• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
Senin, Oktober 5, 2026
  • Login
Folkstime.id
Advertisement
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Folkstime.id
No Result
View All Result

Lewat D’Modifest 2026, Pemprov Jateng Dorong Fashion Muslim Tembus Ekspor dan Jadi Motor Ekonomi Halal

setiawan by setiawan
22 Mei 2026
in Lifestyle
0
Lewat D’Modifest 2026 di Semarang, Pemprov Jateng menyiapkan fashion muslim dan ekonomi halal sebagai mesin pertumbuhan baru berbasis 4,45 juta UMKM.
Lewat D’Modifest 2026 di Semarang, Pemprov Jateng menyiapkan fashion muslim dan ekonomi halal sebagai mesin pertumbuhan baru berbasis 4,45 juta UMKM.

Lewat D’Modifest 2026 di Semarang, Pemprov Jateng menyiapkan fashion muslim dan ekonomi halal sebagai mesin pertumbuhan baru berbasis 4,45 juta UMKM.

0
SHARES
0
VIEWS

FOLKSTIME.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya menjadikan sektor fashion muslim dan kuliner halal sebagai penggerak baru pertumbuhan ekonomi daerah. Komitmen itu diperkuat melalui gelaran Dekranasda Modest & Iftar Festival (D’Modifest) 2026 yang berlangsung di Atrium The Park Mall Semarang, Jumat (27/2/2026).

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyatakan penguatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan kebutuhan strategis, bukan sekadar agenda rutin tahunan.

“Kita ini kuat karena UMKM. Waktu krisis moneter dan pandemi, yang menopang ekonomi ya pelaku usaha kecil dan menengah. Maka mereka harus kita dorong terus,” ujarnya saat membuka D’Modifest 2026.

Menurutnya, pengalaman krisis ekonomi membuktikan bahwa UMKM menjadi penyangga utama stabilitas ekonomi daerah. Karena itu, Pemprov Jateng menempatkan sektor ini sebagai fondasi dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Taj Yasin menilai Jawa Tengah tidak kekurangan sumber daya kreatif. Sejak 2017, sejumlah desainer asal daerah telah tampil di panggung internasional. Pada 2022, desainer dari Purbalingga bahkan berhasil menembus pasar luar negeri.

Institusi pendidikan pun ikut ambil bagian. SMK dan pesantren, seperti SMK NU Banat Kudus, pernah membawa karya mereka hingga tampil di Eropa dan Rusia. Fenomena kampung desainer yang mengerjakan pesanan ekspor langsung dari rumah produksi juga disebut sebagai bukti daya saing riil yang telah terbentuk.

“Orangnya di rumah, tapi order dari luar negeri. Artinya potensinya nyata, tinggal kita perkuat ekosistemnya,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan ekosistem menjadi kunci agar talenta lokal tidak hanya bertahan di pasar domestik, tetapi juga konsisten menembus pasar global.

Model produksi kolaboratif lintas daerah dinilai menjadi keunggulan baru industri kreatif Jawa Tengah. Taj Yasin mencontohkan sinergi antara tenun Klaten, teknik pewarnaan khas Pekalongan, dan sentuhan desain dari Grobogan yang dipadukan dalam satu produk.

Menurutnya, pola kerja sama tersebut menciptakan nilai tambah sekaligus memperkuat identitas produk daerah.

Ia juga menyinggung kiprah desainer nasional Dian Pelangi yang berasal dari Pekalongan sebagai bukti bahwa busana muslim memiliki peluang besar di pasar internasional. “Tren busana muslim sekarang bukan lagi musiman, tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup,” tegasnya.

D’Modifest 2026 menghadirkan sekitar 50 stan yang memadukan produk fashion muslim dan kuliner halal. Namun bagi Pemprov Jateng, kegiatan ini menjadi pijakan menuju agenda lebih besar pada 2027 dengan mengusung tema pariwisata ramah muslim dan ekonomi halal.

“Di tahun ini, InsyaAllah akan kita gelar tingkat nasional dan kita undang juga tamu-tamu dari berbagai negara,” ujar Taj Yasin.

Ia menekankan, konsep wisata ke depan tidak lagi terbatas pada destinasi alam seperti Dieng atau Bandungan. Sentra industri kreatif dan UMKM juga akan dikemas sebagai bagian dari paket wisata.

“Kita tawarkan bukan hanya tempat wisatanya, tapi juga sentra industrinya. Wisatawan datang, belanja produk lokal, lihat proses produksinya. Itu juga wisata,” jelasnya.

Strategi promosi tersebut bahkan telah dibawa dalam kerja sama sister province dengan sejumlah negara seperti Cina, Jepang, dan Australia, dengan menawarkan potensi industri kreatif sebagai daya tarik investasi serta perdagangan.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menyampaikan bahwa kekuatan utama provinsi ini terletak pada skala UMKM dan ekosistem kreatif yang telah terbentuk.

Berdasarkan data SIDT-UMKM 2025, Jawa Tengah memiliki 4,45 juta unit UMKM, terbesar ketiga secara nasional setelah Jawa Barat dan Jawa Timur. Jumlah UKM binaan Pemprov juga meningkat dari 167.391 unit pada 2020 menjadi 198.780 unit pada 2025.

“Dengan ekosistem kreatif yang kuat, Jawa Tengah optimistis menembus pasar ekspor, minimal ke negara tetangga seperti Malaysia yang menjadi salah satu pengimpor busana muslim terbesar,” ujarnya.

Capaian tersebut diperkuat oleh hasil partisipasi pelaku UMKM Jateng dalam ajang INACRAFT pada 4–8 Februari 2026 di Jakarta Convention Center. Sebanyak 22 stan mencatatkan total transaksi Rp820.904.550, terdiri dari penjualan ritel Rp630.334.550 dan pesanan lanjutan Rp190.570.000.

Menurut Nawal, angka tersebut menunjukkan produk UMKM Jawa Tengah mampu bersaing di tingkat nasional dan memiliki peluang ekspor yang terbuka lebar.(tya)

setiawan

setiawan

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.

Bangun Tersentak dari Bumiku Subur, IKA PMII Rayon Sutawijaya Tetapkan Empat Pilar Strategis

26 September 2026
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

29 September 2026
AHY Run Jateng 2026
AHY Run Jateng 2026 di Semarang telah mencatat sekitar 4.200 pendaftar dari berbagai daerah.

5000 Pelari akan Ramaikan AHY Run Jateng 2026 di Semarang, Hadiah Umrah dan Motor Listrik

26 September 2026
Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

28 September 2026
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.

Padmi Tatap 4 Kios yang Ludes dalam Sekejap, Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang Sisakan Luka Mendalam

4
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.

Bisyaroh Penggerak Keagamaan Kota Semarang Diperluas, Hampir 10.000 Penerima Jadi Bukti Komitmen Wali Kota Agustina Menguatkan Pelayanan Sosial

4
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.

Sunmori 30 Km Naik Vespa, Wagub Jateng Taj Yasin Hadiri Halalbihalal Warga Genuk

3
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.

Candi Borobudur Disiapkan Jadi Poros Wisata Jateng, Kopeng–Rawa Pening Diintegrasikan dalam Aglomerasi Besar

3
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar dengan 300 tenant, sekitar 30 agenda, dan stimulus keringanan pajak hingga 20 persen.
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar selama Oktober dengan melibatkan lebih dari 300 tenant. Pemkot Semarang memberikan keringanan pajak hingga 20 persen untuk mendukung promosi belanja, meningkatkan kunjungan pusat perbelanjaan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Semarang Great Event 2026 Bidik Transaksi Rp600 Miliar, 300 Tenant Ramaikan Promo Belanja Oktober

5 Oktober 2026
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026

Recent News

Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar dengan 300 tenant, sekitar 30 agenda, dan stimulus keringanan pajak hingga 20 persen.
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar selama Oktober dengan melibatkan lebih dari 300 tenant. Pemkot Semarang memberikan keringanan pajak hingga 20 persen untuk mendukung promosi belanja, meningkatkan kunjungan pusat perbelanjaan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Semarang Great Event 2026 Bidik Transaksi Rp600 Miliar, 300 Tenant Ramaikan Promo Belanja Oktober

5 Oktober 2026
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026

Browse by Category

  • Bisnis
  • Daerah
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Lifestyle
  • News
  • Semarang
  • Sports
  • Teknologi
  • Travel
  • Travel

Recent News

Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar dengan 300 tenant, sekitar 30 agenda, dan stimulus keringanan pajak hingga 20 persen.
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar selama Oktober dengan melibatkan lebih dari 300 tenant. Pemkot Semarang memberikan keringanan pajak hingga 20 persen untuk mendukung promosi belanja, meningkatkan kunjungan pusat perbelanjaan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Semarang Great Event 2026 Bidik Transaksi Rp600 Miliar, 300 Tenant Ramaikan Promo Belanja Oktober

5 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya