• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
Senin, Oktober 5, 2026
  • Login
Folkstime.id
Advertisement
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Folkstime.id
No Result
View All Result

Sahur di Pura Agung Girinatha, Wali Kota Semarang dan Sinta Nuriyah Tegaskan Harmoni Lintas Iman

setiawan by setiawan
22 Mei 2026
in News
0
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng sahur bersama Sinta Nuriyah di Pura Agung Girinatha. Momentum ini tegaskan toleransi, inklusivitas, dan harmoni sosial di Kota Semarang.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng sahur bersama Sinta Nuriyah di Pura Agung Girinatha. Momentum ini tegaskan toleransi, inklusivitas, dan harmoni sosial di Kota Semarang.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng sahur bersama Sinta Nuriyah di Pura Agung Girinatha. Momentum ini tegaskan toleransi, inklusivitas, dan harmoni sosial di Kota Semarang.

0
SHARES
0
VIEWS

Folkstime.id – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa berbeda di pelataran Pura Agung Girinatha. Di rumah ibadah umat Hindu yang berdiri megah di jantung ibu kota Jawa Tengah itu, sahur Ramadan digelar lintas iman. Pemerintah Kota Semarang bersama tokoh nasional Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid menghadirkan ruang perjumpaan yang sarat pesan toleransi dan inklusivitas.

Momentum sahur di pura tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Ia menjadi simbol kuat bahwa keberagaman di Semarang tidak hanya dirayakan dalam slogan, tetapi dirawat dalam praktik nyata.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa harmoni sosial merupakan fondasi utama pembangunan kota. Menurutnya, capaian Kota Semarang yang konsisten berada di tiga besar nasional dalam Indeks Kota Toleran menjadi indikator bahwa ruang aman bagi seluruh warga terus dijaga dan diperluas.

“Harmoni ini tidak hadir dengan sendirinya. Harmoni dibangun dari kesediaan untuk saling memahami, keberanian untuk saling menerima, dan komitmen bersama untuk menempatkan kemanusiaan di atas segala perbedaan,” ujar Agustina, Selasa (24/2) dini hari

Ia menambahkan, toleransi di Kota Semarang dimaknai secara konkret. Bukan hanya sebatas sikap, melainkan jaminan rasa aman bagi setiap warga dalam menjalankan keyakinannya.

“Bagi kami, toleransi adalah bagaimana setiap warga merasa aman menjalankan ibadahnya, bagaimana perbedaan hadir tanpa rasa curiga, dan bagaimana kita saling menyapa sebagai sesama manusia dengan hormat dan hangat,” lanjutnya.

Kegiatan sahur Ramadan di pura yang identik dengan aktivitas keagamaan umat Hindu itu memperlihatkan wajah inklusif Kota Semarang. Para tokoh agama, unsur Forkopimda, komunitas lintas iman, hingga kelompok disabilitas duduk bersama tanpa sekat.

Bagi Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, sahur lintas komunitas yang selama ini ia lakukan di berbagai daerah merupakan bagian dari upaya merawat persatuan bangsa di tengah kemajemukan.

“Indonesia itu adalah rakyat yang majemuk. Puasa itu mengajarkan akhlak dan budi pekerti yang luhur,” ujarnya.

Ia kembali mengingatkan pesan yang kerap ia sampaikan dalam berbagai forum lintas iman. Bahwa perbedaan adalah keniscayaan yang seharusnya memperkaya, bukan memecah.

“Lita’arafu, untuk saling mengenal, saling menghormati, saling menghargai, bukan untuk saling bertengkar,” kata Sinta.

Nilai-nilai kejujuran, keadilan, kesabaran, keikhlasan, serta sikap saling menghormati, menurutnya, menjadi fondasi penting agar masyarakat dapat hidup berdampingan dalam damai.

Komitmen harmoni sosial di Kota Semarang juga diwujudkan melalui pembangunan Rumah Inspirasi Disabilitas. Program ini dirancang sebagai ruang aman dan setara bagi penyandang disabilitas untuk berinteraksi, berkegiatan, serta mengembangkan potensi.

Dari 16 kecamatan yang ada, tujuh Rumah Inspirasi Disabilitas telah beroperasi. Pemerintah kota menargetkan seluruh kecamatan memiliki fasilitas serupa agar akses dan kesempatan yang setara dapat dirasakan seluruh warga.

“Setiap kecamatan akan mendapatkan akses dan ruang untuk bermain, bertemu, dan diperlakukan setara dengan seluruh warga Kota Semarang,” tegas Agustina.

Langkah tersebut menjadi bagian dari visi pembangunan kota yang tidak meninggalkan siapa pun. Ruang-ruang publik dihadirkan agar inklusif, terbuka, dan ramah bagi kelompok rentan, termasuk difabel.

Kegiatan sahur lintas iman di Pura Agung Girinatha menjadi potret bagaimana toleransi dan inklusivitas diposisikan sebagai arah kebijakan, bukan sekadar agenda simbolik. Pemerintah Kota Semarang menegaskan bahwa pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan pembangunan sosial.

Di tengah dinamika sosial dan tantangan keberagaman, Kota Semarang berupaya menjaga ruang dialog tetap terbuka. Sahur Ramadan di rumah ibadah umat Hindu itu menjadi pesan kuat bahwa kebersamaan bisa tumbuh dari keberanian untuk saling menyapa dan memahami.

Melalui momentum ini, Pemerintah Kota Semarang kembali menegaskan komitmennya menjadikan Kota Semarang sebagai rumah bersama—tempat setiap warga, tanpa memandang latar belakang agama, suku, maupun kondisi fisik, dapat hidup dalam damai, aman, dan bermartabat.(tya)

setiawan

setiawan

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.

Bangun Tersentak dari Bumiku Subur, IKA PMII Rayon Sutawijaya Tetapkan Empat Pilar Strategis

26 September 2026
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

29 September 2026
AHY Run Jateng 2026
AHY Run Jateng 2026 di Semarang telah mencatat sekitar 4.200 pendaftar dari berbagai daerah.

5000 Pelari akan Ramaikan AHY Run Jateng 2026 di Semarang, Hadiah Umrah dan Motor Listrik

26 September 2026
Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

28 September 2026
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.

Padmi Tatap 4 Kios yang Ludes dalam Sekejap, Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang Sisakan Luka Mendalam

4
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.

Bisyaroh Penggerak Keagamaan Kota Semarang Diperluas, Hampir 10.000 Penerima Jadi Bukti Komitmen Wali Kota Agustina Menguatkan Pelayanan Sosial

4
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.

Sunmori 30 Km Naik Vespa, Wagub Jateng Taj Yasin Hadiri Halalbihalal Warga Genuk

3
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.

Candi Borobudur Disiapkan Jadi Poros Wisata Jateng, Kopeng–Rawa Pening Diintegrasikan dalam Aglomerasi Besar

3
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar dengan 300 tenant, sekitar 30 agenda, dan stimulus keringanan pajak hingga 20 persen.
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar selama Oktober dengan melibatkan lebih dari 300 tenant. Pemkot Semarang memberikan keringanan pajak hingga 20 persen untuk mendukung promosi belanja, meningkatkan kunjungan pusat perbelanjaan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Semarang Great Event 2026 Bidik Transaksi Rp600 Miliar, 300 Tenant Ramaikan Promo Belanja Oktober

5 Oktober 2026
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026

Recent News

Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar dengan 300 tenant, sekitar 30 agenda, dan stimulus keringanan pajak hingga 20 persen.
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar selama Oktober dengan melibatkan lebih dari 300 tenant. Pemkot Semarang memberikan keringanan pajak hingga 20 persen untuk mendukung promosi belanja, meningkatkan kunjungan pusat perbelanjaan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Semarang Great Event 2026 Bidik Transaksi Rp600 Miliar, 300 Tenant Ramaikan Promo Belanja Oktober

5 Oktober 2026
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026

Browse by Category

  • Bisnis
  • Daerah
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Lifestyle
  • News
  • Semarang
  • Sports
  • Teknologi
  • Travel
  • Travel

Recent News

Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar dengan 300 tenant, sekitar 30 agenda, dan stimulus keringanan pajak hingga 20 persen.
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar selama Oktober dengan melibatkan lebih dari 300 tenant. Pemkot Semarang memberikan keringanan pajak hingga 20 persen untuk mendukung promosi belanja, meningkatkan kunjungan pusat perbelanjaan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Semarang Great Event 2026 Bidik Transaksi Rp600 Miliar, 300 Tenant Ramaikan Promo Belanja Oktober

5 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya