FOLKSTIME.ID — Kontes modifikasi skutik premium Yamaha, CUSTOMAXI 2026, dibuka di Kota Semarang, Jawa Tengah, dengan 85 motor terpilih dari lebih dari 170 pendaftar yang mengikuti proses kurasi. Ajang modifikasi tersebut digelar di Uptown Mall, BSB City, Semarang, pada 5–6 September 2026.
Peserta yang lolos kurasi kemudian ditempatkan dalam empat kelas utama, yakni Meet Up MAXI, Street MAXI, Super MAXI, dan Master MAXI. Tingginya jumlah pendaftar disebut menjadi gambaran meningkatnya minat pengguna MAXI Yamaha terhadap dunia modifikasi di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan wilayah sekitarnya.
CUSTOMAXI 2026 di Semarang juga tidak hanya dijadikan sebagai arena adu tampilan kendaraan. Berbagai aktivitas pendukung telah disiapkan, mulai dari Night Ride, photo contest, hingga live DJ performance. Melalui Night Ride, motor-motor modifikasi peserta turut diuji dari sisi fungsi dan kenyamanan ketika digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Sebagai skutik premium, jajaran MAXI Yamaha saat ini tidak hanya dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan mobilitas sehari-hari. Lebih dari itu, setelah hadir lebih dari satu dekade di Indonesia, MAXI Yamaha telah bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup yang mendukung berbagai hobi bermotor konsumennya,” kata Bill Gunawan, Chief Yamaha Area Jawa Tengah.
Antusiasme peserta kemudian ditunjukkan melalui beragam konsep modifikasi yang ditampilkan selama CUSTOMAXI 2026. Sejumlah XMAX terlihat dibangun dengan gaya Indo-Proper, sementara inspirasi desain lainnya diambil dari livery helm premium, karakter anime, hingga Japanese culture.
Palagan Modifikasi Premium
Permainan grafis pada bodi kendaraan tidak menjadi satu-satunya perhatian. Berbagai part aftermarket premium turut digunakan untuk memperkuat karakter motor, dengan nilai komponen yang disebut dapat mencapai puluhan juta rupiah.
Kesan modifikasi premium semakin terlihat setelah kelas Master MAXI diperkenalkan pada CUSTOMAXI 2026. Kelas tersebut ditempatkan sebagai kategori paling prestisius dan diikuti sejumlah peserta yang membawa Yamaha TMAX berstatus CBU, termasuk generasi terbaru 2026.
“Hal ini terlihat dari jumlah peserta tahun ini, baik secara online maupun yang tampil di event, yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Bill.
Menurut dia, CUSTOMAXI diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi modifikasi. Ajang tersebut juga diarahkan menjadi wadah bagi pengguna MAXI Yamaha untuk berkumpul, menyalurkan hobi, sekaligus mencari inspirasi dalam membangun kendaraan.
“Kami berharap CUSTOMAXI dapat terus menjadi wadah bagi konsumen MAXI Yamaha untuk berkumpul dan menyalurkan hobi, sekaligus memberikan inspirasi serta melahirkan trend setter baru gaya modifikasi premium di Indonesia,” katanya.
Panggung Modifikasi untuk Berbagai Kalangan
Di balik kemunculan motor-motor dengan biaya modifikasi hingga ratusan juta rupiah, CUSTOMAXI 2026 tetap diberikan ruang bagi peserta yang mengusung konsep lebih sederhana. Kelas Street MAXI menjadi salah satu kategori yang mengakomodasi modifikasi dengan pendekatan penggunaan harian.
Konsep tersebut membuat kontes modifikasi MAXI Yamaha tidak hanya diperuntukkan bagi modifikator dengan anggaran besar. Konsumen dan komunitas yang melakukan ubahan ringan tetap dapat menunjukkan karakter kendaraannya tanpa harus membangun motor secara ekstrem.
Ruang partisipasi juga diperluas melalui kelas Meet Up MAXI. Kategori baru tersebut diperuntukkan bagi konsumen dan komunitas yang ingin membawa motor kebanggaan mereka ke arena CUSTOMAXI tanpa tuntutan penggunaan part aftermarket dalam jumlah besar.
“Menurut saya CUSTOMAXI tahun ini benar-benar lebih seru dibandingkan tahun lalu. Kelas yang dibuka semakin banyak sehingga bisa merangkul semua kalangan,” kata Agia Rafiki, peserta CUSTOMAXI 2026 dari kelas Meet Up MAXI.
Agia menilai kesempatan berkompetisi kini tidak hanya dimiliki pemilik motor dengan anggaran modifikasi besar. Peserta dengan konsep sederhana juga tetap mendapatkan ruang untuk menunjukkan kreativitasnya.
“Mulai dari mereka yang ingin tampil pol-polan dengan budget sultan, sampai konsumen dan komunitas yang suka modifikasi dengan budget lebih ekonomis tetap punya tempat untuk ikut berkompetisi,” ujarnya.
Menurut Agia, keterbukaan kelas tersebut menjadi salah satu daya tarik CUSTOMAXI 2026. Kesempatan bagi konsumen dan komunitas untuk tampil dinilai dapat membuat ajang modifikasi Yamaha tersebut semakin beragam.
“Saya sangat mengapresiasi Yamaha karena memberikan kesempatan bagi semua konsumennya untuk tampil dan menyalurkan kreativitas modifikasi mereka,” katanya.
Setelah seri pembuka diselenggarakan di Semarang, rangkaian CUSTOMAXI 2026 akan dilanjutkan ke Bandung, Jawa Barat. Kota tersebut akan menjadi lokasi berikutnya bagi pengguna dan komunitas MAXI Yamaha untuk memamerkan karya modifikasi serta kreativitas mereka. (Tya)













