FOLKSTIME.ID – Jawa Tengah bukan tempat yang sepenuhnya baru bagi Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan. Sebelum ditunjuk sebagai Kapolda Jawa Tengah menggantikan Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, Roy sudah pernah menjalani tugas di wilayah ini sebagai perwira reserse.
Kini, pengalaman tersebut membawanya kembali ke Jawa Tengah, tetapi dengan posisi yang jauh lebih strategis.
Roy Hardi dipercaya memimpin Polda Jawa Tengah berdasarkan Surat Telegram Kapolri pada awal Oktober 2026. Penunjukan itu sekaligus menandai kembalinya seorang perwira yang memiliki perjalanan panjang di bidang reserse, khususnya pemberantasan narkotika.
Lahir di Medan, Sumatra Utara, 16 Februari 1970, Roy merupakan lulusan Akademi Kepolisian 1993. Kariernya berkembang melalui berbagai penugasan di bidang penyidikan sebelum kemudian banyak bersentuhan dengan operasi pemberantasan narkoba.
Salah satu bagian penting dalam perjalanan kariernya berlangsung di Badan Narkotika Nasional (BNN).
Roy pernah dipercaya menjadi Kepala BNNP Maluku Utara, kemudian Kepala BNNP Kalimantan Tengah. Ia selanjutnya menduduki posisi Direktur Narkotika BNN dan dipercaya sebagai Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN sejak 8 Juni 2023.
Dari posisi tersebut, Roy tidak hanya berhadapan dengan perkara narkotika di dalam negeri. Pengalamannya juga bersinggungan dengan jaringan narkoba yang memiliki mata rantai lintas negara.
Salah satu operasi yang menonjol adalah pengejaran Dewi Astutik alias Mami, buronan kasus narkotika yang ditangkap di Sihanoukville, Kamboja, pada 2025.
Operasi tersebut melibatkan kerja sama lintas lembaga dan negara, mulai dari BNN, Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI, BAIS TNI hingga Bea dan Cukai.
Dewi Astutik dikaitkan dengan jaringan penyelundupan narkotika yang berhubungan dengan pengungkapan sekitar dua ton sabu dari jaringan Golden Triangle.
Pengalaman di lapangan tersebut menjadi bagian dari rekam jejak Roy sebelum kembali ke lingkungan kepolisian daerah.
Dari Semarang, Medan hingga Bengkulu
Jauh sebelum menangani operasi narkotika berskala internasional, Roy lebih dulu menjalani karier di bidang reserse kewilayahan.
Jawa Tengah menjadi salah satu bagian dari perjalanan tersebut. Roy pernah bertugas sebagai Kasat Reskrim Polrestabes Semarang.
Pengalaman itu membuat Roy memiliki keterkaitan dengan karakter penegakan hukum di Kota Semarang dan Jawa Tengah sebelum akhirnya kembali sebagai orang nomor satu di Polda Jateng.
Jejak kariernya juga tercatat di sejumlah wilayah lain. Roy pernah menjabat Kasat Reskrim Polrestabes Medan serta bertugas di bidang reserse Polda Jawa Barat.
Ia kemudian dipercaya menduduki jabatan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Bengkulu.
Rangkaian penugasan tersebut memperlihatkan bahwa sebagian besar perjalanan profesional Roy berada di lingkungan penegakan hukum dan penyidikan.
Kini, pengalaman tersebut dibawa ke Polda Jawa Tengah.
Sebagai Kapolda baru, Roy menghadapi wilayah dengan karakter persoalan hukum yang beragam. Pengalaman panjang di bidang reserse dan pemberantasan narkotika menjadi bagian dari rekam jejak yang melekat pada penunjukannya.
Dari pernah bertugas sebagai Kasat Reskrim Polrestabes Semarang hingga memimpin operasi pengejaran buronan narkoba di luar negeri, perjalanan Roy Hardi Siahaan kini berlanjut di Jawa Tengah dengan jabatan sebagai Kapolda.












