FOLKSTIME.ID – Upaya menghadirkan pembukaan yang spektakuler dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 mulai dimatangkan Pemerintah Kota Semarang. Salah satu agenda yang tengah disiapkan adalah pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) melalui penampilan Mars MTQ dengan jumlah peserta terbanyak.
Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, saat mengikuti pengarahan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (20/4). Dalam forum itu ditegaskan, kesiapan tuan rumah tidak hanya berfokus pada teknis penyelenggaraan, tetapi juga menghadirkan daya tarik nasional.
Pembukaan Dikemas Kolosal dan Partisipatif
Konsep pembukaan MTQ dirancang melibatkan ribuan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, santri hingga kelompok pengajian. Skema pelaksanaan bahkan disiapkan secara hybrid agar partisipasi dapat menjangkau lebih luas secara nasional.
“Usulan pemecahan rekor MURI ini diharapkan menjadi momentum kebersamaan sekaligus memperkuat syiar MTQ,” ujar Agustina.
Selain itu, rangkaian pembukaan juga akan diramaikan kirab hadroh dan festival rebana berskala nasional. Latihan awal telah dilakukan, termasuk kirab rebana dari Masjid Soleh Darat yang disebut mendapat respons antusias dari masyarakat.
Penataan Kota Dikebut Sambut Ribuan Kafilah
Di sisi lain, pembenahan infrastruktur kota terus dipercepat. Kawasan strategis seperti Simpang Lima menjadi fokus penataan, mulai dari perbaikan drainase, pengendalian banjir, hingga rekayasa lalu lintas dan penyediaan kantong parkir.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran mobilitas sekitar 8.000 kafilah yang diperkirakan hadir dari seluruh Indonesia.
Wisata Religi dan UMKM Ikut Didorong
Tidak hanya sebagai ajang keagamaan, MTQ Nasional 2026 juga dimanfaatkan untuk menggerakkan sektor ekonomi dan pariwisata. Pemerintah kota menyiapkan expo kaligrafi, kawasan kuliner halal, serta penguatan destinasi wisata religi.
Beberapa kawasan seperti Pasar Johar dan Kota Lama turut diproyeksikan menjadi bagian dari daya tarik bagi para tamu.
Keterlibatan masyarakat juga diperluas melalui kolaborasi dengan organisasi keagamaan, pemuda, serta pelaku UMKM. Konsep ini diharapkan mampu menghadirkan suasana inklusif yang mencerminkan nilai religius sekaligus toleransi.
Optimisme Tuan Rumah
Pemerintah Kota Semarang menyatakan optimistis seluruh persiapan dapat berjalan sesuai rencana. Kepercayaan sebagai tuan rumah dinilai menjadi momentum penting untuk menunjukkan kapasitas daerah dalam menggelar event nasional berskala besar.
“Dukungan dari pemerintah pusat, provinsi, dan berbagai pihak menjadi dorongan kuat agar penyelenggaraan MTQ berjalan sukses,” kata Agustina.
Dengan berbagai persiapan tersebut, Semarang tidak hanya menargetkan kelancaran acara, tetapi juga menghadirkan pengalaman berkesan melalui inovasi pembukaan yang berpotensi mencetak rekor nasional.(tya)







