• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
Minggu, Oktober 4, 2026
  • Login
Folkstime.id
Advertisement
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Folkstime.id
No Result
View All Result

Demi Seekor Kucing, Bocah 7 Tahun Berhasil Mencapai Puncak Gunung Lawu 3.265 Mdpl

setiawan by setiawan
7 Juli 2026
in Daerah, News
2
Seorang bocah perempuan berusia 7 tahun berhasil mencapai puncak Gunung Lawu melalui jalur Cemoro Sewu.
Seorang bocah perempuan berusia 7 tahun berhasil mencapai puncak Gunung Lawu melalui jalur Cemoro Sewu.

Seorang bocah perempuan berusia 7 tahun berhasil mencapai puncak Gunung Lawu melalui jalur Cemoro Sewu.

0
SHARES
0
VIEWS

FOLKSTIME.ID – Pendakian Gunung Lawu melalui jalur Cemoro Sewu tidak hanya diisi kisah para pencari puncak. Sebuah perjalanan berbeda justru telah ditorehkan oleh Anjani Rengganis, bocah berusia tujuh tahun yang berhasil mencapai Puncak Gunung Lawu di ketinggian 3.265 meter di atas permukaan laut (mdpl). Pendakian Gunung Lawu itu tidak didorong ambisi menaklukkan gunung, melainkan keinginan sederhana untuk bertemu seekor kucing yang dipercaya tinggal di Pos 5 hingga kawasan puncak.

Perjalanan panjang menuju Puncak Gunung Lawu telah dimulai dari jalur Cemoro Sewu pada Sabtu (4/7/2026) pukul 10.00 WIB. Setelah perjuangan berjam-jam melintasi jalur berbatu, tanjakan terjal, udara dingin, serta kelelahan yang berulang kali dirasakan, puncak akhirnya berhasil dicapai pada Minggu (5/7/2026) dini hari.

Pendakian yang dilakukan saat liburan sekolah tersebut kemudian berubah menjadi pengalaman hidup yang tidak mudah dilupakan. Berbagai tantangan alam telah berhasil dilewati oleh bocah yang akan memasuki bangku kelas 1 SD itu bersama kakaknya, Rinjani (12), serta keluarga yang terus memberikan pendampingan sepanjang perjalanan.

“Katanya di Pos 5 dan puncak ada kucing. Aku mau sama kucing, karena di Pos 2 ada kucing banyak,” ucap Anjani dengan wajah penuh semangat.

Ucapan sederhana itu justru menjadi energi terbesar yang mampu mengalahkan rasa lelah. Apa yang bagi orang dewasa terdengar sepele, bagi seorang anak berubah menjadi alasan kuat untuk terus melangkah hingga mencapai salah satu gunung tertinggi di Pulau Jawa.

Pendakian Gunung Lawu Tidak Selalu Tentang Menaklukkan Ketinggian

Di balik ribuan pendaki yang setiap tahun datang ke Gunung Lawu untuk mengejar matahari terbit atau menyelesaikan daftar seven summit pribadi, perjalanan Anjani menghadirkan makna berbeda.

Pendakian tidak lagi dipandang sebagai perlombaan mencapai puncak. Sebaliknya, perjalanan tersebut dijadikan sarana belajar mengenal alam, melatih keberanian, serta membangun kedekatan keluarga melalui pengalaman yang tidak dapat diperoleh di ruang kelas.

Setiap langkah kecil yang diayunkan telah menjadi bukti bahwa keberanian tidak selalu diukur dari usia. Semangat justru dapat ditemukan melalui hal-hal sederhana yang hanya dipahami oleh dunia anak-anak.

Jalur Cemoro Sewu Menyuguhkan Tantangan Sejak Awal

Jalur Cemoro Sewu selama ini dikenal sebagai salah satu akses favorit menuju Puncak Gunung Lawu. Waktu tempuh yang relatif lebih singkat dibandingkan jalur lain membuat lintasan ini banyak dipilih para pendaki.

Namun, karakter jalur tersebut tidak dapat dianggap ringan. Bebatuan besar hampir mendominasi sepanjang perjalanan. Kemiringan tanjakan yang mencapai sekitar 40 derajat membuat tenaga pendaki terus terkuras. Suhu udara pada malam hari juga dapat turun hingga kisaran 10 sampai 13 derajat Celsius sehingga perlengkapan pendakian menjadi faktor penting.

Beberapa kali perjalanan harus dihentikan agar tenaga Anjani dapat dipulihkan. Minuman hangat disiapkan, makanan ringan diberikan, sementara napas kecilnya perlahan diatur kembali sebelum perjalanan dilanjutkan.

Ketika Rasa Dingin Hampir Menghentikan Langkah

Perjuangan paling berat mulai dirasakan ketika rombongan memasuki lintasan dari Pos 2 menuju Pos 3.

Langkah Anjani semakin pendek. Napasnya mulai tersengal. Tubuh mungilnya beberapa kali berhenti karena rasa dingin mulai menusuk hingga ke dada.

“Dadaku sudah membeku, dingin banget. Ingin pulang ke tenda,” keluh Anjani.

Kalimat tersebut menggambarkan bagaimana beratnya pendakian gunung bagi anak berusia tujuh tahun. Medan yang dipenuhi bebatuan besar membuat energi cepat terkuras, sementara suhu dingin perlahan menguras semangat.

Namun pendakian tidak langsung dihentikan. Istirahat demi istirahat dilakukan hingga kondisi fisiknya kembali membaik.

Seekor Kucing Menjadi Motivasi Terbesar

Di tengah rasa lelah yang mulai menguasai perjalanan, semangat baru kemudian muncul melalui cerita sederhana.

Anjani diberi tahu bahwa seekor kucing sering terlihat berada di Pos 5 dan sesekali naik hingga kawasan puncak.

Informasi itu ternyata mampu mengubah suasana. Langkah yang semula berat kembali diayunkan. Senyum perlahan muncul. Pendakian kembali dilanjutkan dengan semangat yang jauh berbeda.

Tidak ada hadiah mahal. Tidak ada janji permainan baru. Yang diharapkan hanyalah bisa bertemu seekor kucing.

Justru kesederhanaan itulah yang akhirnya mengantarkan dirinya hingga berada di atas ketinggian 3.265 mdpl. Puncak Gunung Lawu Akhirnya Berhasil Dicapai

Setelah perjalanan panjang yang melelahkan, kawasan puncak akhirnya berhasil dicapai. Keinginan bertemu kucing memang belum terwujud.

Saat tiba di puncak, kucing yang dicarinya ternyata sudah turun menuju Pos 5.

“Sampai di puncak kucingnya sudah turun, adanya di Pos 5,” ujar Anjani sambil tersenyum.

Meski demikian, rasa kecewa tidak terlihat. Pengalaman mencapai Puncak Gunung Lawu justru menjadi hadiah terbesar yang berhasil dibawa pulang.

Gunung Lawu Menawarkan Karakter Pendakian Berbeda

Gunung Lawu yang berada di perbatasan Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dan Kabupaten Magetan, Jawa Timur, memiliki tiga jalur pendakian utama, yakni Cemoro Sewu, Cemoro Kandang, dan Candi Cetho.

Masing-masing jalur telah memiliki karakter yang berbeda. Jalur Cemoro Sewu dikenal lebih singkat dengan estimasi sekitar tujuh jam perjalanan, tetapi didominasi tanjakan berbatu yang cukup ekstrem.

Sebaliknya, Cemoro Kandang menawarkan lintasan yang lebih landai dengan estimasi perjalanan sekitar sepuluh jam.

Pilihan jalur biasanya disesuaikan dengan kondisi fisik, pengalaman pendaki, serta cuaca yang sedang berlangsung.

Liburan Sekolah Diisi dengan Mengenal Alam

Pendakian tersebut tidak dilakukan sendirian. Anjani didampingi pamannya, Awan Setiawan, bersama anak-anak lainnya, yakni Bentang (8), Nana (12), dan kakaknya Rinjani.

Bagi Awan, liburan sekolah seharusnya tidak hanya dihabiskan di depan layar gawai. Alam dipilih sebagai ruang belajar yang jauh lebih luas.

“Liburan dimanfaatkan supaya anak-anak tidak di rumah bermain gadget terus. Mereka bisa mengenal lingkungan dan mengenal teman-temannya,” kata Awan.

Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama berada di gunung akan lebih lama tersimpan dibandingkan aktivitas yang dilakukan di rumah.

“Kalau ke alam, pengalaman yang didapat jauh lebih berkesan. Nanti mereka punya cerita saat kembali ke sekolah.”

Di Balik Ramainya Pendakian Gunung Lawu, Kisah Blurr Porter yang Siap Memikul Beban hingga Menjaga Nyawa Pendaki

Mendaki Bersama Anak Membutuhkan Persiapan Lebih Matang

Keputusan membawa anak kecil ke gunung diakui bukan perkara sederhana. Persiapan harus dilakukan jauh lebih rinci dibandingkan pendakian biasa.

Kondisi cuaca, perubahan emosi anak, perlengkapan medis hingga kebutuhan logistik harus dipastikan tersedia.

“Dengan anak kecil itu ada dinamikanya. Kadang senang lalu lari cepat, tapi kadang ngambek bahkan menangis,” ujar Awan.

Perlengkapan kesehatan juga disebut menjadi prioritas utama ketika suhu malam mulai turun.

“Kalau malam kedinginan, kita harus siap dengan perlengkapan medis dan obat-obatan.”

Meski demikian, Gunung Lawu dinilai masih cukup aman bagi anak-anak selama pendakian dilakukan bersama orang dewasa yang berpengalaman.

“Untuk Gunung Lawu aman. Tapi tetap disarankan didampingi orang dewasa, yang sudah berpengalaman, bahkan bisa menggunakan porter atau gaet.”

Porter: Keselamatan Tetap Menjadi Prioritas

Pandangan serupa juga disampaikan porter Gunung Lawu, Agus Purwanto atau yang akrab disapa Blurr.

Menurutnya, jalur Lawu saat ini banyak dipilih oleh pendaki yang bermalam maupun pendaki tektok atau pulang-pergi dalam sehari. Namun seluruh aturan pendakian tetap harus dipatuhi.

“Yang penting bisa menaati peraturan gunung tersebut, terutama soal keselamatan dan logistik selama perjalanan,” katanya.

Ia menjelaskan jalur Gunung Lawu dinilai relatif aman karena lintasannya lebar dan mudah dikenali.

“Untuk di Lawu sendiri tidak ada pembatasan karena jalurnya lebar dan jelas.”

Meski demikian, jam pendakian tetap telah diatur demi menjaga keselamatan seluruh pendaki.

“Pendakian tektok dibuka mulai pukul 01.00 sampai 21.00 WIB supaya tidak banyak pelanggaran yang bisa menyulitkan pendaki lainnya.”

Sebuah Pendakian yang Akan Terus Dikenang

Bagi sebagian orang, keberhasilan mendaki Gunung Lawu mungkin hanya diukur dari keberhasilan mencapai puncak.

Namun bagi Anjani, perjalanan itu telah meninggalkan makna yang jauh lebih dalam. Keberanian telah dibangun sedikit demi sedikit melalui setiap langkah kecil yang diambil. Ketangguhan telah ditempa oleh udara dingin, jalur berbatu, dan tanjakan yang tidak mudah ditaklukkan.

Meski kucing yang dicarinya tidak berhasil ditemui di puncak, impian kecil itulah yang justru telah mengantarkannya menorehkan pengalaman luar biasa di usia tujuh tahun.

Di tengah maraknya anak-anak yang menghabiskan liburan bersama gawai, perjalanan menuju Puncak Gunung Lawu menjadi pengingat bahwa petualangan di alam masih mampu menghadirkan pelajaran hidup yang tak tergantikan. Dari jalur berbatu Cemoro Sewu, keberanian, kebersamaan, dan kecintaan terhadap alam telah mulai ditumbuhkan sejak usia dini.(tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID – Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat langsung menutup sidang dan meninggalkan ruang persidangan sesaat setelah membacakan putusan, Selasa (30/6/2026). Langkah itu memicu protes keras dari tim kuasa hukum. Kuasa hukum Nadiem menilai hakim tidak memberi kesempatan kepada terdakwa untuk menyatakan sikap atas putusan, baik menerima, pikir-pikir, maupun mengajukan banding sebagaimana diatur dalam hukum acara pidana. Di tengah hakim yang bergegas keluar, pengacara Ari Yusuf Amir melontarkan kritik, “Loh kenapa mesti buru-buru, Yang Mulia, takut ya?” Dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM), majelis hakim menjatuhkan vonis: • 10 tahun penjara • Denda Rp1 miliar • Uang pengganti Rp809,597 miliar Putusan ini juga diwarnai dissenting opinion. Hakim anggota Andi Saputra menyatakan Nadiem seharusnya dibebaskan karena dinilai tidak terbukti memiliki unsur niat jahat (mens rea) yang kuat. #nadiemmakarim #tipikor #viral #hakim #korupsi

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id
Tags: bocah 7 tahunCemoro SewuGunung LawuLiburan Sekolahpendaki anakPendakianwisata alam
setiawan

setiawan

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.

Bangun Tersentak dari Bumiku Subur, IKA PMII Rayon Sutawijaya Tetapkan Empat Pilar Strategis

26 September 2026
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

29 September 2026
AHY Run Jateng 2026
AHY Run Jateng 2026 di Semarang telah mencatat sekitar 4.200 pendaftar dari berbagai daerah.

5000 Pelari akan Ramaikan AHY Run Jateng 2026 di Semarang, Hadiah Umrah dan Motor Listrik

26 September 2026
Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

28 September 2026
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.

Padmi Tatap 4 Kios yang Ludes dalam Sekejap, Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang Sisakan Luka Mendalam

4
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.

Bisyaroh Penggerak Keagamaan Kota Semarang Diperluas, Hampir 10.000 Penerima Jadi Bukti Komitmen Wali Kota Agustina Menguatkan Pelayanan Sosial

4
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.

Sunmori 30 Km Naik Vespa, Wagub Jateng Taj Yasin Hadiri Halalbihalal Warga Genuk

3
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.

Candi Borobudur Disiapkan Jadi Poros Wisata Jateng, Kopeng–Rawa Pening Diintegrasikan dalam Aglomerasi Besar

3
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Pelantikan Kabinet Merah Putih usai direshuffle oleh Presiden Prabowo
Pelantikan Kabinet Merah Putih usai direshuffle oleh Presiden Prabowo

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

4 Oktober 2026
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf

Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf Gelar Wellness Pagi, Padukan Yoga dan Jamu

30 September 2026

Recent News

Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Pelantikan Kabinet Merah Putih usai direshuffle oleh Presiden Prabowo
Pelantikan Kabinet Merah Putih usai direshuffle oleh Presiden Prabowo

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

4 Oktober 2026
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf

Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf Gelar Wellness Pagi, Padukan Yoga dan Jamu

30 September 2026

Browse by Category

  • Bisnis
  • Daerah
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Lifestyle
  • News
  • Semarang
  • Sports
  • Teknologi
  • Travel
  • Travel

Recent News

Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya