelaksanaan UTBK tahun ini. Teknologi yang digunakan disebut terus diperbarui guna menghadapi berbagai modus kecurangan yang semakin berkembang.
“Kami berhadapan dengan kecanggihan sistem dan pihak-pihak yang berniat tidak baik. Tidak bisa ditutup 100 persen, tetapi upaya maksimal terus dilakukan untuk meminimalkan,” ungkapnya.
Peserta Diminta Datang Lebih Awal
Pengawasan pelaksanaan UTBK dilakukan di bawah supervisi panitia seleksi nasional, sehingga seluruh prosedur telah disesuaikan dengan standar pemerintah.
Peserta telah diimbau untuk melakukan pengecekan lokasi sebelum hari pelaksanaan. Meski demikian, akses ke dalam gedung ujian hanya diperbolehkan pada hari H.
Gerbang lokasi UTBK direncanakan dibuka lebih awal, yakni sekitar pukul 05.00 hingga 05.30 WIB, sedangkan ujian akan dimulai pukul 06.15 WIB.
“Tidak ada toleransi bagi peserta yang terlambat. Jika datang setelah ujian dimulai, otomatis tidak dapat mengikuti tes,” tegas Surahmat.
Peserta juga diminta memastikan rute perjalanan serta titik parkir guna menghindari kendala saat hari pelaksanaan.
Kuota Mahasiswa Baru dan Fasilitas Disiapkan
Pada tahun 2026, UNNES akan menerima sebanyak 11.970 mahasiswa baru melalui tiga jalur seleksi, yakni SNBP, SNBT, dan seleksi mandiri. Jalur SNBP telah lebih dulu dilaksanakan dengan sekitar 21 persen kuota terisi.
Sementara itu, jalur SNBT menyediakan sekitar 30 persen kuota atau setara dengan 3.900 kursi.
Sebagai penunjang pelaksanaan UTBK, sarana dan prasarana telah disiapkan secara maksimal. Ujian akan digelar di dua lokasi utama, yakni gedung Digital Center dan gedung kearsipan yang berada di sekitar kawasan rektorat.
Total kapasitas komputer yang disediakan mencapai sekitar 1.014 unit, termasuk perangkat cadangan untuk mengantisipasi kendala teknis.
“Seluruh fasilitas telah dipastikan siap digunakan agar pelaksanaan UTBK berjalan lancar tanpa hambatan,” kata Surahmat.
Disiplin Waktu Jadi Penentu
Meski tidak ada data pasti terkait jumlah peserta terlambat pada tahun sebelumnya, kasus tersebut disebut tetap terjadi. Sesuai aturan nasional, peserta yang datang setelah ujian dimulai secara otomatis dinyatakan gugur.
Dengan penerapan sistem pengawasan ketat dan dukungan teknologi, pelaksanaan UTBK 2026 di UNNES diharapkan dapat berlangsung lancar, transparan, serta bebas dari praktik kecurangan.(tya)







