• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
Senin, Oktober 5, 2026
  • Login
Folkstime.id
Advertisement
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Folkstime.id
No Result
View All Result

Belum Ada Kasus Hantavirus di Semarang, Tapi Leptospirosis Melonjak Akibat Tikus Permukiman

setiawan by setiawan
11 Mei 2026
in Semarang
1
Kasus DBD di Kota Semarang turun 74 persen sepanjang 2026. Dinkes mengingatkan masyarakat tetap waspada selama musim kemarau melalui PSN dan program Wolbachia.
Dinas Kesehatan Kota Semarang meningkatkan kewaspadaan terhadap Hantavirus dan Leptospirosis akibat tingginya risiko penularan dari tikus permukiman.

Kasus DBD di Kota Semarang turun 74 persen sepanjang 2026. Dinkes mengingatkan masyarakat tetap waspada selama musim kemarau melalui PSN dan program Wolbachia.

0
SHARES
0
VIEWS

FOLKSTIME.ID – Semarang kembali dihadapkan pada ancaman penyakit yang ditularkan melalui tikus. Di tengah meningkatnya kasus Leptospirosis sepanjang 2026, kewaspadaan terhadap Hantavirus ikut diperketat oleh Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang.

Meski hingga kini kasus Hantavirus belum ditemukan, pengawasan terhadap potensi penyebarannya terus dilakukan. Penyakit tersebut dinilai berbahaya karena dapat menyerang sistem pernapasan manusia dan berisiko menyebabkan kematian apabila tidak ditangani dengan cepat.

Peningkatan pengawasan dilakukan setelah hasil pemantauan beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya temuan virus dan bakteri pada hewan pengerat di lingkungan permukiman warga.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam, menegaskan bahwa pemantauan intensif masih terus dilakukan di berbagai wilayah.

“Selama tiga tahun terakhir kami melakukan sampling pada manusia dan tikus. Tahun 2023 sekitar 3 persen dari 110 sampel manusia terdeteksi positif Hanta. Namun pada 2024 dan 2025 hasil pemeriksaan dinyatakan negatif,” ujar Abdul Hakam, Senin (11/5).

Kasus Hantavirus di Semarang Belum Ditemukan pada 2026

Kondisi terkini disebut masih relatif terkendali. Hingga pertengahan 2026, belum ada laporan kasus Hantavirus yang ditemukan di rumah sakit maupun puskesmas di Kota Semarang.

Meski demikian, langkah antisipasi tetap diperkuat. Pengawasan terhadap populasi tikus, pemeriksaan laboratorium, hingga edukasi masyarakat terus digencarkan untuk mencegah potensi penyebaran virus.

Upaya tersebut dinilai penting karena Hantavirus dikenal memiliki tingkat fatalitas tinggi ketika telah menyerang organ pernapasan manusia. Penyakit itu dapat berkembang menjadi gangguan paru-paru berat hingga gagal napas.

Di sejumlah negara, Hantavirus bahkan pernah memicu kasus kematian akibat keterlambatan penanganan medis.

Kandungan Bakteri Leptospira pada Tikus Meningkat

Di tengah belum ditemukannya kasus Hantavirus, perhatian justru diarahkan pada peningkatan kandungan bakteri Leptospira pada tikus dan celurut di Kota Semarang.

Hasil uji petik yang dilakukan Dinkes Kota Semarang pada 2025 menunjukkan sekitar 30 persen hewan pengerat yang diperiksa terdeteksi membawa bakteri penyebab Leptospirosis.

Temuan tersebut dinilai mengkhawatirkan karena Leptospirosis dapat menular melalui urine tikus yang mencemari air maupun lingkungan sekitar rumah warga.

Kondisi lingkungan yang lembap, saluran air yang kotor, hingga tumpukan sampah disebut menjadi faktor yang mempermudah berkembangnya populasi tikus di kawasan permukiman.

“Kami terus mengimbau masyarakat melakukan Pemberantasan Tikus Permukiman agar penyebaran Leptospirosis dapat dikendalikan,” kata Abdul Hakam.

Leptospirosis Dipicu Cuaca dan Lingkungan Kotor

Peningkatan kasus Leptospirosis di Kota Semarang disebut dipengaruhi berbagai faktor. Selain kondisi cuaca dan curah hujan, kelembapan lingkungan juga dinilai berperan besar dalam mempercepat penyebaran bakteri.

Kebiasaan masyarakat dalam menjaga kebersihan rumah turut menjadi perhatian. Lingkungan yang jarang dibersihkan disebut berpotensi menjadi tempat persembunyian tikus sekaligus sumber penularan penyakit.

Tidak hanya itu, pola hidup sehat masyarakat juga dinilai masih perlu ditingkatkan agar daya tahan tubuh tetap terjaga.

Dinas Kesehatan Kota Semarang menilai penanganan penyakit berbasis lingkungan tidak cukup dilakukan oleh pemerintah semata. Peran masyarakat disebut menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan.

30 Siswa Disabilitas di Semarang Ikuti Pelatihan PMR, Belajar Jadi Penolong dalam Situasi Darurat

Program Gembira Ria Digencarkan untuk Cegah Penyakit

Sebagai langkah pencegahan, edukasi kepada masyarakat terus diperluas melalui program Gembira Ria atau Gerakan Buka Jendela dan Pintu Rumah.

Melalui program tersebut, warga diajak untuk membiasakan membuka ventilasi rumah, membersihkan lingkungan, serta melakukan aktivitas fisik minimal 60 menit setiap hari.

Gerakan itu dilakukan untuk menciptakan lingkungan sehat yang tidak disukai tikus.

Paparan sinar matahari dan sirkulasi udara yang baik dipercaya dapat mengurangi risiko berkembangnya hewan pengerat di dalam rumah.

“Jika sinar matahari masuk dan sirkulasi udara baik, tikus tidak nyaman berada di lingkungan rumah,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan perangkap tikus.

Penggunaan perangkap lem tidak dianjurkan karena dinilai dapat membuat tikus stres dan mengeluarkan urine di sembarang tempat yang justru meningkatkan risiko penularan Leptospirosis maupun Hantavirus.

Sebagai gantinya, warga dianjurkan memakai perangkap tertutup agar risiko kontak dengan cairan tubuh tikus dapat diminimalkan.

Gejala Hantavirus Mirip Demam Berdarah

Salah satu tantangan dalam mendeteksi Hantavirus adalah kemiripan gejalanya dengan penyakit lain seperti demam berdarah maupun Leptospirosis.

Pada tahap awal, penderita biasanya mengalami demam tinggi, nyeri tubuh, pegal, hingga rasa ngilu di beberapa bagian tubuh. Masa inkubasi penyakit tersebut berkisar antara 7 hingga 14 hari.

Namun, kondisi pasien dapat memburuk ketika virus mulai menyerang paru-paru dan sistem pernapasan.

Gangguan pernapasan berat hingga pneumonia dapat terjadi apabila penanganan terlambat dilakukan.

Dinkes Kota Semarang mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam disertai riwayat kontak dengan lingkungan yang berpotensi tercemar urine tikus.

Belum Ada Antivirus Khusus Hantavirus

Hingga saat ini, pengobatan khusus untuk Hantavirus belum tersedia. Penanganan medis lebih difokuskan pada peningkatan daya tahan tubuh pasien dan penanganan gejala klinis yang muncul.

Karena itu, pencegahan dinilai menjadi langkah paling efektif untuk menghindari penyebaran penyakit tersebut.

“Hingga saat ini belum ada antivirus khusus untuk Hantavirus. Penanganan medis difokuskan pada peningkatan daya tahan tubuh pasien dan penanganan gejala klinis,” tandas Abdul Hakam.

Kesadaran Warga Jadi Kunci Pencegahan

Di tengah meningkatnya ancaman penyakit akibat tikus, kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dinilai menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan pencegahan.

