Dalam peringatan HUT ke-56, Astra Motor meresmikan sistem Solar Photovoltaic (Solar PV) 40 kWp di Safety Riding Center Jawa Tengah, Semarang.

Dalam peringatan HUT ke-56, Astra Motor meresmikan sistem Solar Photovoltaic (Solar PV) 40 kWp di Safety Riding Center Jawa Tengah, Semarang.

FOLKSTIME.ID – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56, Astra Motor semakin memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan dengan meresmikan penggunaan sistem Solar Photovoltaic (Solar PV) berkapasitas 40 kilowatt peak (kWp) di Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah, Bukit Semarang Baru (BSB), Kota Semarang, Kamis (16/7/2026).

Peresmian dilakukan oleh Chief Executive Astra Motor, Robien Tony, bersama Chief Operating Officer Astra Motor, Budi Astono. Kehadiran pembangkit listrik tenaga surya tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperluas pemanfaatan energi baru terbarukan sekaligus mendukung operasional yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Robien Tony menjelaskan, pemasangan Solar PV tidak hanya meningkatkan kualitas fasilitas Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah, tetapi juga menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat secara berkelanjutan.

Menurutnya, pemanfaatan panel surya berkapasitas 40 kWp merupakan implementasi dari pilar AM Greeners yang berfokus pada pelestarian lingkungan melalui penggunaan energi bersih dan pengurangan emisi dari aktivitas operasional perusahaan.

“Pemanfaatan solar panel ini merupakan salah satu langkah nyata Astra Motor dalam menggunakan energi yang lebih ramah lingkungan sekaligus menekan dampak emisi dari kegiatan operasional perusahaan,” ujar Robien.

Ia menambahkan, energi yang dihasilkan dari sistem Solar PV akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik di gedung Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah. Dengan memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi, ketergantungan terhadap listrik berbasis energi konvensional dapat dikurangi sehingga efisiensi energi meningkat dan emisi gas rumah kaca dapat ditekan.

Hingga saat ini, Astra Motor telah memasang Solar PV dengan total kapasitas 321,82 kWp di berbagai jaringan operasionalnya. Pemanfaatan energi tersebut mampu menghasilkan energi terbarukan sebesar 1.564 gigajoule (GJ) per tahun dan berkontribusi menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 338,9 ton CO₂e setiap tahun.

Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa penggunaan energi surya tidak hanya mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil, tetapi juga mendukung upaya perusahaan dalam menekan jejak karbon di seluruh aktivitas operasionalnya.

Robien menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Astra Motor dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui program Astra Motor Sustainability Aspiration 2030.

“Kami ingin terus berkembang sebagai perusahaan yang peduli terhadap lingkungan, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, transparan, dan berintegritas,” katanya.

Komitmen keberlanjutan Astra Motor juga diwujudkan melalui empat pilar kontribusi sosial, yakni AM Health di bidang kesehatan, AM Smart pada sektor pendidikan, AM Greeners untuk pelestarian lingkungan, serta AM Growth yang berfokus pada pengembangan kewirausahaan.

Melalui penggunaan Solar PV di Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah, perusahaan tidak hanya menyediakan fasilitas edukasi keselamatan berkendara, tetapi juga menghadirkan sarana yang lebih hemat energi dan berkelanjutan.

“Melalui pemanfaatan energi terbarukan ini, Astra Motor berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat. Mari bergerak bersama untuk hari ini dan masa depan Indonesia,” tutup Robien.(mus)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, pada Kamis malam, 9 Juli 2026. Penangkapan ini menggegerkan publik. Etik diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi berupa pemerasan terhadap bawahannya atau sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Operasi senyap KPK berlangsung sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari di wilayah Soloraya. Setelah diamankan, Etik sempat menjalani pemeriksaan awal di Mapolresta Surakarta sebelum diberangkatkan ke Jakarta. Sekitar pukul 05.41 WIB, Jumat (10/7), Etik bersama sejumlah pihak lainnya diterbangkan ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan total 18 orang. Sebanyak sembilan orang, termasuk tiga aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Sukoharjo, dibawa ke Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut. Tak hanya itu, tim penyidik juga menyita barang bukti bernilai miliaran rupiah. Barang bukti tersebut berupa logam mulia (emas) serta uang tunai dalam mata uang Rupiah, Dolar Singapura, dan Dolar Australia. Hingga saat ini, KPK masih mendalami perkara dan akan menentukan status hukum para pihak yang diamankan setelah proses pemeriksaan selesai. #sukoharjo #bupati #korupsi #kpk #jateng

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *