FOLKSTIME.ID – Semangat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI ditampilkan warga Kampung Wonodri Kopen Barat RT 04 RW 11, Kelurahan Wonodri, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, dengan cara yang unik. Gang permukiman disulap menjadi ruang terbuka penuh warna melalui lukisan tokoh nasional, deretan Presiden RI, tokoh pewayangan hingga ornamen Merah Putih.
Perubahan tersebut dilakukan secara gotong royong. Gapura, dinding rumah, lantai hingga sejumlah sudut kampung dihias dengan warna-warni yang dirancang untuk menggambarkan keberagaman sekaligus semangat kemerdekaan.
Konsep “Warna-Warni Kampungku” Angkat Keberagaman Warga
Konsep dekorasi yang diterapkan tahun ini diberi nama “Warna-Warni Kampungku”. Gagasan tersebut dipilih untuk merepresentasikan keberagaman masyarakat yang tinggal di lingkungan RT 04.
Warga yang berasal dari berbagai daerah, mulai dari Padang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jawa hingga Flores, dipersatukan melalui kegiatan menghias kampung.
“Konsep yang diambil dekorasi tahun ini adalah warna-warni kampungku, semarak warna-warni kampungku yang kita implementasikan ke Bhinneka Tunggal Ika. Karena di sini warganya dari berbagai macam daerah, seperti Padang, NTT, Jawa, sampai Flores,” kata Panitia Dekorasi Wonodri, Adelia Nurul Kharisma, saat ditemui Espos, Selasa (11/8/2026).
Konsep tersebut tidak hanya diwujudkan melalui pemilihan warna. Nilai keberagaman juga ditampilkan melalui gambar tokoh bangsa dan budaya Nusantara yang ditempatkan di berbagai sudut kampung.
Deretan Presiden RI hingga Jenderal Sudirman Menghias Dinding Kampung
Salah satu bagian yang paling menonjol adalah lukisan deretan Presiden Republik Indonesia. Sosok Presiden RI mulai dari Soekarno hingga Presiden Prabowo Subianto ditampilkan pada dinding salah satu rumah warga.
Tidak jauh dari lukisan tersebut, sosok pahlawan nasional seperti Jenderal Sudirman dan RA Kartini turut ditampilkan. Lukisan tersebut sekaligus menjadi pengingat sejarah perjuangan bangsa di tengah lingkungan permukiman.
“Kita ingin mengenang semua jasa-jasa para pahlawan sama perjuangan presiden kita. Jadi kita merdeka dan bisa menikmati kekayaan Indonesia ini juga karena perjuangan beliau-beliau,” ujar Adelia.
Motif polkadot yang awalnya dirancang sebagai latar lukisan deretan Presiden RI kemudian dikembangkan ke sejumlah dinding rumah. Bendera Merah Putih bergelombang juga dipadukan dengan motif tersebut sehingga tampilan antarbagian kampung terlihat lebih menyatu.
Semar hingga Bagong Hadir di Tengah Kampung
Nuansa budaya Jawa juga ditampilkan melalui tokoh pewayangan. Semar, Gareng, Petruk dan Bagong digambarkan di sekitar area gapura masuk kampung.
Kehadiran tokoh pewayangan tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai ornamen. Karakter yang melekat pada masing-masing tokoh diharapkan dapat menjadi pengingat bagi warga untuk menerapkan nilai-nilai kehidupan bermasyarakat.
Di kawasan yang sama juga terdapat Taman Toga yang dirawat sebagai bagian dari penghijauan lingkungan sekaligus pemanfaatan lahan untuk kebutuhan masyarakat.
Puluhan Warga Terlibat dalam Proses Pengecatan
Pembuatan dekorasi dilakukan secara bertahap. Konsep visual terlebih dahulu disusun setelah dilakukan survei lokasi. Desain, penempatan gambar hingga kombinasi warna kemudian ditentukan berdasarkan kondisi masing-masing bagian kampung.
Desain tersebut diolah oleh Oni Hari Setyanto. Setelah rancangan disepakati, proses pengerjaan dilanjutkan dengan melibatkan warga.
“Sebelumnya kami survei lokasi, setelah dibahas bareng desainnya dan ditentukan tempatnya. Saya yang mengolah, mulai dari desain, warna, sampai rencana pewarnaannya,” ungkap Oni.
Keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Gambar dan pola dasar dibuat terlebih dahulu, sedangkan proses pewarnaannya dilakukan secara bersama-sama.
“Gambar presiden, gambar wayang, angka 81 saya yang desain, warga yang mewarnai. Gunungan juga sama, saya yang desain awal, setelah selesai warga yang mewarnai,” imbuh Oni.
Sekitar 40 warga RT 04 dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Anak-anak hingga orang dewasa turut mengambil bagian dalam proses pewarnaan.
Enam Ember Cat Dimanfaatkan untuk Mempercantik Kampung
Pengecatan hingga kini masih terus dilakukan. Sejumlah titik, terutama di wilayah perbatasan RT, masih akan diberi gambar dengan desain yang berbeda.
Sekitar enam ember cat berukuran 20 kilogram telah digunakan untuk proses dekorasi. Penggunaan bahan juga diatur agar biaya dapat ditekan.
Cat putih dicampur dengan pewarna merah, kuning, biru dan hitam untuk menghasilkan berbagai warna yang dibutuhkan. Cara tersebut membuat warga tidak perlu membeli terlalu banyak jenis cat.
Selain menjadi bagian dari persiapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, proses pengerjaan dekorasi juga menjadi ruang interaksi antarwarga.
Dekorasi Kampung Dibiayai Secara Swadaya
Ketua RT 04 Ahmad Munir mengatakan pembiayaan dekorasi dilakukan secara swadaya. Dana diperoleh dari iuran warga serta dukungan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) RT yang mencapai Rp25 juta per tahun.
Dana tersebut tidak hanya diarahkan untuk mempercantik lingkungan. Sejumlah kegiatan masyarakat juga disiapkan untuk menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Berbagai lomba akan digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan kemerdekaan di lingkungan kampung.
Taman Toga Dipertahankan untuk Penghijauan dan Ketahanan Pangan
Selain lukisan dan dekorasi warna-warni, Taman Toga menjadi salah satu bagian yang tetap dipertahankan. Area tersebut dimanfaatkan sebagai ruang hijau sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.
Tanaman yang tersedia dapat dimanfaatkan oleh warga sehingga keberadaan taman tidak hanya berfungsi sebagai penghias lingkungan.
“Taman Toga selain untuk ketahanan pangan juga untuk keindahan kampung supaya tidak gersang dan hidup. Jadi tidak untuk pribadi, masyarakat semua yang mau mengambil silakan,” tandas Ahmad Munir.
Melalui dekorasi Kampung Wonodri Kopen Barat, semangat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya diwujudkan dengan memasang atribut Merah Putih. Gotong royong, keberagaman, penghormatan terhadap sejarah serta pemanfaatan ruang lingkungan juga ditampilkan sebagai bagian dari wajah kampung perkotaan di Kota Semarang.(tya)