Rumah yang bersih, saluran air yang terawat, serta pengelolaan sampah yang baik diyakini dapat menekan populasi tikus di kawasan permukiman.

Pemerintah Kota Semarang berharap kewaspadaan terhadap Hantavirus dan Leptospirosis tidak hanya meningkat saat kasus muncul, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari dalam menjaga kesehatan lingkungan.

Dengan pengawasan yang diperketat dan keterlibatan masyarakat yang terus diperkuat, potensi penyebaran penyakit dari tikus diharapkan dapat dikendalikan sebelum berkembang menjadi ancaman kesehatan yang lebih besar.(tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID- Sebanyak 400 Kapal Diberangkatkan ke Tengah Laut Tradisi Sedekah Laut Tambaklorok tahun ini diikuti sekitar 400 kapal nelayan yang mulai diberangkatkan pukul 09.00 WIB menuju titik larung sejauh kurang lebih dua mil dari daratan. Sebelum dilarung, sesaji lebih dahulu diarak dari masjid menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tambaklorok. Kepala kerbau, hasil bumi, hingga aneka makanan tradisional dibawa bersama sebagai simbol rasa syukur masyarakat nelayan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki laut yang selama ini diberikan. Tradisi tersebut disebut telah diwariskan oleh leluhur masyarakat pesisir Tambaklorok dan masih dipertahankan hingga sekarang meski zaman terus berubah. Ketua Panitia Sedekah Laut dan Bumi Kampung Tambaklorok, Achmad Sujud, mengatakan tradisi itu bukan sekadar ritual tahunan, melainkan bentuk penghormatan terhadap laut sebagai sumber kehidupan masyarakat pesisir. “Ini tradisi tahunan dari tinggalan leluhur kita. Kita cuma meneruskan sebagai anak muda. Bisa juga dikatakan sebagai rasa syukur kita terhadap Tuhan Yang Maha Esa lantaran dari laut,” ujarnya. #semarangstory #semarang #jateng #sedekah #bumi

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id
Tags: kasus Hantavirus SemarangLeptospirosis Kota Semarangpemberantasan tikus permukiman
setiawan

setiawan

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.

Bangun Tersentak dari Bumiku Subur, IKA PMII Rayon Sutawijaya Tetapkan Empat Pilar Strategis

26 September 2026
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

29 September 2026
AHY Run Jateng 2026
AHY Run Jateng 2026 di Semarang telah mencatat sekitar 4.200 pendaftar dari berbagai daerah.

5000 Pelari akan Ramaikan AHY Run Jateng 2026 di Semarang, Hadiah Umrah dan Motor Listrik

26 September 2026
Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

28 September 2026
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.

Padmi Tatap 4 Kios yang Ludes dalam Sekejap, Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang Sisakan Luka Mendalam

4
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.

Bisyaroh Penggerak Keagamaan Kota Semarang Diperluas, Hampir 10.000 Penerima Jadi Bukti Komitmen Wali Kota Agustina Menguatkan Pelayanan Sosial

4
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.

Sunmori 30 Km Naik Vespa, Wagub Jateng Taj Yasin Hadiri Halalbihalal Warga Genuk

3
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.

Candi Borobudur Disiapkan Jadi Poros Wisata Jateng, Kopeng–Rawa Pening Diintegrasikan dalam Aglomerasi Besar

3
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Pelantikan Kabinet Merah Putih usai direshuffle oleh Presiden Prabowo
Pelantikan Kabinet Merah Putih usai direshuffle oleh Presiden Prabowo

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

4 Oktober 2026

Recent News

Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Pelantikan Kabinet Merah Putih usai direshuffle oleh Presiden Prabowo
Pelantikan Kabinet Merah Putih usai direshuffle oleh Presiden Prabowo

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

4 Oktober 2026

Browse by Category

  • Bisnis
  • Daerah
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Lifestyle
  • News
  • Semarang
  • Sports
  • Teknologi
  • Travel
  • Travel

Recent News

Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya