
Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang menanam 6.000 bibit mangrove di Pantai Mangunharjo sebagai bagian dari program InJourney Airports Konservasi Bahari.
FOLKSTIME.ID – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang kembali memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menanam 6.000 bibit mangrove di kawasan Pantai Mangunharjo, Kota Semarang, Jumat (24/7/2026). Program tersebut menjadi bagian dari upaya rehabilitasi kawasan pesisir sekaligus mendukung pengurangan dampak abrasi dan perubahan iklim.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program InJourney Airports Konservasi Bahari yang dijalankan secara berkelanjutan sebagai bentuk tanggung jawab lingkungan perusahaan. Penanaman mangrove juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas ekosistem pesisir serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di kawasan pantai utara Semarang.
General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, mengatakan pelestarian kawasan pesisir menjadi salah satu fokus perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Kegiatan penanaman mangrove ini merupakan bagian dari program InJourney Airports Konservasi Bahari, program yang mencerminkan kepedulian perusahaan dalam menjaga kelestarian ekosistem lingkungan sekaligus mendukung upaya pemulihan lingkungan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar kawasan pesisir,” ujar Sulistyo Yulianto.
Mangrove Berperan Menahan Abrasi dan Menyerap Karbon
Menurut Sulistyo, mangrove memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain mampu mengurangi laju abrasi akibat gelombang laut, vegetasi mangrove juga menjadi habitat berbagai biota pesisir sekaligus berkontribusi dalam penyerapan karbon.
Keberadaan mangrove dinilai semakin penting di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim dan kerusakan kawasan pantai, sehingga penanaman dilakukan sebagai langkah nyata menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Penanaman mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, antara lain membantu mencegah abrasi, menjadi habitat bagi berbagai jenis biota, serta mendukung penyerapan karbon dan menjaga kualitas lingkungan pesisir,” katanya.
Penanaman Berkelanjutan, Total Capai 13.000 Bibit dalam Dua Tahun
Program penghijauan pesisir tersebut tidak berhenti pada kegiatan penanaman. PT Angkasa Pura Indonesia juga melakukan pemantauan dan pemeliharaan secara berkala terhadap mangrove yang telah ditanam agar tingkat keberhasilannya tetap tinggi.
Pada tahun sebelumnya, perusahaan telah menanam sekitar 7.000 bibit mangrove di kawasan yang sama. Dengan tambahan 6.000 bibit pada 2026, jumlah mangrove yang ditanam melalui program ini mencapai sekitar 13.000 bibit dalam dua tahun terakhir.
“Tidak hanya melakukan penanaman, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang juga aktif melakukan kegiatan monitoring dan pemeliharaan secara berkala terhadap ribuan mangrove yang telah ditanam. Program ini merupakan program berkelanjutan yang menambah jumlah penanaman mangrove tahun 2025 lalu yang mencapai 7.000 bibit mangrove di Pantai Mangunharjo,” jelasnya.
Diharapkan Menjadi Investasi Ekologis bagi Generasi Mendatang
PT Angkasa Pura Indonesia berharap program konservasi mangrove dapat memberikan manfaat lingkungan dalam jangka panjang sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kawasan pesisir.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan saat ini, tetapi juga dapat menjadi investasi ekologis untuk generasi mendatang. Kami juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga dan merawat mangrove yang telah ditanam agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat secara berkelanjutan,” tutup Sulistyo Yulianto.
Program konservasi mangrove tersebut menjadi bagian dari implementasi komitmen PT Angkasa Pura Indonesia dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, penguatan ekosistem pesisir, serta penciptaan manfaat sosial dan lingkungan bagi masyarakat Kota Semarang.(tya)
