
dprd-semarang-jalan-kalipancur-rusak-truk-dump-tambang-penambang-diminta-bertanggung-jawab
FOLKSTIME.ID – Aktivitas truk dump pengangkut material yang melintas di Jalan Kalipancur diduga menjadi pemicu kerusakan ruas jalan di Kota Semarang, sehingga Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang didesak segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyebab kerusakan tersebut.
Kerusakan Jalan Kalipancur dinilai harus segera diidentifikasi agar penyebab utamanya dapat dipastikan. Apabila hasil evaluasi menunjukkan kerusakan dipicu oleh meningkatnya aktivitas angkutan material dari kawasan galian C, maka pihak penambang maupun pelaku usaha diminta bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan terhadap infrastruktur jalan.
Permintaan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Suharsono. Menurutnya, aktivitas usaha yang memanfaatkan jalan kota tidak boleh dibiarkan tanpa pengawasan apabila terbukti menyebabkan penurunan kualitas jalan yang digunakan masyarakat.
“Ini yang harus dicari penyebabnya apa. Ketika penyebabnya adalah adanya peningkatan kegiatan, terutama penambangan, saya kira penambangnya harus diajak bicara,” kata Suharsono, Rabu (22/7).
Ia menegaskan, langkah identifikasi penyebab kerusakan harus menjadi prioritas sebelum pemerintah mengambil kebijakan lanjutan. Dengan demikian, tanggung jawab terhadap kerusakan jalan dapat dibebankan kepada pihak yang terbukti menjadi penyebabnya.
Menurut Suharsono, anggaran perbaikan jalan memang telah disiapkan oleh Pemerintah Kota Semarang. Namun, penggunaan anggaran tersebut tidak seharusnya sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah apabila kerusakan terjadi akibat aktivitas usaha tertentu.
“Kota Semarang sudah menyiapkan anggaran untuk perbaikan jalan. Tetapi ketika ada kegiatan yang berdampak pada berkurangnya fungsi jalan sehingga menjadi berlubang dan bergelombang, Pemerintah Kota Semarang harus memanggil pihak yang melaksanakan kegiatan itu. Harus kita mintai pertanggungjawaban. Tidak bisa mereka memanfaatkan jalan kota sementara tidak ada tanggung jawab,” tegasnya.
Selain evaluasi terhadap aktivitas truk dump, percepatan penanganan kerusakan Jalan Kalipancur juga diminta segera dilakukan guna mencegah risiko kecelakaan lalu lintas yang dapat ditimbulkan akibat kondisi jalan yang berlubang maupun bergelombang.
Suharsono menilai, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang perlu segera melakukan langkah antisipasi terhadap sejumlah titik infrastruktur yang mengalami kerusakan, termasuk talud yang kondisinya dinilai mengkhawatirkan.
“Kami berpesan supaya pemerintah kota, dalam hal ini PU, betul-betul segera mengantisipasi dan menanggulangi jalan-jalan berlubang, jalan rusak, maupun talud yang sudah mengkhawatirkan ambrol. Itu saya kira harus segera ditangani,” ujarnya.
Evaluasi terhadap aktivitas truk dump dan operasional pengangkutan material di kawasan galian C diharapkan dapat menjadi dasar bagi Pemkot Semarang dalam menentukan langkah penanganan, baik berupa perbaikan infrastruktur maupun penegakan tanggung jawab kepada pihak yang terbukti menyebabkan kerusakan Jalan Kalipancur.(tya)
