FOLKSTIME.ID — Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kota Semarang tidak ingin sekadar menjadi peserta pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Dalam debutnya di ajang olahraga tingkat provinsi tersebut, Barongsai Kota Semarang langsung memasang target minimal lima medali emas dari 10 nomor pertandingan.
Salah satu nomor yang menjadi perhatian adalah naga kecepatan. Pelatih Barongsai Kota Semarang, Robert, menyebut catatan waktu timnya kini berada di kisaran 45 detik. Angka tersebut hanya terpaut sekitar dua detik dari catatan juara pertama pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) yang berada di kisaran 43 detik.
“Di kategori naga kecepatan, patokan di PON itu juara satunya 43 detik. Kita sudah bisa 45 detik, selisih dua detik,” kata Robert seusai latihan, Rabu (23/9) malam.
Catatan tersebut menjadi modal penting bagi tim Barongsai Kota Semarang menjelang Porprov Jateng 2026. Tim terus mengasah kecepatan, teknik, dan koordinasi agar mampu bersaing dengan kontingen dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Bukan Sekadar Debut, Semarang Pasang Target Lima Emas
Porprov Jateng 2026 akan menjadi penampilan perdana FOBI Kota Semarang di ajang olahraga tingkat provinsi. Meski berstatus debutan, tim tidak datang tanpa target.
Ketua FOBI Kota Semarang, Wahyoe Winarto atau Liluk, mengatakan sebanyak 10 nomor pertandingan akan diikuti. Dari jumlah tersebut, pihaknya menargetkan sedikitnya lima medali emas.
“Target kita perolehan emas sebanyak-banyaknya. Kalau realistis, dari 10 nomor yang dilombakan, paling tidak lima ke atas,” ujar Liluk.
Sebanyak 27 hingga 30 personel dipersiapkan untuk memperkuat kontingen Barongsai Kota Semarang. Persiapan dilakukan dengan menyesuaikan program latihan terhadap karakteristik masing-masing nomor.
Latihan Hampir Setiap Hari, Chemistry Atlet Jadi Penentu
Persiapan Porprov Jateng 2026 digenjot sepanjang September. Para atlet menjalani latihan hampir setiap hari untuk meningkatkan kemampuan teknis sekaligus membangun kekompakan.
“Senin sampai Jumat kita tidak pernah off, selalu latihan. Bulan depan kita akan menambah sesi latihan di hari Minggu,” jelas Robert.
Menurutnya, kekompakan menjadi salah satu faktor penting dalam pertandingan Barongsai. Dalam satu kostum Barongsai terdapat dua atlet yang harus mampu bergerak secara presisi dan selaras.
Karena itu, pasangan atlet tidak mudah diganti menjelang pertandingan. Chemistry antara dua atlet membutuhkan proses latihan yang panjang agar setiap gerakan dapat dilakukan secara bersamaan.
“Kalau di sisi Barongsai itu memang olahraga harus dua orang. Mereka harus punya chemistry. Kalau pergantian di akhir-akhir tidak bisa, karena ini sudah latihan berbulan-bulan,” katanya.
KONI Semarang Harap Barongsai Jadi Penyumbang Medali
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang memasukkan Barongsai sebagai salah satu cabang olahraga yang diharapkan dapat menyumbangkan medali bagi kontingen Kota Semarang pada Porprov Jateng 2026.
Ketua KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, berharap para atlet mampu tampil maksimal pada seluruh nomor yang diikuti.
“Saya harapannya bisa sapu bersih. Saya melihat organisasi yang dikelola Mas Liluk dan teman-teman ini salah satu organisasi yang patut ditiru organisasi lain, dikelola secara profesional,” ujar Arnaz saat kegiatan Tilik Atlet.
Barongsai Kota Semarang juga memiliki pengalaman prestasi sebelum tampil di Porprov. Sejumlah atlet asal Kota Semarang bahkan telah dipercaya memperkuat tim Jawa Tengah.
Solo hingga Rembang Masuk Peta Persaingan
FOBI Kota Semarang menyadari perjuangan meraih medali emas tidak akan mudah. Sejumlah daerah seperti Solo, Kudus, Tegal, dan Rembang menjadi kontingen yang diperhitungkan dalam persaingan Barongsai Porprov Jateng 2026.
Pengalaman bertanding menjadi salah satu modal yang dibawa tim Semarang. Dalam salah satu kejuaraan sebelumnya, Barongsai Kota Semarang berhasil mengoleksi tiga medali emas dan satu medali perak.
Hasil tersebut menjadi tambahan motivasi bagi para atlet sebelum menjalani debut di Porprov Jateng 2026.
Dengan persiapan yang terus digenjot, FOBI Kota Semarang membidik minimal lima medali emas dari 10 nomor pertandingan. Nomor naga kecepatan menjadi salah satu perhatian setelah catatan waktu tim Semarang mencapai sekitar 45 detik atau hanya terpaut dua detik dari patokan juara pertama di PON.
Porprov Jateng 2026 sekaligus menjadi panggung bagi Barongsai Kota Semarang untuk mengukur kemampuan, pengalaman, dan hasil latihan di level olahraga provinsi.













