
Sebanyak 30 petugas lapangan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Semarang mengundurkan diri selama proses pendataan.
FOLKSTIME.ID – 30 petugas lapangan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Semarang dilaporkan mengundurkan diri selama proses pendataan berlangsung. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang memastikan seluruh petugas yang mundur telah digantikan sehingga target pendataan hingga 31 Agustus 2026 tetap dipastikan berjalan sesuai jadwal.
Hingga pertengahan Juli 2026, progres pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Semarang telah mencapai 42,69 persen. Pelaksanaan sensus masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, mulai dari pengunduran diri petugas lapangan, keraguan masyarakat dalam memberikan data usaha, hingga akses pendataan di sejumlah kawasan permukiman yang menerapkan sistem keamanan ketat.
Penggantian petugas yang mengundurkan diri disebut telah dilakukan secara bertahap agar proses pendataan tidak terganggu. BPS Kota Semarang juga terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kota Semarang, pemerintah kecamatan, serta pemangku wilayah guna memperlancar pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Kepala BPS Kota Semarang, Rudi Cahyono, mengatakan sebanyak 30 petugas lapangan telah mengundurkan diri dari total 1.437 petugas yang diterjunkan. Namun, seluruh kekosongan tersebut telah langsung diisi sehingga tahapan pendataan tetap berjalan sesuai rencana.
“Jadi dari 1.437 petugas Sensus Ekonomi, ada 30 orang yang mengundurkan diri, tetapi tidak secara bersamaan petugas itu mengundurkan diri semua,” kata Rudi saat ditemui di kantornya, Kamis (16/7/2026).
Menurut Rudi, mayoritas petugas yang memilih mengundurkan diri bukan disebabkan kendala teknis di lapangan, melainkan karena telah diterima bekerja di tempat lain. Sementara sebagian lainnya menilai beban pekerjaan sebagai petugas sensus lebih berat dibandingkan perkiraan saat mengikuti proses rekrutmen.
“Sekitar 16 orang yang mengundurkan diri itu karena diterima bekerja. Ada juga beberapa petugas yang merasa pekerjaan Sensus Ekonomi seperti yang disampaikan Bu Wali Kota itu, jumlahnya hanya beberapa orang saja,” ujarnya.
Meski demikian, dipastikan tidak ada kekurangan personel di lapangan karena seluruh posisi yang kosong telah segera diisi oleh petugas pengganti. Dengan langkah tersebut, target penyelesaian pendataan hingga akhir Agustus tetap diyakini dapat tercapai.
Selain persoalan sumber daya manusia, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 juga masih dipengaruhi rendahnya kepercayaan sebagian masyarakat dalam memberikan informasi. Kekhawatiran mengenai penyalahgunaan data pribadi disebut masih ditemui oleh petugas saat melakukan pendataan langsung.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengakui terdapat petugas yang memilih berhenti setelah merasakan langsung pekerjaan di lapangan. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi perbedaan antara ekspektasi saat mendaftar dengan beban kerja yang dihadapi ketika sensus berlangsung.
“Kami memang menemukan ada petugas-petugas dari BPS yang ketika terjun ke masyarakat kemudian memilih mengundurkan diri atau resign. Mereka merasa pekerjaannya terlalu berat, tidak seperti yang dibayangkan dan lain-lain,” ujar Agustina.
Agustina juga mengungkapkan masih dijumpai warga yang ragu memberikan data karena khawatir informasi yang disampaikan akan dimanfaatkan untuk kepentingan lain, termasuk perpajakan. Karena itu, pendekatan secara persuasif terus dilakukan agar partisipasi masyarakat dapat ditingkatkan.
“Pengambilan data oleh petugas sensus akan disimpan secara rahasia. Maka masyarakat tidak perlu takut untuk memberikan data guna sensus ini dan sensus ini tidak berkaitan dengan apa pun,” tegasnya.
Di sisi lain, kendala akses menuju sejumlah kawasan perumahan dengan sistem keamanan tertutup juga masih dihadapi petugas lapangan. Untuk mengatasi persoalan tersebut, koordinasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, pengurus lingkungan, dan pengelola kawasan terus diperkuat.
“Beberapa kecamatan sudah melakukan rapat koordinasi. Harapannya petugas kami bisa dibantu masuk ke wilayah atau permukiman yang aksesnya agak sulit,” jelas Rudi.
BPS Kota Semarang menegaskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 tetap berlangsung sesuai jadwal. Seluruh petugas yang mengundurkan diri telah digantikan, sementara percepatan pendataan terus dilakukan agar target penyelesaian sensus pada 31 Agustus 2026 dapat dicapai sesuai rencana.(tya)
