BPBD Kota Semarang menyiapkan 900 ribu liter cadangan air bersih untuk menghadapi musim kemarau 2026.

BPBD Kota Semarang menyiapkan 900 ribu liter cadangan air bersih untuk menghadapi musim kemarau 2026.

FOLKSTIME.ID – Sebanyak 900 ribu liter cadangan air bersih telah disiapkan BPBD Kota Semarang sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi krisis air bersih selama musim kemarau 2026. Distribusi bantuan dipastikan akan langsung dilakukan setelah laporan kekeringan diterima dari wilayah terdampak, sehingga kebutuhan dasar masyarakat dapat segera dipenuhi.

Pemetaan wilayah rawan kekeringan juga telah diselesaikan BPBD Kota Semarang dengan menetapkan sejumlah kawasan berstatus zona kuning. Kecamatan Tembalang, Ngaliyan, Tugu, dan Gunungpati menjadi daerah yang diprioritaskan dalam pemantauan karena setiap musim kemarau kerap mengalami penurunan pasokan air bersih. Frasa kunci seperti cadangan air bersih BPBD Kota Semarang, musim kemarau 2026, dan wilayah rawan kekeringan menjadi fokus penanganan pemerintah.

Kelurahan Rowosari, Meteseh, Bulusan, Mangunharjo, Wonosari, Mangkang, Mangkang Kulon, Mangkang Wetan, Cepoko hingga sebagian Sukorejo telah dimasukkan dalam daftar prioritas pemantauan. Potensi kekeringan diperkirakan meningkat pada Agustus hingga September sehingga kesiapsiagaan armada distribusi air bersih terus diperkuat.

Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, mengatakan cadangan air bersih yang telah disiapkan mencapai sekitar 900 ribu liter atau setara sekitar 100 tangki air dan seluruhnya siap didistribusikan kapan pun diperlukan. “Untuk saat ini stok air bersih kami sekitar 900 ribu liter dan semuanya sudah siap didistribusikan. Sampai sekarang penyaluran memang masih sedikit, baru sekitar delapan tangki air bersih yang sudah kami salurkan. Namun apabila masyarakat membutuhkan, kami siap mengirimkan kapan saja setelah laporan diterima,” ujarnya, Selasa (7/7/2026).

Distribusi Air Dilakukan Setelah Laporan dari Kelurahan

Mekanisme penyaluran bantuan air bersih dijelaskan dilakukan melalui laporan masyarakat kepada pemerintah kelurahan. Data lokasi terdampak beserta penanggung jawab kemudian diteruskan kepada BPBD Kota Semarang agar armada tangki dapat segera diberangkatkan menuju lokasi yang membutuhkan.

“Kami berharap masyarakat melapor melalui kelurahan masing-masing. Kelurahan kemudian menghubungi BPBD dengan menyampaikan titik lokasi dan contact person. Setelah itu armada langsung kami kirim ke lokasi,” kata Endro.

Menurutnya, air bersih yang disalurkan diperoleh melalui kerja sama dengan Perumda Air Minum (PDAM), sementara proses distribusi dilakukan menggunakan armada mobil tangki milik BPBD Kota Semarang.

Ia juga memastikan kebutuhan masyarakat tetap akan dipenuhi apabila permintaan meningkat melebihi cadangan yang tersedia. Dukungan distribusi tambahan telah dipersiapkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami juga bekerja sama dengan CSR. Ketika stok mulai berkurang, bantuan distribusi air bersih akan dibantu oleh perusahaan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” tuturnya.

Sumur Artesis Belum Menjadi Solusi di Semua Lokasi

Selain penanganan darurat melalui distribusi air bersih, upaya jangka panjang terus dilakukan bersama pemerintah pusat, Dinas Pekerjaan Umum, Perkim, dan Program Pamsimas melalui pembangunan sarana penyediaan air bersih serta sumur artesis di sejumlah wilayah.

Namun, pembangunan sumur artesis disebut belum dapat diterapkan di seluruh kawasan rawan kekeringan karena kondisi geologi setiap wilayah berbeda. Di sejumlah lokasi, pengeboran sumur dalam bahkan tidak menghasilkan sumber air.

“Di Rowosari misalnya, sudah dua kali dilakukan pengeboran sumur dalam tetapi yang keluar justru gas, bukan air. Artinya tidak semua lokasi layak dibangun sumur artesis. Karena itu alternatif yang paling memungkinkan adalah memperluas jaringan distribusi PDAM,” jelas Endro.

Ia menambahkan pembangunan sumur dalam sebelumnya juga telah dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk Jabungan, Kecamatan Banyumanik, melalui koordinasi bersama DPU dan Perkim Kota Semarang.

Permintaan Air Bersih Diperkirakan Meningkat

Hingga awal Juli 2026, sebanyak delapan tangki air bersih telah disalurkan ke sejumlah titik, meliputi Kelurahan Kalipancur, Perum Permata Tembalang, Griya Permata Permai, Perum Lestari Indah, Kantor BPBD Kota Semarang, serta Kelurahan Bulusan.

Memasuki puncak musim kemarau, permintaan bantuan air bersih diperkirakan akan terus meningkat. Karena itu, pemantauan wilayah rawan kekeringan dilakukan secara berkelanjutan melalui koordinasi dengan BMKG, Perumda Air Minum (PDAM), pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, serta perusahaan mitra melalui program CSR.

Masyarakat diimbau menggunakan air secara hemat, segera melaporkan apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih, serta mendukung upaya konservasi sumber daya air agar dampak kekeringan selama musim kemarau 2026 dapat diminimalkan.(tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID – Ledakan hebat disertai kebakaran mengguncang sebuah pabrik di Kawasan Industri Candi, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 09.56 WIB. Peristiwa yang diduga dipicu meledaknya tabung sterilisasi itu menewaskan satu orang pekerja dan menyebabkan tujuh pekerja lainnya mengalami luka bakar. Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphard, mengatakan ledakan terjadi saat aktivitas produksi sedang berlangsung. «”Untuk sementara, saat proses produksi berlangsung diduga tabung sterilisasi meledak lalu memicu kebakaran. Korban satu orang meninggal dunia dan tujuh lainnya mengalami luka bakar,” kata Aliet.» Seluruh korban telah dievakuasi ke RS Tugurejo Semarang untuk mendapatkan perawatan. Hingga kini polisi masih menyelidiki penyebab pasti ledakan. Aparat juga belum memastikan jenis produksi pabrik tersebut, termasuk informasi yang menyebut pabrik memproduksi bahan herbal. Lokasi kejadian telah dipasang garis polisi dan operasional pabrik dihentikan sementara. Penanganan kasus selanjutnya dilimpahkan ke Satreskrim Polrestabes Semarang yang akan mendalami penyebab ledakan, kondisi operasional, hingga perizinan perusahaan. #semarang #viral #jateng #semarangviral #kerja

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

1 thought on “BPBD Semarang Siagakan 900 Ribu Liter Air Bersih, Wilayah Rawan Kekeringan Dipantau Ketat Jelang Puncak Kemarau 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *