FOLKSTIME.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memanfaatkan MTQ Nasional XXXI 2026 sebagai momentum menggerakkan sektor pariwisata dan UMKM.
Ribuan peserta dari 38 provinsi akan datang ke Semarang pada 11-20 September 2026. Sebanyak 2.833 kafilah dan official diperkirakan hadir. Jika ditambah pendamping dan rombongan lainnya, jumlahnya mencapai sekitar 7.000 orang.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin mengatakan, MTQ Nasional harus memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.
“Harapannya masyarakat ini bisa mengunjunginya, para kafilah bisa di sana, bisa ada city tour untuk mempromosikan pariwisata-pariwisata kita,” ujar Taj Yasin.
Melalui konsep city tour, para kafilah diharapkan tidak hanya mengikuti perlombaan, tetapi juga mengenal destinasi wisata dan budaya Jawa Tengah.
150 Booth Disiapkan untuk UMKM
Pemprov Jateng juga menyiapkan ruang bagi pelaku UMKM melalui pameran di kawasan eks Plaza Simpang Lima. Sebanyak 150 booth disediakan untuk kementerian atau embaga, perwakilan 38 provinsi, 35 kabupaten/kota, dan UMKM Jawa Tengah.
Selain pameran, rangkaian MTQ akan diisi pawai ta’aruf, Festival Rebana, Festival Kaligrafi, expo produk, hingga job fair.
Agenda tersebut diharapkan memperluas promosi produk lokal sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Ribuan Kafilah Disiapkan Layanannya
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jateng Iwanuddin Iskandar mengatakan koordinasi dengan 38 provinsi terus dilakukan untuk memastikan pelayanan kafilah berjalan optimal.
Sebanyak 190 ASN ditugaskan sebagai Liaison Officer (LO) untuk mendampingi kafilah sejak kedatangan hingga kepulangan.
Pemprov juga menyiapkan 15 bus, lima truk boks, 63 Toyota Hiace, dan 76 Innova Reborn untuk menunjang mobilitas peserta, dewan hakim, panitera, dan panitia.
Layanan kesehatan disiapkan selama 24 jam sepanjang pelaksanaan MTQ. Petugas ditempatkan di lokasi registrasi, venue, kawasan pameran, sekretariat, dan hotel.
Sejumlah rumah sakit juga disiapkan sebagai rujukan, antara lain RSUP Dr. Kariadi, RS Nasional Diponegoro, RS KRMT Wongsonegoro, SMC RS Telogorejo, dan RSUD Dr. Adhyatma, MPH Tugurejo.
Lima Venue Masih Dalam Penyelesaian
Dari 12 venue musabaqah yang disiapkan, lima lokasi masih dalam proses penyelesaian. Lapangan Simpang Lima Semarang menjadi salah satu venue utama yang terus dipantau.
“Kami secara berkelanjutan melakukan pemantauan di Lapangan Simpang Lima Semarang yang akan menjadi venue utama,” kata Iwanuddin saat Pemaparan Kesiapan Jawa Tengah sebagai Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI 2026 di Jakarta, Senin (31/8/2026).
Venue lainnya berada di Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah, Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo, Auditorium Kanwil Kemenag Jateng, serta sejumlah gedung di lingkungan Universitas Diponegoro.
Pemprov Jateng berharap MTQ Nasional XXXI tidak hanya sukses sebagai ajang keagamaan, tetapi juga menjadi penggerak pariwisata, UMKM, perdagangan, transportasi, dan jasa.
Bagi Jawa Tengah, MTQ Nasional 2026 menjadi kesempatan memperkenalkan potensi daerah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. (Rin)













