• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Login
Folkstime.id
Advertisement
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Folkstime.id
No Result
View All Result

HUT Adhyaksa ke-66: Dekan Hukum UNTAG Semarang Sebut Kepercayaan Publik Lebih Berharga daripada Statistik Penanganan Perkara

setiawan by setiawan
22 Juli 2026
in News
0
Peringatan HUT Adhyaksa ke-66 menjadi momentum memperkuat integritas Kejaksaan.
Peringatan HUT Adhyaksa ke-66 menjadi momentum memperkuat integritas Kejaksaan.

Peringatan HUT Adhyaksa ke-66 menjadi momentum memperkuat integritas Kejaksaan.

0
SHARES
1
VIEWS

FOLKSTIME.ID – Di tengah meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pemberantasan korupsi, Kejaksaan dinilai menghadapi tantangan yang lebih besar daripada sekadar memenangkan perkara di pengadilan. Kepercayaan publik kini menjadi modal utama yang menentukan legitimasi setiap langkah penegakan hukum. Karena itu, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Adhyaksa ke-66 dipandang bukan hanya sebagai momentum merayakan capaian, tetapi juga menguatkan integritas kelembagaan.

Pandangan tersebut disampaikan Dekan Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus (UNTAG) Semarang, Dr. Edi Pranoto, SH., M.Hum., dalam refleksi akademiknya mengenai posisi Kejaksaan di tengah dinamika penegakan hukum nasional. Menurutnya, keberhasilan institusi penegak hukum tidak hanya diukur dari banyaknya perkara yang berhasil ditangani, tetapi juga dari kemampuan menjaga kepercayaan masyarakat melalui tata kelola yang transparan dan akuntabel.

Edi menilai Kejaksaan dalam beberapa tahun terakhir berhasil menunjukkan performa yang semakin kuat. Hal itu terlihat dari keberhasilan memulihkan aset negara hingga Rp19,6 triliun sepanjang 2025, termasuk pengembalian uang pengganti dari perkara korupsi crude palm oil (CPO) senilai Rp13,25 triliun. Baginya, capaian tersebut membuktikan bahwa penegakan hukum tidak lagi semata-mata berorientasi pada penghukuman, tetapi juga mampu mengembalikan hak-hak negara yang sebelumnya hilang akibat tindak pidana korupsi.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Kejaksaan justru harus dijawab dengan penguatan integritas institusi. Menurutnya, setiap keberhasilan besar akan selalu diikuti pengawasan publik yang semakin tinggi.

Dalam kajiannya, Edi menjelaskan Kejaksaan memiliki dua karakter utama yang harus dikelola secara seimbang. Di satu sisi, lembaga tersebut mempunyai kekuatan organisasi yang besar dengan jaringan hingga ke daerah, didukung sekitar 12 ribu jaksa dan puluhan ribu aparatur sipil negara. Di sisi lain, Kejaksaan juga memiliki kewenangan penuntutan yang terpusat sehingga menjadi institusi yang sangat menentukan arah proses penegakan hukum pidana di Indonesia.

Menurutnya, kombinasi kekuatan organisasi dan kewenangan tersebut merupakan modal besar bagi negara untuk memberantas korupsi maupun kejahatan lainnya. Namun, modal tersebut hanya akan menghasilkan kepercayaan publik apabila dijalankan secara profesional, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Semakin besar kewenangan sebuah lembaga negara, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk membuka ruang pengawasan. Akuntabilitas bukanlah penghambat penegakan hukum, melainkan fondasi agar penegakan hukum memperoleh legitimasi publik,” demikian esensi pandangan Edi dalam refleksinya.

22 Lansia Semarang Resmi Diwisuda, Sekolah SALSA Buktikan Belajar Tak Pernah Mengenal Batas Usia

Karena itu, Edi menilai HUT Adhyaksa ke-66 seharusnya menjadi titik tolak memperkuat reformasi internal Kejaksaan. Ia mengusulkan sejumlah langkah strategis, mulai dari meningkatkan transparansi penanganan perkara, memperkuat fungsi pengawasan internal dan eksternal, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mempererat koordinasi dengan lembaga penegak hukum lainnya, hingga menjadikan pemulihan aset sebagai orientasi utama dalam pemberantasan korupsi.

Menurutnya, transparansi sangat penting untuk menghilangkan ruang spekulasi di tengah masyarakat. Penjelasan yang terbuka terhadap setiap keputusan hukum, termasuk penghentian penyidikan maupun penuntutan, akan memperkuat persepsi bahwa seluruh proses penegakan hukum dilakukan berdasarkan aturan, bukan kepentingan tertentu.

Selain itu, peningkatan kapasitas jaksa dan aparatur pendukung juga menjadi pekerjaan rumah yang tidak kalah penting. Edi menilai integritas harus dibangun melalui pendidikan yang berkelanjutan sehingga profesionalisme tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi budaya organisasi.

Ia juga menyoroti pentingnya harmonisasi antar-lembaga penegak hukum. Menurutnya, koordinasi yang baik antara Kejaksaan, Kepolisian, KPK, BPKP, dan instansi terkait akan memperkuat efektivitas sistem peradilan pidana sekaligus menghindari tumpang tindih kewenangan yang berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum.

Di akhir refleksinya, Edi menegaskan bahwa capaian pemulihan aset negara selama 2025 seharusnya menjadi standar baru bagi Kejaksaan. Namun keberhasilan tersebut hanya akan memiliki makna jangka panjang apabila dibangun di atas fondasi tata kelola yang bersih, pengawasan yang konsisten, dan komitmen terhadap nilai-nilai keadilan.

Bagi Edi, HUT Adhyaksa ke-66 bukan sekadar perayaan hari jadi institusi, melainkan kesempatan untuk memperkuat kontrak moral antara Kejaksaan dan masyarakat. Sebab, dalam negara hukum, kepercayaan publik merupakan aset yang jauh lebih berharga dibanding sekadar statistik keberhasilan penanganan perkara. Kepercayaan itulah yang akan menentukan apakah Kejaksaan tetap dipandang sebagai benteng keadilan yang independen, profesional, dan berpihak pada kepentingan bangsa.(tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID– Satpol PP Kota Semarang menertibkan empat lapak usaha rosok di Jalan Kolonel Sugiyono, Kamis (16/7/2026). Penertiban dilakukan karena kawasan tersebut tengah dibangun pedestrian dan menjadi pintu masuk destinasi wisata Kota Lama. Sebagian barang rosok yang digelar di bahu jalan turut diamankan petugas. Kepala Satpol PP Kota Semarang, Kusnandir, mengatakan penataan dilakukan setelah sosialisasi berulang kepada para pelaku usaha. “Jalan Kolonel Sugiyono merupakan pintu masuk Kota Lama sehingga harus ditata. Kami sudah berkali-kali mengimbau pelaku usaha untuk memindahkan usahanya,” ujar Kusnandir. Ia menegaskan kawasan tersebut akan disterilkan melalui kerja bakti dan patroli rutin agar lapak rosok tidak kembali bermunculan. #semarang #kotalama #satpolpp #jateng #semaranghits

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id
Tags: HUT AdhyaksaIntegritas KejaksaanKejaksaan RIKepercayaan PublikUNTAG Semarang
setiawan

setiawan

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.

Bangun Tersentak dari Bumiku Subur, IKA PMII Rayon Sutawijaya Tetapkan Empat Pilar Strategis

26 September 2026
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

29 September 2026
AHY Run Jateng 2026
AHY Run Jateng 2026 di Semarang telah mencatat sekitar 4.200 pendaftar dari berbagai daerah.

5000 Pelari akan Ramaikan AHY Run Jateng 2026 di Semarang, Hadiah Umrah dan Motor Listrik

26 September 2026
Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

28 September 2026
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.

Padmi Tatap 4 Kios yang Ludes dalam Sekejap, Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang Sisakan Luka Mendalam

4
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.

Bisyaroh Penggerak Keagamaan Kota Semarang Diperluas, Hampir 10.000 Penerima Jadi Bukti Komitmen Wali Kota Agustina Menguatkan Pelayanan Sosial

4
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.

Sunmori 30 Km Naik Vespa, Wagub Jateng Taj Yasin Hadiri Halalbihalal Warga Genuk

3
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.

Candi Borobudur Disiapkan Jadi Poros Wisata Jateng, Kopeng–Rawa Pening Diintegrasikan dalam Aglomerasi Besar

3
SARGA Motorsport Jadikan Passion Drift Mijen sebagai Pemanasan Menuju Rallycross World Cup 2026
Pebalap SARGA MOTORSPORT, Kingston Romeo Effendi saat tampil dalam ajang Kejurnas Drifting Seri 4 Passion, di Sirkuit Mijen Semarang, Minggu (4/9/2026) sore.

SARGA Motorsport Jadikan Passion Drift Mijen sebagai Pemanasan Menuju Rallycross World Cup 2026

5 Oktober 2026
Dari Semarang hingga Memburu Bandar Narkoba Lintas Negara, Ini Rekam Jejak Roy Hardi Siahaan Kapolda Jateng Baru

Roy Hardi Siahaan Kembali ke Jawa Tengah, Bawa Pengalaman Buru Buronan Narkoba Internasional

5 Oktober 2026
Dari Semarang hingga Memburu Bandar Narkoba Lintas Negara, Ini Rekam Jejak Roy Hardi Siahaan Kapolda Jateng Baru
Dari Semarang hingga Memburu Bandar Narkoba Lintas Negara, Ini Rekam Jejak Roy Hardi Siahaan Kapolda Jateng Baru

Dari Semarang hingga Memburu Bandar Narkoba Lintas Negara, Ini Rekam Jejak Roy Hardi Siahaan Kapolda Jateng Baru

5 Oktober 2026
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026

Recent News

SARGA Motorsport Jadikan Passion Drift Mijen sebagai Pemanasan Menuju Rallycross World Cup 2026
Pebalap SARGA MOTORSPORT, Kingston Romeo Effendi saat tampil dalam ajang Kejurnas Drifting Seri 4 Passion, di Sirkuit Mijen Semarang, Minggu (4/9/2026) sore.

SARGA Motorsport Jadikan Passion Drift Mijen sebagai Pemanasan Menuju Rallycross World Cup 2026

5 Oktober 2026
Dari Semarang hingga Memburu Bandar Narkoba Lintas Negara, Ini Rekam Jejak Roy Hardi Siahaan Kapolda Jateng Baru

Roy Hardi Siahaan Kembali ke Jawa Tengah, Bawa Pengalaman Buru Buronan Narkoba Internasional

5 Oktober 2026
Dari Semarang hingga Memburu Bandar Narkoba Lintas Negara, Ini Rekam Jejak Roy Hardi Siahaan Kapolda Jateng Baru
Dari Semarang hingga Memburu Bandar Narkoba Lintas Negara, Ini Rekam Jejak Roy Hardi Siahaan Kapolda Jateng Baru

Dari Semarang hingga Memburu Bandar Narkoba Lintas Negara, Ini Rekam Jejak Roy Hardi Siahaan Kapolda Jateng Baru

5 Oktober 2026
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026

Browse by Category

  • Bisnis
  • Daerah
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Lifestyle
  • News
  • Semarang
  • Sports
  • Teknologi
  • Travel
  • Travel

Recent News

SARGA Motorsport Jadikan Passion Drift Mijen sebagai Pemanasan Menuju Rallycross World Cup 2026
Pebalap SARGA MOTORSPORT, Kingston Romeo Effendi saat tampil dalam ajang Kejurnas Drifting Seri 4 Passion, di Sirkuit Mijen Semarang, Minggu (4/9/2026) sore.

SARGA Motorsport Jadikan Passion Drift Mijen sebagai Pemanasan Menuju Rallycross World Cup 2026

5 Oktober 2026
Dari Semarang hingga Memburu Bandar Narkoba Lintas Negara, Ini Rekam Jejak Roy Hardi Siahaan Kapolda Jateng Baru

Roy Hardi Siahaan Kembali ke Jawa Tengah, Bawa Pengalaman Buru Buronan Narkoba Internasional

5 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya