• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
Sabtu, Oktober 3, 2026
  • Login
Folkstime.id
Advertisement
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Folkstime.id
No Result
View All Result

Bukan Sekadar Kirab, 5 Gunungan Grebeg Subali Ungkap Identitas Krapyak Semarang

setiawan by setiawan
28 September 2026
in Semarang
0
Lima gunungan dalam Grebeg Subali 2026 di Krapyak Semarang bukan sekadar arak-arakan. Hasil bumi dan gemblong bakar menyimpan pesan kesejahteraan, persaudaraan, serta sejarah kampung. Frasa kunci utama
Lima gunungan dalam Grebeg Subali 2026 di Krapyak Semarang bukan sekadar arak-arakan. Hasil bumi dan gemblong bakar menyimpan pesan kesejahteraan, persaudaraan, serta sejarah kampung.

Lima gunungan dalam Grebeg Subali 2026 di Krapyak Semarang bukan sekadar arak-arakan. Hasil bumi dan gemblong bakar menyimpan pesan kesejahteraan, persaudaraan, serta sejarah kampung. Frasa kunci utama

0
SHARES
151
VIEWS

FOLKSTIME.ID – Lima gunungan yang diarak dalam Kirab Budaya Grebeg Subali di Kelurahan Krapyak, Kota Semarang, Minggu (27/9/2026) petang, telah dijadikan sarana untuk mengenalkan kembali sejarah, tradisi, dan identitas masyarakat setempat. Tradisi tersebut tidak hanya ditampilkan sebagai pertunjukan budaya, tetapi juga diposisikan sebagai ruang untuk mempertemukan kembali cerita masa lalu dengan kehidupan warga Krapyak saat ini.

Kirab Budaya Grebeg Subali 2026 dikemas melalui lima gunungan dengan simbol yang berbeda. Tiga gunungan disusun menggunakan hasil bumi, sedangkan dua gunungan lainnya dibuat dari gemblong bakar atau jadah berbahan ketan.

Melalui Grebeg Subali Krapyak, pesan mengenai kesejahteraan, persaudaraan, dan keterikatan antarwarga disampaikan menggunakan simbol-simbol yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Identitas kawasan juga kembali diperkenalkan melalui sosok Subali dan sejumlah nama wilayah yang disebut memiliki kaitan dengan cerita pewayangan.

“Kenapa gemblong? Gemblong itu jadah, terbuat dari ketan. Ketan itu lengket. Ini melambangkan bahwa kita ingin tetap lengket sebagai bagian dari keluarga besar Kelurahan Krapyak,” kata Sesepuh RW 4 Kelurahan Krapyak, Tri Subsekso.

AYRA Hadir di BSB Village Mijen, Tawarkan Hunian Premium Berkonsep Resor Mulai Rp1,3 Miliar

Makna Lima Gunungan dalam Grebeg Subali

Tiga gunungan hasil bumi telah ditempatkan sebagai simbol kesejahteraan masyarakat. Hasil pertanian yang digunakan sekaligus menggambarkan kedekatan kehidupan warga dengan sumber pangan dan lingkungan sekitar.

Sementara itu, dua gunungan gemblong bakar diberikan makna khusus. Ketan yang menjadi bahan utama dianggap menggambarkan hubungan sosial yang harus tetap erat di tengah perubahan zaman.

Proses pembakaran gemblong juga dimaknai sebagai gambaran perjalanan kehidupan. Berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat diibaratkan sebagai proses yang dapat membentuk kematangan sekaligus memperkuat hubungan antarsesama.

“Tantangannya zaman kita ibaratkan pembakaran, ini yang membuat warga lebih matang dan lebih mengeratkan persaudaraan sebagai warga Krapyak,” ujar Tri.

Subali Dihadirkan sebagai Penanda Sejarah Kampung

Kemunculan sosok kera berwarna merah yang menggambarkan Subali menjadi bagian pembuka kirab. Sosok tersebut kemudian diikuti empat perempuan yang membawa kain batik yang telah dijamas.

Arak-arakan selanjutnya diisi dengan gunungan hasil bumi dan gunungan gemblong bakar. Susunan tersebut sekaligus digunakan untuk menyampaikan cerita mengenai sejarah lokal yang berkembang di wilayah Krapyak.

Nama Subali disebut memiliki keterkaitan dengan sejumlah nama kawasan di Kelurahan Krapyak. Grebeg Subali sendiri pertama kali diinisiasi pada 2012 di Kampung Subali, kemudian kembali dilaksanakan pada 2016 dan 2019 sebelum terhenti akibat pandemi Covid-19.

“Ini sebagai bagian dari kesadaran sejarah kami akan wilayah kami yang bernama Jalan Subali, baik Subali Raya maupun yang lainnya,” tutur Tri.

Jejak Nama Pewayangan di Wilayah Krapyak

Sejumlah nama wilayah di Krapyak disebut memiliki keterkaitan dengan tokoh wanara atau kera dalam cerita pewayangan. Selain Subali, nama Hanoman, Sugriwa, dan Hanilo juga dikenal dalam penamaan kawasan setempat.

Nama-nama yang berkaitan dengan pawukon maupun tempat singgah juga ditemukan, antara lain Mandasia, Watugunung, Kurantil, Julungwangi, dan Galungan.

Keberadaan nama tersebut kemudian ditempatkan sebagai bagian dari sejarah lokal yang perlu dikenalkan kepada generasi muda. Melalui Grebeg Subali, cerita mengenai asal-usul kawasan tidak hanya disimpan sebagai ingatan warga, tetapi juga diperkenalkan melalui kegiatan budaya.

“Grebeg Subali menjadi ruang bagi warga untuk kembali mendalami asal-usul penamaan wilayah sekaligus menyadari keberadaan mereka sebagai satu keluarga besar di Kelurahan Krapyak,” kata Tri.

Kampung Subali Menyimpan Jejak Permukiman Tua

Kampung Subali yang berada di RT 2/RW 4 disebut sebagai salah satu kawasan perkampungan tua di Krapyak. Berdasarkan penuturan masyarakat setempat, kawasan tersebut telah dihuni sejak sekitar 1800-an, termasuk pada periode Perang Diponegoro.

Sejumlah bangunan lama disebut masih bertahan hingga sekarang. Jejak permukiman tersebut juga disebut terlihat dalam peta tahun 1908, ketika deretan rumah telah berada di kawasan yang kini dikenal sebagai Jalan Siliwangi.

Jalur tersebut pada masa lalu disebut menjadi bagian dari jalur Jalan Daendels. Jejak sejarah itu kemudian menjadi bagian dari perjalanan Krapyak sebagai kawasan kampung kota di Semarang.

“Sejarahnya cukup panjang sebagai satu kampung. Kita belajar bagaimana tetap mempertahankan kita sebagai bagian dari kampung kota yang ada di Semarang untuk menghadapi segala tantangan yang ada,” ujar Tri.

Grebeg Subali Digelar Selama Tiga Hari

Rangkaian Grebeg Subali 2026 telah dilaksanakan selama tiga hari. Selain kirab budaya, kegiatan tersebut juga diisi workshop dan pertunjukan wayang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari, menyebut pelaksanaan kegiatan tersebut diarahkan agar perkembangan kebudayaan tidak hanya berlangsung melalui program pemerintah.

“Pastinya Disbudpar ingin kebudayaan itu tumbuh tidak hanya di tingkat pemerintah kota, tetapi masyarakat,” jelas Indriyasari.

Pelestarian Tradisi Melibatkan Generasi Muda

Keterlibatan warga dari berbagai kelompok usia terlihat dalam Grebeg Subali 2026. Generasi muda hingga warga senior dilibatkan dalam rangkaian kegiatan yang menggabungkan unsur sejarah, seni, tradisi, dan kehidupan masyarakat.

Keberlanjutan kegiatan tersebut juga diharapkan dapat diwujudkan melalui pelaksanaan Grebeg Subali pada 2027 dengan rangkaian acara yang lebih beragam.

“Nilai-nilai tradisi yang dilestarikan harapannya tidak hanya dari kami, tetapi masyarakatnya ikut bergerak, terutama generasi muda. Kalau kita lihat bersama, mulai dari generasi muda sampai senior pun ada semua,” kata Indriyasari.

Tags: budayaGrebeg SubaliGrebeg Subali 2026GununganKampung Subalikirab budayaKrapyakSejarah SemarangsemarangTradisi Jawa
setiawan

setiawan

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.

Bangun Tersentak dari Bumiku Subur, IKA PMII Rayon Sutawijaya Tetapkan Empat Pilar Strategis

26 September 2026
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

29 September 2026
AHY Run Jateng 2026
AHY Run Jateng 2026 di Semarang telah mencatat sekitar 4.200 pendaftar dari berbagai daerah.

5000 Pelari akan Ramaikan AHY Run Jateng 2026 di Semarang, Hadiah Umrah dan Motor Listrik

26 September 2026
Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

28 September 2026
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.

Padmi Tatap 4 Kios yang Ludes dalam Sekejap, Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang Sisakan Luka Mendalam

4
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.

Bisyaroh Penggerak Keagamaan Kota Semarang Diperluas, Hampir 10.000 Penerima Jadi Bukti Komitmen Wali Kota Agustina Menguatkan Pelayanan Sosial

4
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.

Sunmori 30 Km Naik Vespa, Wagub Jateng Taj Yasin Hadiri Halalbihalal Warga Genuk

3
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.

Candi Borobudur Disiapkan Jadi Poros Wisata Jateng, Kopeng–Rawa Pening Diintegrasikan dalam Aglomerasi Besar

3
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

2 Oktober 2026
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf

Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf Gelar Wellness Pagi, Padukan Yoga dan Jamu

30 September 2026
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan investasi proyek hijau di New York.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan investasi proyek hijau di New York.

Zulhas Tawarkan Insentif Pasar Karbon untuk Tarik Investasi Hijau ke Indonesia

30 September 2026

Recent News

Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

2 Oktober 2026
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf

Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf Gelar Wellness Pagi, Padukan Yoga dan Jamu

30 September 2026
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan investasi proyek hijau di New York.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan investasi proyek hijau di New York.

Zulhas Tawarkan Insentif Pasar Karbon untuk Tarik Investasi Hijau ke Indonesia

30 September 2026

Browse by Category

  • Bisnis
  • Daerah
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Lifestyle
  • News
  • Semarang
  • Sports
  • Teknologi
  • Travel
  • Travel

Recent News

Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

2 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya