Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Poltekkes Kemenkes Semarang melaksanakan program deteksi dini kesehatan gigi dan mulut balita di Kelurahan Padangsari, Kota Semarang.

Folkstime.id -Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Poltekkes Kemenkes Semarang melaksanakan program deteksi dini kesehatan gigi dan mulut balita di Kelurahan Padangsari, Kota Semarang.

FOLKSTIME.ID– Deteksi dini kesehatan gigi dan mulut pada balita di Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, telah dilaksanakan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Poltekkes Kemenkes Semarang sebagai upaya peningkatan kesehatan gigi anak sejak usia dini melalui layanan posyandu balita dan edukasi orang tua.

Deteksi dini kesehatan gigi balita Semarang tersebut telah dipusatkan di Posyandu Balita RW 16 Kelurahan Padangsari dengan melibatkan puluhan balita beserta orang tua, kader posyandu, serta petugas Puskesmas setempat dalam rangka penguatan layanan kesehatan gigi dan mulut anak.

Pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut balita telah dilakukan secara menyeluruh kepada 35 anak yang hadir, sementara edukasi kesehatan gigi anak juga telah diberikan kepada orang tua mengenai pencegahan karies, kebiasaan menyikat gigi, serta pola konsumsi makanan sehat untuk mencegah gigi berlubang.

EDUKASI KESEHATAN GIGI ANAK

Penjelasan mengenai pentingnya kesehatan gigi dan mulut balita telah disampaikan secara langsung oleh Ketua Tim Pengabmas Poltekkes Kemenkes Semarang, Sariyem, SSiT., M.Kes., kepada para orang tua peserta posyandu.

“Melalui kegiatan ini telah dilakukan peningkatan pengetahuan orang tua mengenai pentingnya deteksi dini kesehatan gigi dan mulut balita agar kerusakan gigi dapat dicegah sejak awal,” ujar Sariyem.

“Masih ditemukan kasus gigi gigis atau rampan karies pada balita sehingga pemahaman orang tua terhadap perawatan gigi anak masih perlu ditingkatkan secara berkelanjutan,” tambahnya.

“Pemeriksaan gigi secara rutin di posyandu diharapkan dapat diintegrasikan sebagai layanan berkala untuk mendukung tumbuh kembang anak yang lebih optimal,” lanjut Sariyem.

PEMERIKSAAN DAN TEMUAN LAPANGAN

Pemeriksaan kesehatan gigi balita telah dilakukan oleh tim pengabmas dengan fokus pada deteksi dini karies gigi serta gangguan kesehatan mulut lainnya yang berpotensi mengganggu tumbuh kembang anak.

Menurut anggota tim pengabmas, Sadimin, SSiT., M.Kes., pemeriksaan telah difokuskan pada identifikasi awal masalah kesehatan gigi anak agar penanganan dapat segera direkomendasikan kepada fasilitas kesehatan.

“Deteksi awal terhadap karies gigi pada balita sangat penting karena dampaknya dapat memengaruhi kesehatan umum dan asupan gizi anak,” ungkap Sadimin.

PENDAMPINGAN ORANG TUA BALITA

Pendampingan terhadap orang tua balita telah dilakukan secara individual oleh tim pengabmas melalui edukasi praktik menjaga kebersihan gigi anak di rumah.

Suwarsono, SSiT., S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa perubahan perilaku orang tua sangat dibutuhkan dalam pencegahan penyakit gigi pada anak.

“Perubahan perilaku menjaga kesehatan gigi anak harus dimulai dari rumah, terutama melalui pembiasaan menyikat gigi sejak dini dan pembatasan konsumsi gula,” ujar Suwarsono.

“Pendampingan berkelanjutan akan sangat menentukan keberhasilan pencegahan masalah kesehatan gigi pada balita di masyarakat,” tambahnya.

RESPONS ORANG TUA BALITA

Kegiatan deteksi dini kesehatan gigi dan mulut balita di Posyandu Padangsari telah mendapat respons positif dari peserta, salah satunya orang tua balita bernama Nirvana.

“Selama ini pemeriksaan gigi anak belum pernah dilakukan di posyandu, jadi kegiatan ini sangat membantu kami sebagai orang tua,” kata Nirvana.

“Setelah mendapatkan edukasi ini, saya jadi lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi anak sejak dini agar tidak terjadi kerusakan gigi,” lanjutnya.

DUKUNGAN POSYANDU DAN KADER KESEHATAN

Dukungan terhadap kegiatan pengabdian masyarakat Poltekkes Kemenkes Semarang tersebut telah diberikan oleh kader posyandu dan petugas kesehatan Kelurahan Padangsari melalui fasilitasi pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Peningkatan kesadaran masyarakat mengenai deteksi dini kesehatan gigi balita Semarang diharapkan dapat terus ditingkatkan melalui integrasi layanan kesehatan gigi dalam kegiatan posyandu secara rutin guna mendukung tumbuh kembang anak yang sehat, cerdas, dan optimal.(mus)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID – KA Harina relasi Bandung–Surabaya Pasarturi tertemper sebuah truk di perlintasan sebidang Nomor 1A KM 0+100 petak jalan antara Stasiun Jerakah dan Stasiun Semarang Poncol, Kota Semarang, Senin (22/6/2026) sekitar pukul 16.15 WIB. Akibat insiden tersebut, perjalanan kereta api sempat mengalami gangguan dan dilakukan pemeriksaan sarana sebelum perjalanan kembali dilanjutkan. Setelah kejadian KA Harina tertemper truk di perlintasan sebidang Semarang itu, kereta langsung menjalani Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Semarang Poncol pada pukul 16.16 WIB guna memastikan kondisi rangkaian tetap aman untuk melanjutkan perjalanan. Pemeriksaan sarana kemudian dilakukan oleh Awak Sarana Perkeretaapian (ASP). Hasil pemeriksaan menyatakan seluruh sarana dalam kondisi aman sehingga KA Harina kembali diberangkatkan pada pukul 16.21 WIB. Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan keterlambatan perjalanan yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut tercatat sekitar enam menit dari jadwal normal. “Perjalanan KA 100 Harina relasi Bandung–Surabaya Pasarturi tertemper kendaraan di perlintasan sebidang No. 1A KM 0+100 petak jalan antara Stasiun Jerakah–Stasiun Semarang Poncol pada Senin, 22 Juni 2026 pukul 16.15 WIB,” kata Luqman dalam keterangan tertulis. #kai #keretaapi #semarang #jateng #viral

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *