Bappeda Kota Semarang meluncurkan aplikasi Goessti berbasis Google Spreadsheets Internal untuk memperkuat penatausahaan keuangan daerah yang lebih akurat, transparan, dan real-time

Folkstime.id - Bappeda Kota Semarang meluncurkan aplikasi Goessti berbasis Google Spreadsheets Internal untuk memperkuat penatausahaan keuangan daerah yang lebih akurat, transparan, dan real-time

FOLKSTIME.ID – Penerapan sistem digital penatausahaan keuangan berbasis aplikasi telah dihadirkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang melalui inovasi Google Spreadsheets Internal (Goessti) untuk meningkatkan akuntabilitas pengelolaan barang persediaan dan laporan keuangan daerah.

Digitalisasi Penatausahaan Keuangan Daerah

Upaya peningkatan efektivitas, efisiensi, serta transparansi tata kelola keuangan daerah telah diwujudkan melalui pengembangan aplikasi Goessti yang dirancang untuk menggantikan sistem pencatatan manual yang sebelumnya digunakan dalam pengelolaan persediaan barang di lingkungan Bappeda Kota Semarang.

Sistem ini dikembangkan agar seluruh proses pencatatan kebutuhan operasional seperti alat tulis kantor, perlengkapan rumah tangga, hingga peralatan pendukung kerja lainnya dapat terdokumentasi secara terintegrasi dan berbasis digital. Dengan penerapan tersebut, setiap transaksi barang keluar maupun penggunaan persediaan dapat direkap secara waktu nyata sehingga kualitas data keuangan dapat ditingkatkan.

Integrasi Sistem Monitoring Persediaan

Sebelum penerapan sistem digital tersebut, pencatatan persediaan masih dilakukan secara manual melalui spreadsheet sederhana yang belum terhubung secara sistematis sehingga proses pemantauan tidak dapat dilakukan secara langsung dan berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian data. Kondisi tersebut dinilai dapat mempengaruhi akurasi laporan keuangan daerah.

Melalui sistem Goessti, proses monitoring dan evaluasi terhadap pengelolaan barang persediaan dapat dilakukan secara lebih mudah karena setiap data yang masuk telah terekam secara otomatis dan dapat ditelusuri kembali untuk kebutuhan pemeriksaan maupun audit internal.

“Pencatatan sebelumnya masih dilakukan secara manual dan belum terintegrasi secara digital, sehingga pemantauan tidak dapat dilakukan secara real time dan berpotensi menimbulkan kesalahan,” ujar Kepala Sub Bagian Keuangan dan BMD Bappeda Kota Semarang, Gusti Ayu Dewi Puspasari.

“Dengan aplikasi ini, seluruh pencatatan kebutuhan seperti alat tulis kantor, perlengkapan rumah tangga, dan barang lainnya telah dimasukkan dalam sistem terintegrasi sehingga lebih mudah direkap secara langsung,” lanjutnya.

“Penyusunan laporan persediaan menjadi lebih akurat dan sangat mendukung terciptanya laporan keuangan yang akuntabel di lingkungan Bappeda,” tambahnya.

“Risiko kesalahan pencatatan, duplikasi data, hingga kesalahan perhitungan dapat diminimalkan sehingga kualitas laporan persediaan dan laporan keuangan dapat lebih terjaga,” jelasnya.

“Setiap transaksi juga dapat ditelusuri kembali sehingga proses monitoring, evaluasi, maupun pemeriksaan pengelolaan persediaan menjadi lebih mudah dilakukan,” ungkapnya.

Peningkatan Akuntabilitas dan Efisiensi

Penerapan aplikasi Goessti telah mendorong peningkatan kinerja organisasi melalui pemanfaatan teknologi informasi dalam tata kelola pemerintahan daerah. Efisiensi kerja dinilai meningkat seiring dengan berkurangnya beban administrasi manual yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih panjang dalam proses pencatatan dan pelaporan.

Transparansi data juga telah diperkuat karena setiap perubahan dan penggunaan barang persediaan tercatat secara sistematis dalam sistem digital, sehingga mendukung prinsip akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah.

Pengembangan Menuju Level Pemerintah Kota

Saat ini, implementasi aplikasi Goessti masih diterapkan secara internal di lingkungan Bappeda Kota Semarang. Namun, pengembangan sistem tersebut telah diproyeksikan untuk dapat diperluas penggunaannya ke seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Semarang guna memperkuat sistem transparansi dan akuntabilitas keuangan secara menyeluruh.

Selain itu, inovasi digital ini juga telah masuk dalam kajian riset ilmiah sebagai bentuk penguatan tata kelola berbasis teknologi yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut untuk mendukung sistem pemerintahan digital di tingkat kota.(tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME – Amerika Serikat (AS) dan Iran resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) gencatan senjata serta kesepakatan damai sementara yang memuat 14 poin utama. Kesepakatan ini menjadi langkah awal untuk menghentikan konflik berkepanjangan dan membuka peluang terciptanya perdamaian permanen di kawasan Timur Tengah. Dalam kesepakatan tersebut, kedua negara sepakat menghentikan seluruh operasi militer di semua front, termasuk yang berkaitan dengan konflik di Lebanon. Penghentian perang berlaku segera dan akan dijalankan selama masa gencatan senjata 60 hari sebagai tahap awal menuju penyelesaian konflik secara menyeluruh. Salah satu poin penting lainnya adalah pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia. Blokade angkatan laut AS disebut akan berakhir dalam waktu 30 hari. Sebagai timbal balik, Iran menjamin keamanan dan kelancaran pelayaran kapal-kapal komersial yang melintasi selat tersebut tanpa biaya tambahan selama 60 hari. Kesepakatan juga menegaskan komitmen kedua negara untuk saling menghormati kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing serta tidak melakukan intervensi terhadap urusan domestik pihak lain. Di sektor keamanan, Iran kembali menegaskan sikapnya untuk tidak memperoleh maupun mengembangkan senjata nuklir. Pernyataan ini menjadi salah satu fondasi utama dalam proses normalisasi hubungan kedua negara yang selama puluhan tahun berada dalam ketegangan. Sementara itu, Washington berkomitmen menghentikan seluruh bentuk sanksi terhadap Iran, membuka akses terhadap aset dan dana yang selama ini dibekukan, serta tidak menambah pengerahan pasukan di kawasan. Kesepakatan damai sementara ini juga mencakup rencana pendanaan rekonstruksi Iran pascakonflik. AS bersama negara-negara mitra disebut akan menyiapkan dana sedikitnya 300 miliar dolar AS atau setara Rp5.328 triliun untuk mendukung pemulihan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kedua pihak selanjutnya akan melanjutkan perundingan intensif guna merumuskan kesepakatan damai final. Negosiasi tersebut ditargetkan rampung dalam waktu maksimal 60 hari. Jika seluruh poin dapat dijalankan sesuai komitmen yang telah disepakati, kesepakatan ini berpotensi menjadi salah satu terobosan diplomatik terbesar dalam hubungan AS-Iran sekaligus mengurangi ketegangan yang selama ini memengaruhi stabilitas politik dan ekonomi global. Sumber Video : Telegram RezistanceTrench #trump #hormuz #nuclear #indonesia #peace

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *