• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
Senin, Oktober 5, 2026
  • Login
Folkstime.id
Advertisement
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Folkstime.id
No Result
View All Result

Tradisi Sedekah Laut Jadi Daya Tarik Generasi Muda di Semarang

Rina by Rina
10 Mei 2026
in News
1
Tradisi Sedekah Laut Jadi Daya Tarik Generasi Muda di Semarang
Salah satu mahasiswa Undip tengah observasi budaya sedekah laut di Tambaklorok, Tanjung Emas, Semarang, Minggu (10/5).

Salah satu mahasiswa Undip tengah observasi budaya sedekah laut di Tambaklorok, Tanjung Emas, Semarang, Minggu (10/5).

0
SHARES
0
VIEWS

FOLKSTIME.ID– Tradisi Sedekah Laut di kawasan pesisir Kota Semarang kembali menarik perhatian generasi muda. Tidak hanya dihadiri masyarakat nelayan, kegiatan budaya tahunan tersebut juga menjadi ruang belajar budaya bagi mahasiswa yang ingin memahami lebih dalam nilai sosial, spiritual, dan tradisi masyarakat pesisir Jawa.

Kegiatan budaya masyarakat pesisir yang selama ini identik dengan kehidupan nelayan kini mulai dipelajari kalangan mahasiswa sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi.

Suasana tradisi Sedekah Laut dipenuhi aktivitas masyarakat yang datang menyaksikan prosesi adat sebagai bentuk rasa syukur atas hasil laut sekaligus doa keselamatan bagi para nelayan.

Di tengah kegiatan tersebut, sejumlah mahasiswa terlihat melakukan observasi dan wawancara langsung kepada warga pesisir.

Kehadiran mahasiswa dalam tradisi Sedekah Laut dinilai menjadi sinyal positif bahwa budaya lokal masih memiliki tempat di hati generasi muda.

Mahasiswa Antropologi Sosial Undip Dalami Makna Sedekah Laut

Salah satu mahasiswa yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Mutiara Karunia Kasih, mahasiswa Jurusan Antropologi Sosial Universitas Diponegoro (Undip).

Ia datang untuk mempelajari tradisi Sedekah Laut secara langsung sebagai bagian dari tugas kuliah sekaligus ketertarikan pribadi terhadap budaya masyarakat pesisir.

“Untuk Sedekah Laut, untuk mengetahui tradisi Sedekah Laut secara kompleksnya gimana. Karena ini untuk project dari dosen sama tugas kuliah juga kebetulan,” kata Mutiara Karunia Kasih.

Menurutnya, tradisi Sedekah Laut tidak hanya sekadar ritual tahunan masyarakat nelayan, tetapi juga menyimpan nilai budaya dan sosial yang kuat.

Tradisi tersebut memperlihatkan nilai gotong royong, spiritualitas masyarakat pesisir, hingga bentuk penghormatan terhadap laut sebagai sumber penghidupan warga.

Sedekah Laut Dinilai Menjadi Ruang Belajar Budaya

Tradisi Sedekah Laut kini disebut berkembang menjadi ruang pembelajaran budaya bagi generasi muda.

Melalui keterlibatan langsung di lapangan, mahasiswa dapat memahami kehidupan masyarakat pesisir secara lebih dekat dibandingkan hanya mempelajarinya di ruang kelas.

Dalam pengamatannya, masyarakat nelayan masih menjaga kuat nilai rasa syukur kepada Tuhan dan penghormatan terhadap alam laut melalui prosesi adat yang diwariskan turun-temurun tersebut.

Mutiara menilai keterlibatan anak muda dalam tradisi budaya perlu terus didorong agar pelestarian budaya tidak berhenti di generasi sebelumnya saja.

“Saya berharap Sedekah Laut dengan tradisi Sedekah Laut ini bisa melahirkan anak muda untuk berpartisipasi, ikut nguri-nguri budaya tradisi Sedekah Laut ini,” ujarnya.

Tradisi Sedekah Laut Sarat Nilai Syukur dan Keselamatan Nelayan

Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan sejumlah nelayan, tradisi Sedekah Laut dipahami sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil tangkapan laut yang diberikan Tuhan kepada masyarakat pesisir.

Selain itu, keselamatan saat melaut juga menjadi harapan utama yang dipanjatkan dalam prosesi adat tersebut.

“Kalau menurut saya setelah saya wawancara dengan beberapa nelayan sih tradisi Sedekah Laut itu untuk ungkapan syukur kepada yang kuasa, hasil laut sudah dikasih hasil laut, terus meminta keselamatan dalam laut juga,” jelasnya.

Tradisi Sedekah Laut sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu budaya masyarakat pesisir Jawa yang masih bertahan di berbagai daerah. Prosesi adat biasanya diisi doa bersama, kirab hasil bumi, hingga pelarungan sesaji ke laut.

Pelestarian Budaya Pesisir Perlu Dukungan Generasi Muda

Keberadaan tradisi Sedekah Laut saat ini dinilai menghadapi tantangan modernisasi dan perubahan pola hidup masyarakat.

Karena itu, keterlibatan generasi muda dianggap menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan budaya pesisir.

Budaya lokal disebut akan lebih mudah bertahan apabila terus dikenalkan melalui pendidikan, kegiatan masyarakat, hingga media digital.

Selain menjadi ritual adat masyarakat nelayan, Sedekah Laut kini juga mulai dilihat sebagai daya tarik wisata budaya yang menghadirkan edukasi sejarah dan kehidupan masyarakat pesisir kepada masyarakat luas.

Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan budaya tersebut menjadi gambaran bahwa tradisi lokal masih mampu menarik perhatian generasi muda untuk ikut mempelajari dan melestarikannya.

Dengan mulai tumbuhnya minat anak muda terhadap budaya pesisir, harapan terhadap pelestarian tradisi Sedekah Laut di tengah perkembangan zaman dinilai masih terbuka lebar. (Rin)

Rina

Rina

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.

Bangun Tersentak dari Bumiku Subur, IKA PMII Rayon Sutawijaya Tetapkan Empat Pilar Strategis

26 September 2026
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

29 September 2026
AHY Run Jateng 2026
AHY Run Jateng 2026 di Semarang telah mencatat sekitar 4.200 pendaftar dari berbagai daerah.

5000 Pelari akan Ramaikan AHY Run Jateng 2026 di Semarang, Hadiah Umrah dan Motor Listrik

26 September 2026
Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

28 September 2026
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.

Padmi Tatap 4 Kios yang Ludes dalam Sekejap, Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang Sisakan Luka Mendalam

4
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.

Bisyaroh Penggerak Keagamaan Kota Semarang Diperluas, Hampir 10.000 Penerima Jadi Bukti Komitmen Wali Kota Agustina Menguatkan Pelayanan Sosial

4
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.

Sunmori 30 Km Naik Vespa, Wagub Jateng Taj Yasin Hadiri Halalbihalal Warga Genuk

3
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.

Candi Borobudur Disiapkan Jadi Poros Wisata Jateng, Kopeng–Rawa Pening Diintegrasikan dalam Aglomerasi Besar

3
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar dengan 300 tenant, sekitar 30 agenda, dan stimulus keringanan pajak hingga 20 persen.
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar selama Oktober dengan melibatkan lebih dari 300 tenant. Pemkot Semarang memberikan keringanan pajak hingga 20 persen untuk mendukung promosi belanja, meningkatkan kunjungan pusat perbelanjaan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Semarang Great Event 2026 Bidik Transaksi Rp600 Miliar, 300 Tenant Ramaikan Promo Belanja Oktober

5 Oktober 2026
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026

Recent News

Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar dengan 300 tenant, sekitar 30 agenda, dan stimulus keringanan pajak hingga 20 persen.
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar selama Oktober dengan melibatkan lebih dari 300 tenant. Pemkot Semarang memberikan keringanan pajak hingga 20 persen untuk mendukung promosi belanja, meningkatkan kunjungan pusat perbelanjaan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Semarang Great Event 2026 Bidik Transaksi Rp600 Miliar, 300 Tenant Ramaikan Promo Belanja Oktober

5 Oktober 2026
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026

Browse by Category

  • Bisnis
  • Daerah
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Lifestyle
  • News
  • Semarang
  • Sports
  • Teknologi
  • Travel
  • Travel

Recent News

Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar dengan 300 tenant, sekitar 30 agenda, dan stimulus keringanan pajak hingga 20 persen.
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar selama Oktober dengan melibatkan lebih dari 300 tenant. Pemkot Semarang memberikan keringanan pajak hingga 20 persen untuk mendukung promosi belanja, meningkatkan kunjungan pusat perbelanjaan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Semarang Great Event 2026 Bidik Transaksi Rp600 Miliar, 300 Tenant Ramaikan Promo Belanja Oktober

5 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya