FOLKSTIME.ID – Kader Partai Gerindra di Kota Semarang diminta memperkuat peran di tengah masyarakat dengan menjadi penghubung antara aspirasi warga dan pemerintah. Kerja-kerja politik tidak cukup hanya dilakukan melalui konsolidasi internal, tetapi juga harus diwujudkan dengan turun langsung melihat persoalan yang dihadapi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah Sudaryono setelah melantik pengurus 16 Pimpinan Anak Cabang (PAC), badan, dan lembaga DPC Partai Gerindra Kota Semarang di UTC Convention Hotel Semarang, Sabtu (8/8/2026) malam.
Kader Diminta Jadi Mata dan Telinga Rakyat
Sudaryono mengatakan, keberadaan partai politik tidak dapat dipisahkan dari kehidupan demokrasi. Karena itu, kader Gerindra di berbagai tingkatan dinilai memiliki tanggung jawab untuk memahami kondisi masyarakat sekaligus ikut memastikan kebijakan pemerintah dapat diterima dan dirasakan manfaatnya oleh warga.
“Jadi mau tidak mau, suka tidak suka, inilah jalan kehidupan kita bernegara. Kegiatan politik dan kegiatan partai menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan,” ujar Sudaryono.
Menurut dia, kader di tingkat bawah memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan masyarakat. Berbagai persoalan dan kebutuhan warga yang ditemukan di lapangan diharapkan dapat dihimpun untuk kemudian disampaikan melalui jalur politik kepada pemerintah.
Sebaliknya, program pemerintah juga diminta untuk dikawal agar pelaksanaannya dapat memberikan manfaat secara nyata bagi masyarakat.
“Intinya kita siap bekerja, kita kerja dengan sebaik-baiknya. Jadi corong, mata, telinga rakyat bagi pemerintah, menyukseskan program pemerintah, menjembatani aspirasi masyarakat kepada pemerintah. Itulah saat ini tugasnya Partai Gerindra,” tegasnya.
Struktur Partai Disiapkan untuk Kerja Jangka Panjang
Pelantikan pengurus PAC, badan, dan lembaga DPC Partai Gerindra Kota Semarang tersebut juga menjadi bagian dari penguatan organisasi menuju agenda politik 2029.
Sudaryono menilai, struktur partai hingga tingkat bawah perlu dipastikan tetap aktif. Pengurus yang telah dilantik tidak hanya diharapkan menjalankan fungsi administratif, tetapi juga membangun komunikasi dengan masyarakat di wilayah masing-masing.
Menurutnya, persiapan menuju Pemilu 2029 tidak seharusnya baru dilakukan ketika tahapan pemilu telah dimulai. Konsolidasi organisasi dan penguatan hubungan dengan masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Selain memperkuat kerja kerakyatan, Sudaryono juga menyampaikan target politik Partai Gerindra untuk Pemilu 2029.
“Target 2029 menang. Target 2029 Kota Semarang menang. Kemudian Jawa Tengah juga menang dan Prabowo dua periode di 2029,” ungkap Sudaryono yang juga menjabat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Target tersebut, lanjut dia, menjadi pekerjaan yang harus dipersiapkan melalui kerja organisasi sejak sekarang. Kader diminta tidak hanya mengejar pencapaian elektoral, tetapi juga menunjukkan keberadaan partai melalui kerja yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Gerindra Semarang Evaluasi Pengalaman Pemilu 2024
Sementara itu, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Semarang Joko Santoso mengatakan, pelantikan pengurus baru dilakukan sebagai bagian dari evaluasi sekaligus penguatan fondasi organisasi.
Pengalaman menghadapi Pemilu Presiden, Pemilu Legislatif, dan Pemilihan Kepala Daerah pada 2024 disebut menjadi bahan untuk melakukan pembenahan struktur dan meningkatkan kesiapan partai menghadapi agenda politik berikutnya.
“Ini adalah bagian dari evaluasi dan penguatan fondasi untuk menguatkan struktur partai agar ke depan di tahun 2029 kita sudah menyiapkan semua fondasi yang ada, baik struktur badan maupun sayap yang ada di Partai Gerindra Kota Semarang,” tegas Joko.
Ia menyebut target yang diberikan DPD Partai Gerindra Jawa Tengah menjadi tantangan bagi jajaran DPC Kota Semarang. Konsolidasi organisasi pun akan terus dilakukan dengan memperkuat struktur dan memastikan seluruh elemen partai dapat menjalankan tugasnya.
Joko menambahkan, keberadaan PAC, badan, dan lembaga partai diharapkan dapat semakin memperluas jangkauan organisasi. Dengan demikian, komunikasi antara kader dan masyarakat dapat dibangun secara lebih intensif.
Penguatan struktur tersebut sekaligus diharapkan dapat membuat Partai Gerindra Kota Semarang lebih siap menghadapi Pemilu 2029. Kerja organisasi dan kedekatan dengan masyarakat menjadi bagian penting yang akan menentukan pencapaian target politik yang telah ditetapkan.
Dengan kader yang aktif menyerap aspirasi warga serta struktur organisasi yang diperkuat sejak dini, Partai Gerindra Kota Semarang menargetkan mesin politiknya dapat bekerja lebih efektif untuk menghadapi kontestasi politik 2029.(tya)













