Elevasi Curam dan Truk Bermuatan Berat Ancam Keselamatan di Jalur Silayur

FOLKSTIME.ID — Tingginya risiko kecelakaan lalu lintas di kawasan Jalan Prof. Hamka–Moch. Ichsan atau jalur Silayur, Kecamatan Ngaliyan, disebut dipengaruhi kondisi elevasi jalan yang curam serta tingginya aktivitas kendaraan bertonase besar yang melintas menuju wilayah Semarang Barat. Pengendalian keselamatan jalan di kawasan rawan kecelakaan Silayur kini diperkuat Pemerintah Kota Semarang melalui berbagai langkah teknis dan pengawasan lapangan.

Kawasan Silayur selama ini diketahui menjadi salah satu titik rawan kecelakaan lalu lintas di Kota Semarang, terutama bagi kendaraan logistik dan truk besar dari arah jalur Pantura. Kondisi geometrik jalan dengan tanjakan panjang dinilai meningkatkan risiko gangguan pengereman hingga penurunan performa kendaraan berat saat melintas.

Berdasarkan data teknis, ruas Jalan Moch. Ichsan memiliki panjang tanjakan sekitar 649 meter dengan tingkat kelandaian mencapai 9 hingga 13,2 persen. Tingkat kemiringan tersebut dinilai telah melampaui ambang kritis bagi kendaraan berat sehingga potensi kecelakaan lalu lintas di jalur Silayur meningkat, terutama saat kendaraan membawa muatan besar.

“Tanjakan Silayur ini memang memiliki karakteristik jalan yang ekstrem. Elevasi tanjakan cukup panjang dan curam sehingga membutuhkan perhatian khusus, terutama untuk kendaraan berat,” kata Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng.

Kendaraan Bertonase Besar Dinilai Perbesar Risiko

Selain kondisi jalan yang curam, tingginya aktivitas kendaraan logistik dan kendaraan bertonase besar disebut turut memperbesar risiko kecelakaan di kawasan Silayur. Kendaraan dengan muatan berlebih maupun kendaraan berat yang tidak sesuai ketentuan operasional disebut menjadi salah satu faktor dominan penyebab kecelakaan lalu lintas di jalur tersebut.

Peningkatan volume kendaraan juga disebut dipicu perkembangan kawasan industri dan permukiman di wilayah Semarang Barat. Kawasan Industri Candi, BSB, hingga pertumbuhan kawasan permukiman di sekitar Ngaliyan menjadikan koridor Silayur sebagai jalur distribusi logistik utama sekaligus jalur mobilitas masyarakat.

Di sisi lain, keterbatasan ruang jalan akibat proses pembebasan lahan yang belum sepenuhnya tuntas disebut masih memengaruhi lebar efektif jalan di sejumlah titik. Kondisi tersebut dinilai membuat ruang gerak kendaraan menjadi terbatas, khususnya ketika kendaraan berat melintas secara bersamaan.

“Penanganan Silayur tidak bisa dilakukan secara instan karena menyangkut kondisi topografi, pertumbuhan kawasan, lalu lintas logistik, hingga kebutuhan penataan ruang jalan. Tetapi kami memastikan penanganan terus berjalan dan keselamatan masyarakat menjadi prioritas,” ujar Agustina.

Pemkot Semarang Perkuat Rekayasa dan Pengawasan Lalu Lintas

Berbagai langkah pengendalian keselamatan jalan disebut telah dilakukan secara bertahap melalui koordinasi lintas organisasi perangkat daerah bersama instansi terkait. Penanganan teknis dilakukan untuk menekan risiko kecelakaan lalu lintas di jalur Silayur yang selama bertahun-tahun dikenal rawan kecelakaan kendaraan berat.

Sejumlah perlengkapan jalan telah dipasang, mulai dari penambahan dan penebalan marka jalan, pemasangan pita kejut, hingga pemasangan Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan (RPPJ). Rambu informasi jam operasional kendaraan berat juga telah ditambahkan di sejumlah titik kawasan Silayur.

Portal pembatas kendaraan berat turut dipasang untuk membatasi kendaraan yang tidak sesuai ketentuan melintas di jalur tersebut. Pengawasan lapangan juga diperkuat melalui penempatan petugas dan posko portabel di kawasan rawan kecelakaan.

Upaya pengurangan hambatan samping dilakukan melalui penutupan sejumlah titik putar balik atau u-turn di kawasan Silayur. Penutupan dilakukan di beberapa titik, di antaranya sekitar Ruko Taman Ngaliyan, kawasan Rumah Sakit Permata Medika hingga Citadel Square.

Sejumlah OPD Dilibatkan dalam Penanganan Jalur Silayur

Penanganan kawasan Silayur disebut dilakukan secara terpadu dengan melibatkan sejumlah OPD dan instansi terkait. Dinas Perhubungan Kota Semarang disebut menangani manajemen dan rekayasa lalu lintas, pemasangan perlengkapan jalan, pengaturan kendaraan berat, hingga pengawasan lapangan.

Sementara Dinas Pekerjaan Umum melakukan kajian teknis geometrik jalan serta penanganan infrastruktur pendukung. Bappeda Kota Semarang juga dilibatkan dalam sinkronisasi pengembangan kawasan Semarang Barat agar tetap memperhatikan aspek keselamatan transportasi.

Koordinasi bersama kepolisian dan instansi terkait lainnya disebut terus dilakukan untuk memperkuat pengawasan kendaraan berat serta evaluasi sistem lalu lintas di kawasan Silayur.

Pemerintah Kota Semarang juga mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan berat, agar mematuhi aturan tonase kendaraan, memastikan kondisi kendaraan laik jalan, serta menaati jam operasional yang telah ditetapkan demi keselamatan lalu lintas bersama.(tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID – Penanganan cepat tanah longsor Kalialang di Kecamatan Gunungpati dipastikan telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang dengan fokus utama pada keselamatan warga terdampak. Peristiwa tanah longsor Kalialang Gunungpati tersebut telah menyebabkan empat kepala keluarga atau 11 jiwa harus diungsikan ke lokasi yang lebih aman sejak awal Mei, setelah pergerakan tanah dinilai membahayakan permukiman. Langkah penanganan longsor Kalialang Semarang juga telah diperkuat melalui pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, mulai dari logistik harian hingga penyediaan air bersih agar aktivitas warga tetap berjalan secara layak di tengah kondisi darurat. “Yang paling penting saat ini warga dalam kondisi aman. Kami tidak ingin penanganan ini berlarut. Apa yang bisa dilakukan di tingkat kota, langsung kami kerjakan agar warga tidak harus menunggu,” ujar Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, saat peninjauan di lokasi, Selasa (5/5). Selengkapnya… https://folkstime.id/gerak-cepat-pemkot-semarang-tangani-longsor-kalialang-11-warga-diungsikan-dan-mitigasi-disiapkan/ #semarang #agustina #jateng #longsor #semarangstory

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Artikel Menarik Lainnya