• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
Sabtu, Oktober 3, 2026
  • Login
Folkstime.id
Advertisement
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Folkstime.id
No Result
View All Result

Sejak Akhir Juli Air Mulai Seret, Warga Meteseh Semarang Dapat Bantuan BPBD

setiawan by setiawan
18 Agustus 2026
in Semarang
0
Warga RT 7/RW 10 Kampung Rejosari, Meteseh, Tembalang, Kota Semarang, mulai mengalami kekurangan air bersih sejak akhir Juli 2026. BPBD Kota Semarang menyalurkan 5.000 liter air untuk membantu memenuhi kebutuhan 36 kepala keluarga.
Warga RT 7/RW 10 Kampung Rejosari, Meteseh, Tembalang, Kota Semarang, mulai mengalami kekurangan air bersih sejak akhir Juli 2026. BPBD Kota Semarang menyalurkan 5.000 liter air untuk membantu memenuhi kebutuhan 36 kepala keluarga.

Warga RT 7/RW 10 Kampung Rejosari, Meteseh, Tembalang, Kota Semarang, mulai mengalami kekurangan air bersih sejak akhir Juli 2026. BPBD Kota Semarang menyalurkan 5.000 liter air untuk membantu memenuhi kebutuhan 36 kepala keluarga.

0
SHARES
1
VIEWS

FOLKSTIME.ID – Warga RT 7/RW 10 Kampung Rejosari, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, mulai mengalami kekurangan air bersih sehingga bantuan air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang harus disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebanyak 5.000 liter air bersih telah didistribusikan BPBD Kota Semarang kepada warga setempat. Bantuan tersebut diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan 36 kepala keluarga, terutama untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK).

Kekurangan air bersih di Kampung Rejosari disebut terjadi karena ketersediaan air dari sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) mulai berkurang. Kondisi itu membuat kebutuhan air warga tidak lagi sepenuhnya dapat dipenuhi dari sumber yang selama ini digunakan.

“Kami hari ini mengirimkan bantuan sebanyak 5.000 liter. Jumlah tersebut kami perkirakan cukup untuk warga satu RT yang terdiri dari 36 kepala keluarga,” kata Staf Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Semarang, Sugiarto.

Dandim 0733 Semarang Jadi Komandan Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Agustina Sampaikan Kebanggaan

Bantuan Air Bersih Disalurkan ke Warga Rejosari

Menurut Sugiarto, warga Kota Semarang yang mengalami kondisi serupa dapat mengajukan bantuan air bersih melalui ketua RT masing-masing. Permintaan bantuan juga dapat disampaikan dengan menghubungi call center BPBD Kota Semarang melalui 112.

Penyaluran air dilakukan setelah kebutuhan air bersih warga mulai sulit dipenuhi dari Pamsimas. Bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan dasar warga selama sumber air setempat belum kembali mencukupi.

Warga Kampung Rejosari, Saromah, mengatakan kekurangan air bersih di wilayahnya telah dirasakan sejak sekitar akhir Juli. Air yang tersedia melalui Pamsimas disebut hanya tersisa dalam jumlah terbatas sehingga kebutuhan warga sehari-hari tidak dapat sepenuhnya terpenuhi.

“Sudah sekitar akhir Juli airnya mulai berkurang. Sekarang dari Pamsimas hanya ada sedikit air, jadi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan warga,” ujar Saromah.

Selama sumber air berkurang, kebutuhan warga disebut masih ditopang dari bantuan air yang diberikan pondok pesantren di sekitar Kampung Rejosari. Dengan adanya distribusi dari BPBD Kota Semarang, kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari warga menjadi lebih terbantu.

“Selama ini kami mengandalkan Pamsimas dan bantuan air dari pondok pesantren yang tidak jauh dari kampung. Kami bersyukur akhirnya mendapat bantuan air dari BPBD,” kata Saromah.

Air Bantuan Diperkirakan Cukup untuk Tiga Hari

Air sebanyak 5.000 liter yang diterima warga diperkirakan dapat dimanfaatkan selama sekitar tiga hari. Penggunaannya terutama diarahkan untuk memenuhi kebutuhan MCK warga di tengah berkurangnya pasokan dari Pamsimas.

“Kalau diperkirakan, air bantuan dari BPBD ini bisa digunakan sekitar tiga hari untuk kebutuhan MCK,” ujar Saromah.

Ketua RT setempat, Shohibul Adib, mengapresiasi bantuan air bersih yang telah diberikan Pemerintah Kota Semarang. Bantuan tersebut dinilai telah meringankan beban warga yang mulai kesulitan memperoleh air dari sumber yang biasa digunakan.

“Bantuan air bersih ini kami apresiasi karena sumber air warga sudah mulai berkurang sejak Juli,” kata Shohibul Adib.

Menurut dia, bantuan air bersih diharapkan dapat diberikan lebih sering apabila kondisi sumber air warga belum kembali normal. Kebutuhan air untuk MCK selama ini bahkan terkadang harus dipenuhi dengan membeli air isi ulang galon.

“Kami berharap bantuan air bersih bisa lebih sering diberikan sehingga beban warga dapat diringankan. Kadang warga terpaksa membeli air isi ulang galon untuk kebutuhan MCK,” ujar Shohibul Adib.

Penyaluran air bersih tersebut menjadi salah satu upaya untuk membantu warga Kampung Rejosari menghadapi berkurangnya ketersediaan air. Pengajuan bantuan bagi warga Kota Semarang yang mengalami kekurangan air dapat dilakukan melalui ketua RT setempat atau dengan menghubungi layanan 112 BPBD Kota Semarang.(tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID – Dua dari 14 rumah warga RT 006/RW 005, Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, yang terdampak proyek Pakuwon Group masih meminta ganti untung. Namun, Pakuwon menegaskan skema penanganan yang disiapkan adalah perbaikan rumah, bukan kompensasi. Kepala Distaru Kota Semarang Ferry Kuntoaji mengatakan, dari 19 rumah warga yang mengalami kerusakan, 14 menjadi tanggung jawab Pakuwon dan lima lainnya ditangani BBPJN. “Ada 2 mas mintanya diganti untung,” kata Ferry, Rabu (12/8/2026).» Ferry memastikan perbaikan akan dikawal Distaru dan dilakukan sesuai standar teknis, bukan sekadar tambal sulam. Head of HR Pakuwon Group Iful Novianto mengatakan warga tetap bisa melaporkan kerusakan selama proyek berlangsung. “Kalau rusak ajukan, kami perbaiki. Kalau ada kerusakan lagi, diajukan lagi, kami akan perbaiki,” ujarnya. Menurut Iful, retakan akan ditangani dengan metode teknis, termasuk penguatan dan penyambungan kembali dinding. Survei terhadap 14 rumah telah dilakukan dua kali sejak Juli 2026. Sementara itu, izin Pakuwon yang telah diterbitkan saat ini baru mencakup penataan lahan, sedangkan PBG pembangunan belum diterbitkan. Selengkapnya baca: https://folkstime.id/dua-rumah-warga-gombel-minta-ganti-untung-pakuwon/ #folkstime #semarang #pakuwon #jateng #viral

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id
Tags: air bersihbantuan airBPBD SemarangKampung Rejosarikekeringan SemarangKota SemarangMeteseh SemarangPamsimasTembalang
setiawan

setiawan

Browse by Category

  • Bisnis
  • Daerah
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Lifestyle
  • News
  • Semarang
  • Sports
  • Teknologi
  • Travel
  • Travel

Recent News

Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

2 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya