• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
Sabtu, Oktober 3, 2026
  • Login
Folkstime.id
Advertisement
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Folkstime.id
No Result
View All Result

Harga BBM Tak Menentu, Mobil PHEV Jadi Solusi Baru: BYD Klaim Biaya Operasional Bisa Hemat hingga 77 Persen

setiawan by setiawan
17 Juni 2026
in Teknologi
1
Di tengah ketidakpastian harga BBM, mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) mulai menjadi pilihan masyarakat.
Di tengah ketidakpastian harga BBM, mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) mulai menjadi pilihan masyarakat.

Di tengah ketidakpastian harga BBM, mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) mulai menjadi pilihan masyarakat.

0
SHARES
0
VIEWS

FOLKSTIME.ID — Teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) mulai diposisikan sebagai solusi efisiensi biaya berkendara di tengah fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM) yang masih memengaruhi pengeluaran pemilik kendaraan di Indonesia.

Kendaraan PHEV dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan konsumsi bahan bakar lebih hemat tanpa harus sepenuhnya beralih ke kendaraan listrik murni. Teknologi tersebut menggabungkan motor listrik, baterai berkapasitas besar, dan mesin bensin dalam satu sistem penggerak yang dapat digunakan secara bergantian.

Di Jawa Tengah, dominasi kendaraan berbahan bakar bensin atau Internal Combustion Engine (ICE) masih tercatat mencapai 80,3 persen, sedangkan di Kota Semarang berada di kisaran 75,5 persen. Namun, meningkatnya biaya operasional akibat perubahan harga BBM membuat alternatif kendaraan yang lebih efisien mulai banyak dicari masyarakat.

Head of Product PT BYD Motor Indonesia, Bobby Bharata, mengatakan teknologi PHEV dihadirkan sebagai jembatan menuju era elektrifikasi kendaraan tanpa menghilangkan fleksibilitas penggunaan mesin bensin.

“Bahasa sederhananya, kendaraan PHEV bisa dicas dan bisa diisi bensin. Jadi pengguna mendapatkan fleksibilitas lebih tinggi tanpa perlu khawatir jika belum menemukan stasiun pengisian daya,” kata Bobby Bharata di Semarang, Rabu (17/6/2026).

Menurut dia, kekhawatiran sebagian masyarakat terhadap ketersediaan infrastruktur pengisian daya dan jarak tempuh kendaraan listrik murni masih menjadi salah satu tantangan dalam percepatan elektrifikasi kendaraan.

“PHEV hadir sebagai opsi. Bagi masyarakat yang belum siap langsung menggunakan kendaraan listrik murni, teknologi ini bisa menjadi langkah awal menuju elektrifikasi,” ujarnya.

Tawangmangu Diserbu Ribuan Pengunjung, MAXI Yamaha Day 2026 Satukan Lebih dari 700 Bikers dari Berbagai Kota

Motor Listrik Jadi Penggerak Utama

Pada kendaraan PHEV, tenaga penggerak utama disebut lebih banyak disuplai oleh motor listrik. Sementara mesin bensin difungsikan sebagai pendukung ketika dibutuhkan tenaga tambahan atau saat kapasitas baterai menurun.

Penggunaan tenaga listrik dapat dimaksimalkan untuk aktivitas harian di wilayah perkotaan sehingga konsumsi bahan bakar dapat ditekan lebih rendah dibanding kendaraan konvensional.

“Saat pengemudi membutuhkan akselerasi lebih besar, seperti ketika menyalip kendaraan lain atau melintasi tanjakan, mesin bensin akan aktif secara otomatis untuk membantu sistem,” jelas Bobby.

Teknologi regenerative braking juga telah disematkan pada sistem kendaraan. Energi yang dihasilkan saat pengereman maupun ketika melintasi jalan menurun akan dikonversi kembali menjadi listrik dan disimpan ke dalam baterai.

Dengan mekanisme tersebut, penggunaan bahan bakar dapat dikurangi secara signifikan karena sebagian besar perjalanan dilakukan menggunakan tenaga listrik.

Diklaim Hemat Biaya Operasional Hingga 77 Persen

Efisiensi biaya operasional menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan kendaraan PHEV. Melalui teknologi Dual Mode (DM), penghematan biaya perjalanan diklaim dapat dicapai dibanding kendaraan berbahan bakar bensin pada jarak tempuh yang sama.

“Teknologi Dual Mode mampu memberikan penghematan biaya operasional hingga sekitar 60 persen dibanding kendaraan berbahan bakar bensin,” ungkap Bobby.

Bahkan, berdasarkan pengujian yang dilakukan bersama sejumlah jurnalis di Jawa Tengah, efisiensi biaya operasional disebut dapat mencapai sekitar 77 persen karena konsumsi bensin yang digunakan sangat minim.

Selain efisiensi, kemampuan menjangkau perjalanan jarak jauh juga dinilai menjadi nilai tambah bagi pengguna yang belum sepenuhnya yakin menggunakan kendaraan listrik murni.

“Ketika daya baterai habis, kendaraan tetap dapat melanjutkan perjalanan menggunakan mesin bensin tanpa harus mencari stasiun pengisian daya,” katanya.

Menurut Bobby, kombinasi pengalaman berkendara layaknya mobil listrik dengan fleksibilitas penggunaan bensin membuat PHEV kerap disebut sebagai teknologi transisi menuju kendaraan listrik penuh.

“PHEV bukan sekadar kendaraan hemat bahan bakar. Teknologi ini menjadi jembatan yang mempertemukan kebutuhan efisiensi, kenyamanan, dan kesiapan masyarakat menuju era kendaraan elektrifikasi,” tegasnya.

Layanan Purna Jual Disiapkan

Selain efisiensi energi, kesiapan layanan purna jual juga disebut menjadi faktor penting yang dipertimbangkan konsumen sebelum membeli kendaraan berteknologi elektrifikasi.

Head of After Sales PT BYD Motor Indonesia, Ubaedillah, mengatakan jaringan servis dan ketersediaan suku cadang terus diperkuat untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan PHEV.

Menurut dia, biaya perawatan kendaraan PHEV juga dirancang lebih efisien karena interval servis dibuat lebih panjang dibanding kendaraan konvensional.

“Interval servis yang lebih panjang membuat biaya perawatan menjadi lebih efisien dibanding kendaraan konvensional,” ujar Ubaedillah.

Ia menjelaskan, pada kendaraan BYD M6 DM, perawatan berkala dilakukan setiap satu tahun atau 20.000 kilometer berdasarkan odometer, serta setiap 10.000 kilometer berdasarkan jam kerja mesin atau HMV, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu.

Hingga saat ini, lebih dari 100 jaringan dealer BYD telah dioperasikan di Indonesia dan seluruhnya telah dilengkapi fasilitas layanan purna jual.

“Jumlah jaringan akan terus bertambah seiring perkembangan pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia,” kata Ubaedillah.

Selain memperluas jaringan servis, gudang suku cadang berskala besar juga telah disiapkan untuk memastikan ketersediaan komponen bagi konsumen di berbagai daerah.

Di tengah ketidakpastian harga BBM dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap efisiensi energi serta pengurangan emisi, kendaraan PHEV diperkirakan akan menjadi salah satu segmen yang semakin diminati dalam beberapa tahun mendatang.(tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID – Deru mesin kendaraan roda tiga memecah suasana Kota Semarang pada Rabu petang (10/6/2026). Satu per satu, sebanyak 20 unit Bajaj RE berwarna cerah berbaris rapi meninggalkan halaman Bajaj Showroom & Maxride Semarang di Jalan Brigjen Sudiarto, Pedurungan Kidul. Bukan sekadar iring-iringan kendaraan. Konvoi tersebut menjadi simbol optimisme baru yang tengah tumbuh di Kota Atlas. Di balik kemudi para pengemudi, tersimpan cerita perjuangan mencari nafkah. Di kursi penumpang, hadir harapan akan peluang usaha yang menjanjikan di tengah perkembangan kota yang terus bergerak maju. Perjalanan dimulai menjelang senja. Rombongan bergerak melewati Jalan Wolter Monginsidi menuju Stadion Citarum. Suara khas mesin Bajaj mengundang perhatian warga yang berdiri di tepi jalan. Beberapa pengendara melambatkan laju kendaraan mereka, sementara anak-anak melambaikan tangan ketika iring-iringan kendaraan roda tiga itu melintas. Ketika memasuki kawasan Kota Lama Semarang, suasana semakin terasa istimewa. Bangunan-bangunan bersejarah menjadi latar perjalanan armada yang membawa semangat transportasi modern. Cahaya matahari yang mulai redup memantul di bodi kendaraan, menciptakan pemandangan yang menarik perhatian wisatawan maupun masyarakat yang tengah menikmati sore. Slamet Mulyono, salah satu pengemudi Bajaj Semarang, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Baginya, konvoi tersebut bukan hanya acara perusahaan, melainkan bukti perjalanan hidup yang berubah sejak menjadi mitra pengemudi. “Saya senang sekali bisa ikut konvoi ini. Dulu penghasilan saya tidak menentu, sekarang lebih stabil. Kebutuhan keluarga lebih tercukupi. Saat melihat banyak Bajaj beriringan di jalan, saya merasa menjadi bagian dari sesuatu yang besar,” ujarnya sambil tersenyum. Menurut Slamet, tingginya permintaan masyarakat terhadap layanan Bajaj di Semarang membuat para pengemudi kerap kewalahan menerima pesanan, terutama pada jam-jam sibuk. Karena itu, rencana ekspansi ke sejumlah wilayah baru menjadi kabar yang disambut antusias para mitra pengemudi. Perjalanan kemudian berlanjut melewati Gedung Keuangan Negara, Jalan Pemuda, Balai Kota Semarang, hingga kawasan Lawangsewu dan Tugu Muda. Di sejumlah titik, warga terlihat mengabadikan momen menggunakan telepon genggam mereka. Di salah satu kendaraan, Ali Maghfur, juragan Bajaj pertama di Semarang, turut mengikuti perjalanan tersebut. Ia mengaku merasakan kebanggaan tersendiri melihat perkembangan armada Bajaj yang kini semakin dikenal masyarakat. “Banyak orang awalnya hanya melihat Bajaj sebagai kendaraan. Tapi bagi kami, ini juga peluang usaha yang nyata. Ketika melihat konvoi ini melintasi pusat kota, saya merasa optimistis bahwa potensi Bajaj di Semarang masih sangat besar,” katanya. Kesan serupa juga dirasakan sejumlah calon investor yang ikut menjadi penumpang selama konvoi berlangsung. Mereka berkesempatan melihat langsung bagaimana armada Bajaj diterima masyarakat di berbagai sudut kota. Seorang peserta mengaku terkejut melihat banyaknya warga yang memperhatikan rombongan kendaraan tersebut. “Saya baru pertama kali naik Bajaj modern seperti ini. Ternyata nyaman dan respons masyarakat juga sangat positif. Saya jadi lebih memahami kenapa bisnis ini dianggap memiliki prospek yang menarik,” ujarnya. Bagi Muhammad Rio, Regional Manager Jawa Tengah dan DIY Bajaj Indonesia, konvoi tersebut menjadi cara untuk menunjukkan bahwa Bajaj bukan hanya sarana transportasi, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Saat malam mulai turun, rombongan akhirnya tiba di Openair Pantai Marina Semarang. Lampu-lampu kendaraan menyala di tepi pantai, menandai berakhirnya perjalanan yang menempuh sejumlah ikon kota. Selengkapnya… https://folkstime.id/menjemput-harapan-di-tiga-roda-konvoi-bajaj-warnai-senja-semarang-dan-bawa-mimpi-baru-warganya/ #bajaj #maxride #semarang #jateng

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id
Tags: BYDHarga BBMKendaraan ElektrifikasiMobil HybridMobil ListrikPHEV
setiawan

setiawan

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.

Bangun Tersentak dari Bumiku Subur, IKA PMII Rayon Sutawijaya Tetapkan Empat Pilar Strategis

26 September 2026
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

29 September 2026
AHY Run Jateng 2026
AHY Run Jateng 2026 di Semarang telah mencatat sekitar 4.200 pendaftar dari berbagai daerah.

5000 Pelari akan Ramaikan AHY Run Jateng 2026 di Semarang, Hadiah Umrah dan Motor Listrik

26 September 2026
Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

28 September 2026
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.

Padmi Tatap 4 Kios yang Ludes dalam Sekejap, Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang Sisakan Luka Mendalam

4
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.

Bisyaroh Penggerak Keagamaan Kota Semarang Diperluas, Hampir 10.000 Penerima Jadi Bukti Komitmen Wali Kota Agustina Menguatkan Pelayanan Sosial

4
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.

Sunmori 30 Km Naik Vespa, Wagub Jateng Taj Yasin Hadiri Halalbihalal Warga Genuk

3
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.

Candi Borobudur Disiapkan Jadi Poros Wisata Jateng, Kopeng–Rawa Pening Diintegrasikan dalam Aglomerasi Besar

3
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

2 Oktober 2026
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf

Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf Gelar Wellness Pagi, Padukan Yoga dan Jamu

30 September 2026
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan investasi proyek hijau di New York.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan investasi proyek hijau di New York.

Zulhas Tawarkan Insentif Pasar Karbon untuk Tarik Investasi Hijau ke Indonesia

30 September 2026

Recent News

Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

2 Oktober 2026
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf

Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf Gelar Wellness Pagi, Padukan Yoga dan Jamu

30 September 2026
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan investasi proyek hijau di New York.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan investasi proyek hijau di New York.

Zulhas Tawarkan Insentif Pasar Karbon untuk Tarik Investasi Hijau ke Indonesia

30 September 2026

Browse by Category

  • Bisnis
  • Daerah
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Lifestyle
  • News
  • Semarang
  • Sports
  • Teknologi
  • Travel
  • Travel

Recent News

Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

2 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya