Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng melantik 297 PNS baru formasi 2025. Mayoritas berasal dari Generasi Z dan diproyeksikan menjadi penggerak transformasi pelayanan publik, inovasi birokrasi, dan pembangunan Kota Semarang.

Folkstime.id - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng melantik 297 PNS baru formasi 2025. Mayoritas berasal dari Generasi Z dan diproyeksikan menjadi penggerak transformasi pelayanan publik, inovasi birokrasi, dan pembangunan Kota Semarang.

FOLKSTIME.ID – Sebanyak 297 Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru Pemerintah Kota Semarang resmi diangkat dan disumpah untuk memperkuat pelayanan publik serta mendukung transformasi birokrasi yang tengah dijalankan di Kota Semarang, Selasa (9/6/2026).

Penguatan sumber daya aparatur tersebut dilakukan melalui pengambilan sumpah/janji dan penyerahan keputusan pengangkatan kepada para PNS formasi tahun 2025 di Ruang Lokakrida Balai Kota Semarang. Langkah itu dinilai sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi ASN masa depan yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah.

Dari total 301 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang telah menjalani masa percobaan selama satu tahun, sebanyak 297 orang dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan untuk diangkat menjadi PNS. Persyaratan tersebut meliputi penyelesaian Pelatihan Dasar (Latsar), pemenuhan ketentuan kepegawaian, serta kondisi sehat jasmani dan rohani.

“Hari ini Kota Semarang mendapatkan energi baru. Mereka adalah orang-orang terbaik yang berhasil lolos dari proses seleksi yang sangat ketat. Saya yakin kehadiran mereka akan menjadi kekuatan baru yang membawa semangat, inovasi, dan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat,” kata Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng.

Menurutnya, pengangkatan ratusan ASN baru tersebut tidak hanya dimaknai sebagai proses administrasi kepegawaian, tetapi juga sebagai investasi sumber daya manusia yang akan menentukan kualitas pelayanan publik di masa mendatang.

Dominasi Generasi Muda Perkuat Birokrasi

Komposisi aparatur yang baru diangkat didominasi kalangan muda. Sebanyak 233 orang tercatat berasal dari Generasi Z, sedangkan 64 orang lainnya merupakan Generasi Y.

Kondisi tersebut dinilai menjadi modal strategis bagi Pemerintah Kota Semarang dalam membangun birokrasi yang lebih responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat lintas generasi.

“Generasi muda memiliki cara pandang yang dekat dengan perkembangan zaman dan teknologi. Kehadiran mereka akan membantu pemerintah memahami kebutuhan masyarakat secara lebih cepat dan tepat, sehingga pelayanan publik semakin relevan dan berkualitas,” ujar Agustina.

Transformasi pelayanan publik, lanjut dia, akan semakin mudah diwujudkan apabila didukung aparatur yang adaptif, kreatif, dan mampu mengikuti perubahan yang terjadi di tengah masyarakat.

Para ASN muda juga diharapkan mampu menghadirkan inovasi dalam tata kelola pemerintahan sekaligus mempercepat berbagai layanan yang diberikan kepada warga.

Hak Penuh Diimbangi Pelayanan Maksimal

Seiring perubahan status dari CPNS menjadi PNS, para pegawai kini telah menerima hak keuangan secara penuh, termasuk gaji pokok dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Peningkatan kesejahteraan tersebut, menurut Agustina, harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab aparatur negara.

“Ketika hak sudah diterima 100 persen, maka pelayanan kepada masyarakat juga harus hadir 100 persen. Dedikasi, profesionalisme, integritas, dan semangat melayani harus menjadi prioritas utama. Masyarakat harus merasakan manfaat nyata dari kehadiran pemerintah,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa ASN tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga dituntut mampu menjadi pemecah persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kalian adalah orang-orang terpilih. Jadikan kesempatan ini sebagai kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk memberikan yang terbaik bagi Kota Semarang. Banggalah menjadi ASN yang melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” katanya.

Selain itu, identitas Kota Semarang sebagai kota yang harmonis, inklusif, dan menjunjung tinggi toleransi juga diminta untuk terus dijaga oleh seluruh aparatur sipil negara.

“Kota Semarang tumbuh sebagai kota yang hangat, nyaman, dan penuh keberagaman. Sebagai wajah pemerintah di tengah masyarakat, ASN harus menjadi teladan dalam menjaga suasana tersebut melalui sikap, perilaku, dan kualitas pelayanan yang diberikan kepada warga,” ujar Agustina.

Pemkot Usulkan 540 Formasi ASN Tahun 2026

Sementara itu, kebutuhan aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Semarang masih terus dilakukan pemetaan untuk mendukung pelayanan publik yang optimal.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Joko Hartono, mengungkapkan sekitar 540 formasi ASN untuk tahun 2026 telah diusulkan kepada pemerintah pusat dan saat ini masih menunggu persetujuan Kementerian PANRB.

“Usulan tersebut terdiri dari formasi tenaga guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi serta pelayanan kepada masyarakat,” ujar Joko.

Ia menjelaskan, kebijakan pemenuhan kebutuhan ASN tetap mengacu pada prinsip zero growth, yakni penyesuaian jumlah pegawai baru dengan jumlah pegawai yang memasuki masa pensiun.

Dengan skema tersebut, keseimbangan belanja pegawai di dalam APBD diharapkan tetap terjaga sehingga alokasi anggaran pembangunan dapat lebih banyak diarahkan kepada program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Analisis beban kerja menunjukkan kebutuhan ideal ASN di Pemerintah Kota Semarang mencapai sekitar 22 ribu pegawai, sementara saat ini tersedia sekitar 16 ribu pegawai. Karena itu, semangat inovasi, kolaborasi, dan penguatan kualitas pelayanan menjadi kunci agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terlayani secara optimal,” pungkasnya.(tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID – Inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dikembangkan di Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, diapresiasi langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Jumhur Hidayat, saat dilakukan peninjauan ke Kebun Bulusan Edu Park, Selasa (2/6). Praktik pengelolaan sampah organik melalui teknologi BIOWASH PROMIC yang dikembangkan Yayasan Peduli Lingkungan Penghijauan Melindungi Bumi dari Polusi dinilai telah menunjukkan keberhasilan penerapan ekonomi sirkular berbasis masyarakat yang mampu menghasilkan manfaat lingkungan sekaligus nilai ekonomi. Dalam kunjungan tersebut, proses pengolahan sampah organik menjadi media tanam, pupuk, dan nutrisi tanaman ramah lingkungan diperlihatkan secara langsung kepada Menteri Lingkungan Hidup. Kawasan Kebun Bulusan Edu Park juga ditunjukkan sebagai pusat edukasi lingkungan, urban farming, penghijauan, serta pemberdayaan warga. Gerakan pengelolaan sampah yang berawal dari lingkungan RT 04 RW 04 Kelurahan Bulusan itu dinilai berhasil berkembang menjadi contoh nyata pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang sejalan dengan konsep ekonomi sirkular nasional. “Dari RT di Kota Semarang melahirkan satu gagasan bahwa ternyata sampah itu menguntungkan dan itulah ekonomi sirkular. Sampah bukan masalah, bahkan bisa menjadi bagian dari peningkatan kegiatan ekonomi,” kata Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat. Selengkapnya.. https://folkstime.id/menteri-lh-takjub-dengan-inovasi-sampah-warga-bulusan-semarang-dari-rt-jadi-motor-ekonomi-sirkular-nasional/ #menteri #lingkungan #semarang #jateng #sampah

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *