FOLKSTIME.ID – Sebanyak 16 anggota kafilah asal Kota Semarang telah dibekali untuk memperkuat kontingen Jawa Tengah dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Nasional 2026 yang akan digelar di Kota Semarang pada 11–19 September 2026. Pembekalan tersebut dilakukan bersamaan dengan penyerahan uang saku kepada para peserta di Lobby Wali Kota Semarang, Jumat (4/9).
Kota Semarang ditetapkan sebagai pusat penyelenggaraan MTQ XXXI Tingkat Nasional. Sejumlah fasilitas pendukung untuk menyambut kontingen dari berbagai daerah di Indonesia telah disiapkan, mulai dari kawasan Simpang Lima hingga berbagai venue yang tersebar di sejumlah titik Kota Semarang.
Kesiapan sebagai tuan rumah tidak hanya ditujukan pada penyediaan fasilitas, tetapi juga diarahkan pada pelayanan bagi seluruh kafilah yang akan berada di Kota Semarang selama pelaksanaan MTQ Nasional 2026. Pemerintah Kota Semarang juga menempatkan momentum tersebut sebagai kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah kepada para tamu.
“MTQ ke-31 tahun 2026 yang diselenggarakan di Kota Semarang ini merupakan berkah yang luar biasa bagi kita. Selain menjadi titik pusat penyelenggara, kita bertanggung jawab menjaga kenyamanan seluruh kafilah yang hadir,” ujar Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.
MTQ Nasional 2026 Jadi Momentum Ekonomi Kota Semarang
Dampak penyelenggaraan MTQ XXXI juga diperkirakan akan dirasakan sektor ekonomi lokal. Pergerakan para peserta dan tamu selama kegiatan akan turut menopang usaha perhotelan, kuliner, UMKM oleh-oleh, hingga layanan transportasi.
Warga Kota Semarang juga diajak untuk memberikan sambutan yang ramah kepada para peserta dan tamu dari berbagai daerah. Sejumlah destinasi wisata seperti Kota Lama, Pasar Johar, kawasan Kauman, Jalan Pemuda, dan Lawang Sewu diharapkan dapat menjadi bagian dari pengalaman para tamu selama berada di Kota Semarang.
“Selain menjadi tuan rumah, kita juga ingin para tamu mengenal Semarang. Kita punya Kota Lama, Pasar Johar, Kauman, Jalan Pemuda, sampai Lawang Sewu yang bisa dikenalkan kepada para kafilah dan pendamping,” kata Agustina.
Penyelenggaraan MTQ XXXI di Kota Semarang juga akan menghadirkan sejumlah catatan baru. Salah satunya ditandai dengan adanya cabang ekshibisi khusus bagi penyandang disabilitas tuna rungu wicara serta pembentukan Majelis Kode Etik Hakim.
Kehadiran dua unsur tersebut dinilai memperluas nilai inklusivitas dalam penyelenggaraan MTQ Nasional. Ajang tersebut tidak hanya ditempatkan sebagai kompetisi keagamaan, tetapi juga sebagai ruang syiar Islam yang dapat diikuti secara lebih terbuka dan berkeadilan.
16 Kafilah Semarang Diperkuat Dua Peserta Tuna Rungu Wicara
Dari sekitar 1,7 juta penduduk Kota Semarang, sebanyak 16 peserta telah terpilih untuk memperkuat kafilah Jawa Tengah pada MTQ XXXI. Proses seleksi telah dilakukan secara ketat sebelum para peserta ditetapkan untuk tampil di tingkat nasional.
Dua di antara 16 peserta tersebut merupakan penyandang disabilitas tuna rungu wicara. Keduanya akan mendapatkan kesempatan untuk tampil dalam rangkaian MTQ Nasional 2026 di Kota Semarang.
Dukungan terhadap para peserta juga telah diberikan melalui kolaborasi sejumlah lembaga. Bantuan moril dan materiil antara lain didukung PDAM, Bank Jateng, Baznas, serta PTQ untuk membantu memperkuat kesiapan peserta menghadapi kompetisi tingkat nasional.
“Kita ingin mereka tampil dengan kemampuan terbaik yang mereka miliki. Yang paling penting bukan hanya hasil akhirnya, tetapi bagaimana pengalaman ini bisa menjadi bekal dan pengalaman spiritual bagi mereka,” ujar Agustina.
Mental Peserta Tidak Dibebani Target Juara
Target perolehan juara tidak diberikan secara khusus kepada 16 Duta Qur’an Kota Semarang tersebut. Pengalaman mengikuti kompetisi nasional dan kematangan mental justru ditempatkan sebagai bagian penting yang harus diperoleh para peserta.
“Apakah saya memberi target harus juara? Tidak. Sebagai seorang ibu dan guru, saya melihat hal paling utama dalam kompetisi adalah pengalaman batin,” tegas Agustina.
Para peserta juga diminta untuk tidak tampil dengan tekanan berlebihan. Kepercayaan terhadap kemampuan masing-masing peserta dinilai menjadi modal penting ketika menghadapi persaingan di tingkat nasional.
“Kita harus yakin dan percaya diri bahwa saya memiliki uniqueness, saya memiliki diferensiasi. Saya bisa tampil jauh lebih baik. Sikap mental itulah yang akan menguatkan kalian untuk bertanding dengan perasaan yang lebih bebas,” tutur Agustina.
Peserta KTIQ Siapkan Karya tentang Lingkungan dan Kerukunan
Persiapan menghadapi MTQ XXXI telah dilakukan peserta dari berbagai cabang secara intensif. Salah satunya dilakukan Aulia Ais, peserta cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) asal Kota Semarang.
Alumni UIN Walisongo tersebut akan membawakan karya ilmiah yang mengangkat tema pelestarian lingkungan dan kerukunan umat beragama. Materi tersebut dipersiapkan agar gagasan yang disampaikan tidak berhenti pada kompetisi, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“ Saya menjalani seleksi dan latihan sejak Januari. Kuncinya yang pertama adalah konsisten. Yang kedua tidak sombong atau tidak jemawa,” ungkap Aulia.
Karantina Peserta Tilawah Dijaga hingga Hari Perlombaan
Persiapan teknis juga dilakukan secara ketat oleh peserta cabang Tilawah, Umar Izul Haq. Peserta asal Mijan tersebut telah menjalani proses karantina dan pendampingan pelatih untuk menjaga kesiapan bacaan menjelang pelaksanaan lomba.
Karantina mulai dijalani sejak 20 Agustus. Selama proses tersebut, pola latihan dan pendampingan terus dilakukan agar kualitas bacaan dapat dipertahankan hingga waktu pertandingan tiba.
“Untuk karantina mulai dari 20 Agustus kemarin. Jadi empat hari karantina terus dua harinya itu libur. Kemudian kami juga enggak boleh pulang agar bacaan kami tetap stabil hingga hari perlombaan tiba,” kata Umar.
Pendampingan terhadap peserta juga diberikan oleh pelatih yang memiliki pengalaman dan kapasitas hingga tingkat internasional. Materi teknis, pemantapan bacaan, serta kesiapan mental terus diperkuat sebagai bagian dari persiapan menghadapi MTQ XXXI Tingkat Nasional 2026.
Dengan kesiapan venue, peserta, pendamping, dan jajaran pelayanan, Kota Semarang kini bersiap menjadi pusat perhatian nasional selama penyelenggaraan MTQ XXXI. Sebanyak 16 peserta asal Kota Semarang yang memperkuat Jawa Tengah diharapkan dapat tampil optimal sekaligus membawa pengalaman berharga dari panggung MTQ Nasional 2026. (tya)













