PPK Ormawa SGL PGSD UNNES mengajak 38 anak di Kelurahan Podorejo, Semarang, belajar membuat gantungan kunci dari barang bekas melalui Pojok Literasi Tunas Ngrembaka untuk meningkatkan literasi, kreativitas, life skills, dan kepedulian lingkungan.

PPK Ormawa SGL PGSD UNNES mengajak 38 anak di Kelurahan Podorejo, Semarang, belajar membuat gantungan kunci dari barang bekas melalui Pojok Literasi Tunas Ngrembaka untuk meningkatkan literasi, kreativitas, life skills, dan kepedulian lingkungan.

FOLKSTIME.ID – PPK Ormawa SGL PGSD UNNES memperkuat literasi dan kreativitas anak di Kelurahan Podorejo, Kota Semarang, melalui pelatihan pembuatan gantungan kunci berbahan barang bekas dalam kegiatan Pojok Literasi Tunas Ngrembaka yang digelar di Rumah Ilmu Palir, Minggu (2/8). Sebanyak 38 anak dari jenjang taman kanak-kanak dan sekolah dasar dilibatkan untuk mengembangkan keterampilan sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai.

Program literasi kreativitas tersebut dijalankan sebagai bagian dari NGREMBAKA AKSARA yang dikembangkan Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) SGL PGSD Universitas Negeri Semarang. Melalui pendekatan belajar berbasis praktik, kemampuan literasi, kreativitas, life skills, serta wawasan mengenai daur ulang barang bekas terus diperkuat sejak usia dini guna mendukung terwujudnya Kelurahan Podorejo Cerdas Berkelanjutan.

Sebelum praktik dilaksanakan, pemahaman awal peserta diukur melalui pretest. Materi mengenai barang bekas, manfaat daur ulang, hingga contoh produk kreatif dari tutup botol plastik dan kawat bulu kemudian diberikan secara interaktif. Setelah itu, peserta dibagi sesuai jenjang pendidikan untuk mengikuti praktik pembuatan gantungan kunci yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan masing-masing.

Dosen Pendamping PPK Ormawa SGL PGSD UNNES, Nur Indah Wahyuni, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung.

“Kami sangat mendukung pelaksanaan Program PPK Ormawa karena menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah masyarakat. Melalui program NGREMBAKA AKSARA, anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus dibekali literasi, kreativitas, dan keterampilan yang bermanfaat. Kami berharap program ini memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat serta menjadi contoh kolaborasi yang baik antara perguruan tinggi dan masyarakat,” ujar Nur Indah Wahyuni.

Pada pelaksanaan praktik, peserta tingkat taman kanak-kanak diarahkan membuat gantungan kunci menggunakan kawat bulu atau chenille yang aman dan mudah dibentuk untuk melatih kemampuan motorik halus serta daya imajinasi. Sementara itu, peserta sekolah dasar dibimbing membuat gantungan kunci dari tutup botol bekas melalui proses pencetakan dengan pendampingan Tim Pelaksana PPK Ormawa, organisasi kemahasiswaan, dan satuan tugas program.

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya diperkenalkan pada konsep pengelolaan sampah dan pemanfaatan barang bekas, tetapi juga dibekali pemahaman mengenai proses menghasilkan produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi. Pendekatan learning by doing diterapkan agar pengalaman belajar diperoleh secara langsung melalui proses praktik.

Setelah seluruh rangkaian praktik diselesaikan, penguatan materi dilakukan melalui pengerjaan Lembar Kerja Murid (LKM). Selanjutnya, posttest diberikan untuk mengetahui peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh proses pembelajaran.

Lurah Podorejo, Yusdi Dwiyantoro, S.H., menilai program yang dijalankan PPK Ormawa SGL PGSD UNNES telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena menyentuh berbagai kelompok usia melalui kegiatan pemberdayaan yang berkelanjutan.

“Kami mengapresiasi Tim PPK Ormawa SGL PGSD Universitas Negeri Semarang yang telah menghadirkan berbagai kegiatan pemberdayaan di Kelurahan Podorejo. Program-program yang dilaksanakan sangat bermanfaat dalam meningkatkan literasi, kreativitas, dan keterampilan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, masyarakat usia produktif, hingga lansia. Berbagai pelatihan dan program yang diberikan menjadi bekal yang sangat baik bagi masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut sehingga bersama-sama dapat mewujudkan Kelurahan Podorejo sebagai Kelurahan Cerdas Berkelanjutan,” kata Yusdi Dwiyantoro.

Komitmen menghadirkan ruang belajar yang inovatif, inklusif, dan menyenangkan terus diperkuat melalui Pojok Literasi Tunas Ngrembaka sebagai salah satu dari empat pojok literasi dalam program NGREMBAKA AKSARA. Melalui program tersebut diharapkan budaya literasi, kreativitas, keterampilan hidup, serta kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh sejak usia dini sehingga mampu mendukung terwujudnya masyarakat Kelurahan Podorejo yang cerdas, kreatif, mandiri, dan berdaya.(tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID- Kebakaran melanda Pasar Modern BSB di Jalan Jatibarang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Minggu (26/7/2026) siang. Api diduga berasal dari kebocoran tabung gas di salah satu warung soto yang menyambar kompor masih menyala, sehingga kobaran api cepat membesar dan merambat ke kios lain. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, mengatakan angin yang cukup kencang serta material peredam panas di bagian atap membuat api semakin cepat menjalar. Sebelum petugas tiba, sekuriti pasar sempat berupaya memadamkan api menggunakan APAR, namun tidak berhasil karena sumber api berasal dari kebocoran gas. Damkar Kota Semarang mengerahkan empat armada dan 20 personel untuk menjinakkan kobaran api. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Pemilik warung berhasil menyelamatkan diri meski masih mengalami syok. #folkstime #semarang #kebakaran #bsb #jateng

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *