Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengikuti Sukoharjo Run 2026 yang diikuti 2.000 pelari.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengikuti Sukoharjo Run 2026 yang diikuti 2.000 pelari.

FOLKSTIME.ID — Ajang Sukoharjo Spektakuler Run 2026 tidak hanya menjadi momentum olahraga massal, tetapi juga terbukti mampu menggerakkan roda perekonomian daerah. Kehadiran sekitar 2.000 peserta dari berbagai kota memberikan dampak langsung terhadap sektor perhotelan, kuliner, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sukoharjo.

Kegiatan yang menjadi penutup rangkaian Hari Jadi ke-80 Kabupaten Sukoharjo itu turut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno. Kehadiran keduanya memperkuat komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengembangkan sport tourism sebagai salah satu strategi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Okupansi Hotel Naik, UMKM Kebanjiran Pembeli

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo mengatakan, penyelenggaraan event olahraga berskala besar tersebut memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya pelaku usaha lokal.

“Ini adalah rangkaian peringatan Hari Jadi ke-80 Kabupaten Sukoharjo. Terima kasih kepada Gubernur Ahmad Luthfi yang ikut membersamai masyarakat Kabupaten Sukoharjo dan para peserta dalam kegiatan ini,” ujar Eko.

Menurutnya, penyelenggaraan Sukoharjo Run diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap daerahnya sekaligus memperkuat semangat bersama dalam membangun Sukoharjo.

“Mudah-mudahan UMKM semakin laris. Terbukti okupansi penginapan pada akhir pekan ini meningkat sehingga mampu menggerakkan ekonomi Kabupaten Sukoharjo,” katanya.

Sebanyak 2.000 peserta mengikuti lomba yang terbagi dalam kategori 10 kilometer sebanyak 500 pelari dan kategori 5 kilometer sebanyak 1.500 pelari. Mereka menempuh rute yang melintasi sejumlah kawasan di Sukoharjo dengan titik start dan finis di Sentra Niaga The Park Mall Solobaru.

Ahmad Luthfi: Sport Tourism Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai olahraga kini telah berkembang menjadi kebutuhan masyarakat sekaligus instrumen penguatan sektor pariwisata dan ekonomi.

“Kita bergerak dari satu tempat ke tempat lain dan menjadi bagian dari sport tourism,” kata Ahmad Luthfi saat melepas peserta di garis start.

Ia menegaskan, penyelenggaraan event lari bukan hanya bertujuan meningkatkan kebugaran masyarakat, tetapi juga memberikan efek berganda bagi perekonomian lokal.

“Ini merupakan bentuk penerapan pola hidup sehat di Provinsi Jawa Tengah dan seluruh daerah, sekaligus mampu menggerakkan UMKM,” ujarnya.

Antusiasme Tinggi, Ribuan Peserta Datang dari Luar Daerah

Race Director Sukoharjo Spektakuler Run 2026, Dina Kharisma Hari Wibowo, mengatakan antusiasme masyarakat sangat tinggi hingga kuota peserta habis dalam waktu singkat.

“Target kami 2.000 peserta dan alhamdulillah seluruh kuota terpenuhi. Bahkan kami harus menolak cukup banyak pendaftar agar kenyamanan lomba tetap terjaga,” ungkap Dina.

Peserta berasal dari berbagai daerah seperti Solo, Semarang, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Jawa Timur.

Menurut Dina, kehadiran ribuan peserta dari luar daerah memberikan dampak ekonomi yang signifikan, terutama bagi sektor jasa akomodasi dan usaha kuliner.

“Banyak peserta dari luar Sukoharjo yang menginap di hotel sekitar lokasi kegiatan. Dalam dua hari terakhir, pelaku kuliner dan UMKM juga mengalami peningkatan omzet yang cukup signifikan,” pungkasnya.(mus)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID – Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah membantah seluruh isu yang mengaitkan dirinya dengan dugaan kasus korupsi, penggeledahan rumah, hingga kabar pengunduran diri dari jabatannya. Dalam konferensi pers di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jumat (10/7/2026), Febrie menegaskan dirinya tidak memiliki keterkaitan dengan isu temuan emas 74 kilogram dan valuta asing senilai ratusan miliar rupiah yang beredar di media sosial. Ia juga memastikan Kejaksaan Agung tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan di Polri. Sementara itu, seluruh penanganan perkara di Jampidsus, termasuk kasus sektor tambang dan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), dipastikan tetap berjalan sesuai prosedur. “Kabar saya mengundurkan diri juga tidak benar,” tegas Febrie. Sumber : Istimewa #kejagungri #korupsi #febrieadriansyah #polri #tni

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *