
Mahasiswa KKN UNNES menghadirkan Program TAMASYA di Grobogan dengan edukasi kesehatan mental, CTPS, PHBS, dan pemantauan tumbuh kembang anak melalui permainan interaktif.
FOLKSTIME.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES) GIAT 16 Kesehatan Kelompok 11 menghadirkan inovasi edukasi bagi anak usia dini melalui program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) di dua taman kanak-kanak di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Program tersebut menggabungkan pembelajaran kesehatan mental dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan metode bermain yang interaktif dan menyenangkan.
Sebanyak sembilan mahasiswa KKN menggelar kegiatan di TK Dharma Wanita I dan TK Dharma Wanita II dengan materi yang disesuaikan kebutuhan masing-masing sekolah.
Di TK Dharma Wanita I, anak-anak diajak mengenali berbagai emosi sebagai bekal menjaga kesehatan mental sejak dini. Sementara di TK Dharma Wanita II, peserta dikenalkan pentingnya kebiasaan mencuci tangan pakai sabun (CTPS) untuk mencegah penyakit.
Pemilihan tema tersebut didasarkan pada pentingnya masa lima tahun pertama kehidupan sebagai periode emas pembentukan karakter, kemampuan sosial, serta kesehatan mental anak. Selain itu, rendahnya kebiasaan mencuci tangan yang benar masih menjadi salah satu faktor risiko munculnya penyakit berbasis lingkungan seperti diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Program TAMASYA dikemas menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan bermain peran sehingga materi kesehatan lebih mudah dipahami anak-anak. Selain memberikan penyuluhan, mahasiswa juga melakukan pemantauan tumbuh kembang melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan seluruh peserta.
Di TK Dharma Wanita II, kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (18/7/2026) diikuti 31 siswa. Mahasiswa memperkenalkan pentingnya mencuci tangan melalui permainan peran, di mana beberapa mahasiswa berperan sebagai “kuman” dan tokoh yang mengajak anak-anak melawan penyebaran penyakit dengan rajin mencuci tangan.
Setelah itu, siswa diajak mempraktikkan enam langkah mencuci tangan yang benar secara bersama-sama. Hasil evaluasi menunjukkan seluruh peserta mampu mengikuti dan mempraktikkan tahapan CTPS dengan baik. Untuk mendukung keberlanjutan program, mahasiswa menyerahkan poster enam langkah mencuci tangan beserta sejumlah sabun cuci tangan kepada pihak sekolah.
Kepala TK Dharma Wanita II, Rina, mengapresiasi metode pembelajaran yang diterapkan mahasiswa KKN.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN UNNES yang telah mengajak anak-anak belajar sambil bermain. Metode bermain peran membuat mereka lebih mudah memahami cara mencuci tangan yang benar. Poster dan sabun cuci tangan yang diberikan juga akan kami manfaatkan untuk membiasakan CTPS di sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, di TK Dharma Wanita I yang diikuti 27 siswa pada Senin (20/7/2026), mahasiswa memperkenalkan lima jenis emosi melalui karakter yang terinspirasi dari film animasi Inside Out.
Anak-anak diajak mengenali rasa senang, sedih, marah, takut, dan jijik melalui permainan interaktif yang melibatkan gerak dan pengenalan karakter.
Sebagai evaluasi, seluruh peserta mampu menyebutkan kembali berbagai emosi yang telah dipelajari. Anak-anak juga menggunakan papan emosi untuk mengekspresikan perasaan mereka. Media tersebut kemudian diserahkan kepada sekolah agar dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran sehari-hari.
Guru TK Dharma Wanita I, Vina, menilai pendekatan belajar sambil bermain membuat anak lebih mudah memahami materi yang diberikan.
“Terima kasih kepada mahasiswa KKN UNNES yang telah menghadirkan kegiatan yang menyenangkan dan edukatif bagi anak-anak. Melalui permainan, mereka menjadi lebih mudah mengenali berbagai emosi. Papan emosi yang diberikan juga akan kami gunakan sebagai media pembelajaran untuk membantu anak mengekspresikan perasaannya,” katanya.
Program TAMASYA berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Tesa Rafkhani, S.Tr., M.Gz. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 mengenai Pendidikan Berkualitas, serta SDG 6 terkait Air Bersih dan Sanitasi Layak.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UNNES berharap anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membangun kebiasaan positif sejak usia dini, mulai dari mengenali emosi, menjaga kesehatan mental, hingga menerapkan perilaku hidup bersih melalui kebiasaan mencuci tangan dengan sabun. Selain itu, hasil pemantauan tumbuh kembang diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi awal bagi sekolah dalam memantau kondisi kesehatan peserta didik.(mus)
