• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
Minggu, Oktober 4, 2026
  • Login
Folkstime.id
Advertisement
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Folkstime.id
No Result
View All Result

Draft Pengurus PBNU 2026–2031 Mendadak Viral, Nama Tokoh Wafat Ikut Tercantum

setiawan by setiawan
4 September 2026
in News
0
Draft Pengurus PBNU 2026–2031 Mendadak Viral, Nama Tokoh Wafat Ikut Tercantum
Draft susunan pengurus PBNU masa khidmah 2026–2031 beredar di media sosial sebelum proses resmi disebut tuntas
0
SHARES
10
VIEWS

FOLKSTIME.ID — Belum tuntas proses penyusunan kepengurusan, sebuah daftar panjang yang disebut sebagai Draft Susunan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmah 2026–2031 sudah beredar di media sosial.

Dokumen itu tampil nyaris sempurna. Jabatan tersusun dari Mustasyar, Syuriyah, A’wan hingga Tanfidziyah. Nama-nama tokoh juga ditampilkan lengkap, mulai dari Rais Aam, Wakil Rais Aam, Rais, Katib, Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, Sekretaris Jenderal hingga Bendahara.

Tetapi justru karena terlihat begitu lengkap, dokumen tersebut memunculkan pertanyaan yang jauh lebih besar:

Siapa yang menyusun, dari mana sumbernya, dan apakah benar daftar itu merupakan bagian dari proses resmi PBNU?

Pertanyaan tersebut menjadi penting karena pada saat dokumen itu beredar, proses penyusunan kepengurusan PBNU periode 2026–2031 belum dapat begitu saja dianggap selesai.

Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas memang telah menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031 dan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam.

Namun, struktur lengkap kepengurusan masih harus melalui proses penyusunan.

Dengan demikian, kemunculan daftar yang sudah sedemikian lengkap di ruang publik justru menimbulkan ironi tersendiri.

Daftarnya sudah beredar, tetapi proses resminya belum tentu selesai.

Lebih janggal lagi, ketika sejumlah nama dalam dokumen tersebut diperiksa, ditemukan nama tokoh yang telah wafat.

Salah satunya Nyai Hj. Nafisah Sahal Mahfudz, yang tercantum dalam jajaran Mustasyar. Padahal, almarhumah wafat pada 10 November 2022 di RSI Pati.

Nama tersebut menjadi salah satu penanda paling mencolok bahwa dokumen yang beredar setidaknya membutuhkan pemeriksaan ulang.

Sebab, persoalannya bukan sekadar salah ketik.

Nama seseorang dalam struktur organisasi bukanlah angka dalam tabel yang bisa tertukar begitu saja. Ia menyangkut identitas, jabatan, representasi, dan legitimasi sebuah organisasi.

Kejanggalan lain juga muncul pada nama Dr. KH. Abun Bunyamin yang dicantumkan dalam daftar Mustasyar.

Dalam kasus ini, diperlukan kehati-hatian karena terdapat tokoh berbeda yang memiliki nama serupa. KH Abun Bunyamin Ruhiat, tokoh Cipasung, telah wafat pada November 2022. Sementara terdapat pula KH Abun Bunyamin dari Jawa Barat yang dalam pemberitaan terbaru disebut terpilih sebagai anggota AHWA.

Artinya, tidak semua kejanggalan dapat langsung disimpulkan sebagai kesalahan. Ada persoalan identifikasi nama yang juga harus diverifikasi.

Namun, justru di situlah inti persoalannya.

Dokumen sebesar ini semestinya tidak boleh dibiarkan publik menebak-nebak.

Apalagi daftar tersebut bukan hanya memuat satu atau dua nama. Puluhan nama dicantumkan dalam struktur organisasi dengan jabatan yang sangat spesifik.

Ada pula perhatian terhadap komposisinya yang dinilai cukup banyak menampilkan tokoh habib. Penilaian mengenai komposisi ini tentu masih membutuhkan konteks dan konfirmasi karena daftar tersebut sendiri belum diketahui status resminya.

Maka, pertanyaan terbesar bukan semata-mata siapa yang masuk dan siapa yang tidak masuk.

Pertanyaan yang lebih mendasar adalah:

Apakah publik sedang melihat calon struktur PBNU, atau sedang melihat sebuah dokumen yang belum pernah disahkan tetapi sudah terlanjur diperlakukan seperti keputusan organisasi?

Di era media sosial, persoalan semacam ini sangat mudah menjadi bola salju.

Satu dokumen dikirim ke satu grup. Dari sana berpindah ke grup lain. Kemudian masuk ke media sosial. Setelah berulang kali diteruskan, kata “draft” perlahan bisa menghilang.

Yang tersisa kemudian hanya satu kesan:

“Inilah susunan PBNU 2026–2031.”

Padahal, belum tentu.

Ironinya, sebuah dokumen yang seharusnya masih berada dalam tahap pembahasan bisa memiliki umur viral yang jauh lebih cepat daripada proses organisasi itu sendiri.

Dan ketika di dalamnya bahkan terdapat nama tokoh yang telah wafat, publik semakin memiliki alasan untuk mempertanyakan validitasnya.

Karena itu, PBNU perlu memberikan penjelasan apabila memang diperlukan, terutama mengenai status dokumen tersebut.

Apakah benar berasal dari proses formatur?

Apakah hanya daftar usulan?

Apakah merupakan dokumen lama yang mengalami perubahan?

Atau justru sama sekali bukan dokumen resmi PBNU?

Jawaban atas pertanyaan tersebut penting agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Sebab, menyusun kepengurusan organisasi sebesar Nahdlatul Ulama bukan pekerjaan yang dapat selesai hanya dengan membuat daftar nama.

Ada mekanisme, ada kewenangan, ada verifikasi dan ada keputusan resmi.

Dan sebelum semua tahapan itu selesai, setiap daftar yang beredar seharusnya tetap ditempatkan sebagai informasi yang perlu diverifikasi, bukan sebagai fakta final.

Terlebih lagi, jika sebuah daftar kepengurusan masa depan justru masih membawa nama dari masa lalu.

Ini bukan sekadar soal siapa yang duduk di kursi kepengurusan. Ini soal siapa yang sebenarnya sedang menyusun kursi tersebut.

Sebab dalam kasus ini, yang bergerak lebih cepat ternyata bukan struktur organisasinya.

Melainkan daftar namanya.

Dan ketika daftar itu sudah sampai ke publik sebelum proses resmi benar-benar tuntas, satu pertanyaan pun sulit dihindari:

Jangan-jangan yang sedang viral bukan susunan PBNU 2026–2031, melainkan “susunan calon susunan” yang terlanjur dianggap sebagai keputusan. (Mus).

Tags: berita NUberita PBNUdraft PBNUGus KikinJawa TimurKH Miftachul AkhyarMuktamar ke-35 NUMuktamar NUNahdlatul UlamaNuPBNUPBNU 2026PBNU 2026–2031pengurus PBNUsusunan PBNU
setiawan

setiawan

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.

Bangun Tersentak dari Bumiku Subur, IKA PMII Rayon Sutawijaya Tetapkan Empat Pilar Strategis

26 September 2026
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

29 September 2026
AHY Run Jateng 2026
AHY Run Jateng 2026 di Semarang telah mencatat sekitar 4.200 pendaftar dari berbagai daerah.

5000 Pelari akan Ramaikan AHY Run Jateng 2026 di Semarang, Hadiah Umrah dan Motor Listrik

26 September 2026
Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

28 September 2026
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.

Padmi Tatap 4 Kios yang Ludes dalam Sekejap, Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang Sisakan Luka Mendalam

4
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.

Bisyaroh Penggerak Keagamaan Kota Semarang Diperluas, Hampir 10.000 Penerima Jadi Bukti Komitmen Wali Kota Agustina Menguatkan Pelayanan Sosial

4
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.

Sunmori 30 Km Naik Vespa, Wagub Jateng Taj Yasin Hadiri Halalbihalal Warga Genuk

3
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.

Candi Borobudur Disiapkan Jadi Poros Wisata Jateng, Kopeng–Rawa Pening Diintegrasikan dalam Aglomerasi Besar

3
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

2 Oktober 2026
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf

Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf Gelar Wellness Pagi, Padukan Yoga dan Jamu

30 September 2026
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan investasi proyek hijau di New York.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan investasi proyek hijau di New York.

Zulhas Tawarkan Insentif Pasar Karbon untuk Tarik Investasi Hijau ke Indonesia

30 September 2026

Recent News

Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

2 Oktober 2026
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf

Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf Gelar Wellness Pagi, Padukan Yoga dan Jamu

30 September 2026
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan investasi proyek hijau di New York.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan investasi proyek hijau di New York.

Zulhas Tawarkan Insentif Pasar Karbon untuk Tarik Investasi Hijau ke Indonesia

30 September 2026

Browse by Category

  • Bisnis
  • Daerah
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Lifestyle
  • News
  • Semarang
  • Sports
  • Teknologi
  • Travel
  • Travel

Recent News

Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

2 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya