Kota Semarang meraih pengakuan internasional setelah inovasi AI pengelolaan sampah AISSA masuk 30 terbaik Guangzhou Award 2026 di tengah persaingan 248 kota dunia.

Kota Semarang meraih pengakuan internasional setelah inovasi AI pengelolaan sampah AISSA masuk 30 terbaik Guangzhou Award 2026 di tengah persaingan 248 kota dunia.

FOLKSTIME.ID – Inovasi AI pengelolaan sampah AISSA (Artificial Intelligence Solusi Sampah) milik Pemerintah Kota Semarang berhasil masuk dalam daftar 30 Exemplary Initiatives pada ajang 7th Guangzhou International Award for Urban Innovation 2026. Pengakuan internasional tersebut semakin mengukuhkan Kota Semarang sebagai daerah yang mampu menghadirkan inovasi perkotaan berbasis teknologi untuk menjawab tantangan pengelolaan lingkungan.

Pengumuman capaian tersebut disampaikan dalam rangkaian 2026 United Cities and Local Governments (UCLG) World Congress di Tangier, Maroko, pada 25 Juni 2026. Keberhasilan inovasi AI pengelolaan sampah AISSA dinilai menjadi bukti transformasi digital yang dijalankan Pemerintah Kota Semarang mampu bersaing di tingkat global sekaligus mendukung pembangunan kota berkelanjutan.

Ajang Guangzhou International Award for Urban Innovation merupakan penghargaan internasional dua tahunan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Guangzhou bersama United Cities and Local Governments (UCLG) dan Metropolis. Penghargaan tersebut diberikan kepada pemerintah kota yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi dalam tata kelola pemerintahan, transformasi digital, pelayanan publik, lingkungan hidup, hingga pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

“Penghargaan ini adalah pengakuan terhadap kerja bersama seluruh elemen Kota Semarang dalam membangun pemerintahan yang responsif, inovatif, dan berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat. Kota yang maju bukan hanya yang mampu membangun infrastruktur, tetapi juga yang mampu menghadirkan solusi cerdas bagi kehidupan warganya,” ujar Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng.

Menurut Agustina, transformasi digital akan terus diperkuat sebagai fondasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence disebut tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, transparan, efektif, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan setiap inovasi benar-benar memberikan manfaat bagi warga. Teknologi harus menjadi alat untuk mempercepat pelayanan, menjaga lingkungan, meningkatkan efisiensi pemerintahan, dan menjadikan Kota Semarang semakin nyaman, bersih, dan berdaya saing. Pengakuan dunia ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan terobosan-terobosan baru,” katanya.

Pengakuan Dunia di Tengah Persaingan Global

Pada penyelenggaraan Guangzhou Award ke-7, tercatat sebanyak 381 inovasi dari 248 kota yang berasal dari 60 negara ikut berkompetisi. Berbagai inovasi mengenai kecerdasan buatan, tata kelola digital, pelayanan publik, hingga ketahanan iklim diseleksi oleh Komite Teknis yang terdiri atas sembilan pakar internasional.

Dalam proses seleksi tersebut, AISSA Kota Semarang berhasil ditetapkan sebagai salah satu dari 30 inovasi terbaik dunia. Capaian itu dinilai memperlihatkan bahwa inovasi yang dikembangkan pemerintah daerah Indonesia mampu memenuhi standar internasional dalam penyelesaian persoalan perkotaan.

AISSA sendiri dikembangkan sebagai sistem pengelolaan sampah berbasis Artificial Intelligence yang dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas pemantauan, analisis, serta penanganan sampah secara terintegrasi. Sistem tersebut menjadi bagian dari transformasi tata kelola lingkungan yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Semarang menuju kota cerdas dan berkelanjutan.

Perkuat Posisi Semarang di Kancah Internasional

Keberhasilan tersebut menempatkan Kota Semarang sejajar dengan sejumlah kota dunia yang dikenal memiliki praktik terbaik dalam inovasi perkotaan, di antaranya Moskow, Wina, dan Bristol. Posisi tersebut sekaligus memperkuat reputasi Semarang sebagai salah satu kota di Indonesia yang mampu menghadirkan inovasi berstandar global.

Melalui pengakuan internasional tersebut, arah pembangunan Kota Semarang dinilai semakin menunjukkan komitmen terhadap digitalisasi pelayanan publik, penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas lingkungan, serta pengembangan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Capaian tersebut juga menjadi bukti bahwa berbagai tantangan perkotaan dapat dijawab melalui pemanfaatan teknologi, kolaborasi, dan inovasi yang berkelanjutan sehingga Kota Semarang tidak hanya mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu referensi inovasi perkotaan di tingkat internasional.

1 thought on “Kota Semarang Diakui Dunia, Inovasi AI Pengelolaan Sampah AISSA Masuk 30 Inovasi Perkotaan Terbaik Guangzhou Award 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *