
Desa Cipetung, Kabupaten Brebes, resmi keluar dari status blank spot setelah BTS Telkomsel beroperasi.
FOLKSTIME.ID – Akses jaringan seluler di Desa Cipetung, Kabupaten Brebes, kini telah diperkuat setelah BTS Telkomsel dioperasikan. Kehadiran infrastruktur telekomunikasi tersebut dinilai membuka akses komunikasi digital, layanan pendidikan, informasi publik, hingga peluang pengembangan ekonomi masyarakat yang selama bertahun-tahun berada di wilayah blank spot.
Selama puluhan tahun, aktivitas komunikasi masyarakat Desa Cipetung harus dilakukan dengan berbagai keterbatasan akibat minimnya sinyal seluler. Dengan beroperasinya BTS Telkomsel, layanan internet dan komunikasi kini dapat diakses lebih mudah sehingga kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital mulai terpenuhi.
Sebagai bentuk syukur atas hadirnya jaringan tersebut, kegiatan Koneksi Kuat Nyedulur (KKN) Bareng Telkomsel diselenggarakan dengan melibatkan masyarakat Desa Cipetung. Berbagai kegiatan sosial digelar, mulai dari penyaluran bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), silaturahmi bersama warga, hingga pertandingan sepak bola persahabatan antara karyawan Telkomsel dan masyarakat setempat.
GM Region Network Region Jateng & DIY Telkomsel, M Idham Kadir, mengatakan pembangunan jaringan tidak hanya ditujukan untuk menghadirkan teknologi, tetapi juga membawa manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Bagi Telkomsel, membangun jaringan bukan hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga menghadirkan harapan. Di balik setiap BTS yang berdiri, ada anak-anak yang kini bisa belajar lebih mudah, ada keluarga yang dapat saling terhubung tanpa hambatan, dan ada pelaku usaha yang memiliki kesempatan memperluas usahanya. Inilah makna dan tujuan yang selalu kami pegang, bahwa selain menjalankan bisnis, Telkomsel ingin terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Pemerataan Akses Digital
Melalui pengoperasian BTS tersebut, akses terhadap layanan pendidikan berbasis internet diharapkan semakin mudah dimanfaatkan oleh para pelajar. Selain itu, pelaku UMKM juga diberikan peluang lebih besar untuk memasarkan produknya melalui platform digital, sementara masyarakat dapat mengakses informasi pemerintahan maupun layanan kesehatan secara lebih cepat.
Kehadiran jaringan telekomunikasi juga dinilai menjadi bagian penting dalam mempercepat transformasi digital di wilayah pedesaan. Infrastruktur komunikasi yang semakin memadai diharapkan mampu mempersempit kesenjangan digital antara desa dan perkotaan.
Apresiasi Warga Desa
Kepala Desa Cipetung, Kusyati, menyampaikan apresiasi atas hadirnya jaringan Telkomsel yang telah mengakhiri keterbatasan akses komunikasi di wilayahnya.
“Selama puluhan tahun masyarakat Desa Cipetung hidup tanpa jaringan seluler yang memadai. Hari ini kami merasakan perubahan besar. Atas nama seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Telkomsel yang telah memerdekakan desa kami dari blank spot. Kami juga sangat mengapresiasi kegiatan kebersamaan hari ini, mulai dari bermain sepak bola bersama warga hingga kepedulian sosial melalui pemberian CSR kepada masyarakat yang membutuhkan. Semoga Telkomsel semakin jaya,” kata Kusyati.
Selain menghadirkan konektivitas, kegiatan KKN Bareng Telkomsel juga dimanfaatkan sebagai sarana mempererat hubungan antara perusahaan dengan masyarakat melalui aktivitas sosial dan olahraga yang melibatkan warga secara langsung.
Komitmen Perluas Jaringan
Komitmen untuk memperluas pemerataan jaringan telekomunikasi di berbagai wilayah Indonesia ditegaskan akan terus dilanjutkan. Pengembangan infrastruktur digital tersebut diharapkan mampu mendorong pemanfaatan teknologi secara positif, produktif, dan inklusif sehingga manfaat konektivitas dapat dirasakan oleh semakin banyak masyarakat, termasuk di daerah yang sebelumnya masih mengalami keterbatasan akses komunikasi.(tya)
