Revitalisasi PRPP Semarang dinilai harus mengutamakan pengelolaan profesional, inovatif, dan berkelanjutan.

Revitalisasi PRPP Semarang dinilai harus mengutamakan pengelolaan profesional, inovatif, dan berkelanjutan.

FOLKSTIME.ID – Revitalisasi Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Kota Semarang dinilai harus diarahkan menjadi kawasan wisata berkelanjutan melalui pengelolaan yang profesional, inovatif, dan memiliki sistem pemeliharaan yang jelas. Pembangunan fisik saja disebut tidak akan cukup untuk mengembalikan PRPP sebagai ikon pariwisata Jawa Tengah sekaligus destinasi unggulan yang mampu bersaing dalam jangka panjang.

Kawasan PRPP dinilai memiliki modal besar untuk dikembangkan karena didukung lahan yang luas, akses transportasi yang mudah, serta berada di kawasan strategis yang terhubung dengan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang. Potensi tersebut dinilai perlu dimanfaatkan melalui konsep pengembangan yang tidak hanya mengejar modernisasi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan, ekonomi, dan sosial budaya.

Konsep revitalisasi tersebut juga dipandang dapat menjadi penggerak pertumbuhan sektor pariwisata Kota Semarang apabila didukung tata kelola yang konsisten serta kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam pengelolaan kawasan.

“Poin yang paling penting justru berada pada pemeliharaan rutin dan pengelolaan yang jelas nantinya,” kata Pakar Perencanaan Kota Berkelanjutan Universitas Diponegoro, Prof Rini Kurniati, kepada JPNN.com, Senin (6/7).

Menurut Rini, Kota Semarang sebagai ibu kota Provinsi Jawa Tengah membutuhkan pusat rekreasi yang mampu melayani seluruh lapisan masyarakat sekaligus mempunyai daya tarik yang berkelanjutan. Oleh karena itu, revitalisasi PRPP harus dirancang dengan konsep yang adaptif terhadap perkembangan industri pariwisata tanpa menghilangkan identitas kawasan.

Ia menilai pembangunan fasilitas modern memang diperlukan, namun harus diimbangi dengan strategi pengelolaan yang mampu menjaga kualitas layanan dalam jangka panjang sehingga investasi yang dilakukan tidak berhenti pada pembangunan fisik semata.

Miniatur Jawa Tengah Diminta Tetap Menjadi Identitas PRPP

Dalam pengembangan kawasan, miniatur kabupaten dan kota di Jawa Tengah yang selama ini menjadi ciri khas PRPP diminta tetap dipertahankan. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai masih relevan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Semarang.

Rini menyebut kawasan wisata tersebut dapat diperkaya dengan wahana permainan modern, fasilitas hiburan keluarga, serta atraksi yang mengikuti perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai edukatif yang telah lama melekat pada PRPP.

“Yang utama tetap memperhatikan sustainabilitas dari aspek lingkungan, aspek ekonomi, dan sosial budaya masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, pembangunan berkelanjutan harus dijadikan fondasi utama sehingga revitalisasi mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di sekitar kawasan wisata.

Kolaborasi Investor Dinilai Memperkuat Pengelolaan Kawasan

Skema kerja sama antara pemerintah dengan investor dinilai menjadi pilihan yang lebih efektif dalam menjaga keberlangsungan operasional kawasan wisata. Peran swasta disebut dapat diperbesar terutama pada aspek inovasi dan pemeliharaan fasilitas agar kualitas pelayanan tetap terjaga setelah proses pembangunan selesai.

“Namun, sebaiknya swasta atau investor porsinya lebih besar dalam hal maintenance dan inovasinya,” tutur Rini.

Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya mempercepat pengembangan kawasan, tetapi juga dapat mengurangi beban pemerintah dalam pembiayaan operasional jangka panjang sekaligus menghadirkan inovasi yang mengikuti kebutuhan wisatawan.

Pemprov Jateng Mulai Membuka Peluang Investasi

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mulai membuka peluang investasi untuk merealisasikan revitalisasi PRPP Semarang. Langkah tersebut dilakukan guna mempercepat transformasi kawasan menjadi destinasi wisata modern bertaraf internasional.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan proses pencarian investor sedang dilakukan agar rencana pengembangan dapat segera diwujudkan.

“Memang sekarang kami lagi carikan investor untuk PRPP,” ujar Ahmad Luthfi usai Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Tengah di Gedung Berlian Semarang, Kamis (2/7).

Konsep revitalisasi yang telah disiapkan meliputi pembangunan convention hall berkapasitas besar, kawasan sport center untuk berbagai cabang olahraga, hingga ruang publik yang dirancang terintegrasi dengan kawasan di sekitarnya.

Terhubung Bandara Ahmad Yani hingga Kawasan Marina

Revitalisasi PRPP juga dirancang menjadi bagian dari pengembangan kawasan pesisir Kota Semarang. Integrasi akan dilakukan dengan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Pantai Marina, hingga Pearl of Java City sehingga terbentuk koridor pariwisata dan ekonomi baru di Jawa Tengah.

Melalui konektivitas tersebut, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan diharapkan dapat dicapai bersamaan dengan tumbuhnya aktivitas ekonomi, investasi, dan sektor usaha pendukung pariwisata.

Penataan Kawasan Ditargetkan Dimulai Tahun 2027

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan penataan kawasan PRPP mulai dilaksanakan pada 2027 sebagai bagian dari penguatan sektor pariwisata berkelanjutan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan PRPP memiliki nilai sejarah yang kuat sekaligus menyimpan potensi besar untuk kembali menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Tengah.

“Kami ingin PRPP kembali menjadi ikon kebanggaan Jawa Tengah,” ujar Taj Yasin saat menutup Jateng Fair 2026 di PRPP Kota Semarang, Minggu (5/7) malam.

Ia menegaskan pengembangan kawasan tersebut diharapkan mampu mendukung target pembangunan pariwisata berkelanjutan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

“Gong kami pada 2027 adalah pariwisata berkelanjutan. Maka saya berharap revitalisasi ini bisa berlanjut, sehingga menumbuhkan pariwisata-pariwisata yang ada di Jawa Tengah,” katanya.(tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID- Hak atas layanan kesehatan tetap menjadi perhatian bagi warga binaan di Lapas Kelas I Semarang. Bersama Dinas Kesehatan Kota Semarang, Lapas menggelar skrining kesehatan bagi warga binaan sebagai langkah deteksi dini penyakit dan pemenuhan hak layanan kesehatan. Pada hari pertama, sebanyak 130 warga binaan mengikuti pemeriksaan yang meliputi skrining HIV, Tuberkulosis (TBC), Hepatitis B dan C, serta kesehatan jiwa. Kegiatan ini ditargetkan menjangkau 780 warga binaan secara bertahap selama enam hari. Kalapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak dasar warga binaan. Menurutnya, skrining ini penting untuk mendeteksi penyakit sejak dini, mencegah penyebaran penyakit menular, sekaligus mendukung proses pembinaan agar berjalan lebih optimal. Melalui program ini, Lapas Semarang berharap dapat menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih sehat, humanis, dan produktif, sehingga warga binaan memiliki kondisi fisik dan mental yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat. Sumber : Istimewa #semarang #lapas #kesehatan #pemasyarakatan #jateng

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *