
Proses pengusulan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional memasuki tahap verifikasi lapangan oleh Tim Kementerian Sosial di Kota Semarang.
FOLKSTIME.ID – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menerima Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) Kementerian Sosial RI di Balai Kota Semarang, Selasa (14/7), sebagai bagian dari verifikasi lapangan terhadap usulan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan kelengkapan data, validitas kajian akademik, serta penguatan bukti sejarah sebelum usulan diproses ke tahap berikutnya.
Verifikasi lapangan terhadap usulan gelar Pahlawan Nasional KH Sholeh Darat dilaksanakan pada 14-16 Juli 2026 dengan melibatkan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kota Semarang. Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Aksesibilitas Sosial Abdul Muis, sejarawan Universitas Diponegoro Prof. Dr. Yety Rochwulaningsih, Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, ahli waris KH Sholeh Darat, serta unsur pemerintah daerah, akademisi, TNI-Polri, dan sejarawan.
Pengusulan KH Sholeh Darat dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat rekam jejak perjuangan tokoh ulama asal Semarang yang dikenal berperan besar dalam penyebaran ilmu keislaman, pendidikan, serta pembentukan nilai-nilai kebangsaan melalui karya dan pemikirannya. Proses verifikasi juga diarahkan untuk memperkuat dokumen akademik sebagai syarat administrasi pengajuan gelar Pahlawan Nasional.
“Pengusulan beliau sebagai Pahlawan Nasional bukan hanya semata-mata untuk memberikan penghormatan kepada tokoh, tetapi lebih dari itu merupakan ikhtiar menghadirkan keteladanan yang memberi arah pada perjalanan perjuangan bangsa ini,” kata Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng.
Menurut Agustina, KH Sholeh Darat tidak hanya dikenang sebagai ulama besar, tetapi juga sebagai tokoh yang menjaga nilai sosial dan budaya masyarakat di tengah masa penjajahan Hindia Belanda. Perannya disebut telah membuka akses masyarakat terhadap pemahaman ajaran Islam melalui penerjemahan berbagai kitab keagamaan, termasuk Al-Qur’an, ke dalam bahasa yang lebih mudah dipahami sehingga penyebaran ilmu agama semakin luas di Jawa Tengah.
Ia juga menyampaikan bahwa pengaruh KH Sholeh Darat tidak berhenti pada karya-karyanya, melainkan diwariskan melalui para murid yang kemudian menjadi tokoh penting bangsa, seperti KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asy’ari, dan RA Kartini. Jejak pemikiran sang ulama, lanjutnya, masih dapat ditemukan dalam berbagai karya dan pemikiran tokoh-tokoh tersebut.
“Karena itu Pemerintah Kota Semarang berkomitmen mengawal seluruh tahapan pengusulan, mulai dari penyusunan dokumen, penguatan kajian akademik, hingga pembentukan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah yang melibatkan pemerintah, akademisi, sejarawan, dan tokoh masyarakat,” ujar Agustina.
Sementara itu, Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Aksesibilitas Sosial Abdul Muis menyampaikan bahwa hasil sidang TP2GP menyatakan usulan KH Sholeh Darat telah memenuhi syarat dengan sejumlah catatan yang masih harus disempurnakan.
“Berdasarkan hasil sidang TP2GP, usulan KH Sholeh Darat dinyatakan memenuhi syarat dengan sejumlah catatan penyempurnaan yang saat ini sedang ditindaklanjuti bersama tim akademik penyusun naskah,” ujar Abdul Muis.
Ia menegaskan, penyempurnaan tersebut difokuskan pada penguatan sumber data primer serta pendalaman narasi mengenai kontribusi KH Sholeh Darat dalam membangun kesadaran kebangsaan pada zamannya.
“Penguatan sumber data primer menjadi sangat penting, demikian juga narasi yang menggambarkan kontribusi KH Sholeh Darat terhadap tumbuhnya kesadaran kebangsaan harus semakin diperkuat dalam naskah akademik,” katanya.
Selama proses verifikasi, tim dijadwalkan melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi bersejarah dan sarana monumental yang berkaitan dengan perjalanan hidup KH Sholeh Darat. Hasil verifikasi lapangan akan digunakan sebagai bahan penyempurnaan naskah akademik yang ditargetkan selesai pada akhir Juli hingga 10 Agustus 2026 sebelum dibahas pada tahapan selanjutnya.
Melalui proses tersebut, Pemerintah Kota Semarang berharap kajian akademik mengenai perjuangan, pengaruh, dan warisan pemikiran KH Sholeh Darat semakin kuat sehingga dapat menjadi dasar yang komprehensif dalam pengusulan gelar Pahlawan Nasional sekaligus memperkuat memori kolektif masyarakat terhadap jasa tokoh asal Semarang tersebut.(tya)
