FOLKSTIME.ID – Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 dimanfaatkan DPD IKAL LEMHANNAS RI Jawa Tengah bersama SMA Kesatrian 1 Semarang untuk memperkuat semangat bela negara di kalangan generasi muda.
Hal itu diwujudkan melalui persiapan Program Sekolah Bela Negara yang mulai dimatangkan lewat rapat koordinasi pada Rabu (20/5/2026).
Program tersebut dipandang sebagai langkah konkret dalam membangun karakter pelajar yang disiplin, berintegritas, serta memiliki jiwa kepemimpinan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Ketua DPD IKAL LEMHANNAS RI Jawa Tengah, Sri Puryono, menilai semangat kebangkitan nasional harus dimulai dari upaya menjaga kualitas generasi muda sebagai penerus bangsa.
Menurutnya, pendidikan bela negara menjadi sangat penting di tengah tantangan sosial yang terus berkembang.
“Saya mengapresiasi upaya yang dilakukan SMA Kesatrian 1 Semarang yang luar biasa. Pendidikan dan pemahaman bela negara sangat diperlukan di saat terjadi keprihatinan terhadap marwah bela negara,” ujar Sri Puryono.
Ia menegaskan, disiplin, integritas, dan prestasi menjadi tiga fondasi utama dalam membangun generasi muda yang kuat. Dalam momentum Harkitnas 2026, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga tunas bangsa demi kedaulatan negara.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Sekretaris DPD IKAL LEMHANNAS RI Jawa Tengah, Muhammad Nawir. Ia menekankan pentingnya penyusunan Term of Reference (TOR), silabus, dan konsep pembelajaran yang terstruktur agar Program Sekolah Bela Negara dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Menurut Nawir, kesiapan perangkat pembelajaran menjadi faktor penting agar program tidak hanya bersifat simbolis, tetapi benar-benar mampu membentuk karakter pelajar.
Di sisi lain, Kepala SMA Kesatrian 1 Semarang, Asik Budiman, menyebut kerja sama dengan IKAL Lemhannas sebagai penguatan identitas sekolah yang selama ini berbasis pendidikan bela negara.
Ia mengatakan para siswa telah memiliki dasar organisasi dan kepemimpinan yang baik. Melalui kolaborasi ini, kemampuan mereka diharapkan semakin berkembang dengan dukungan pemikiran strategis dari para alumni Lemhannas.
“Fokus kita adalah menanamkan tiga pilar utama, yakni kedisiplinan tingkat tinggi, integritas tanpa kompromi, dan jiwa kepemimpinan yang mengakar pada nilai-nilai Pancasila,” kata Asik Budiman.
Melalui Program Sekolah Bela Negara, kedua pihak berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki nasionalisme kuat dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan bangsa.







