Pemkot Semarang meluncurkan aplikasi Sigap Hidran untuk memetakan sekitar 300 hidran aktif secara digital.

Pemkot Semarang meluncurkan aplikasi Sigap Hidran untuk memetakan sekitar 300 hidran aktif secara digital.

FOLKSTIME.ID – Penanganan kebakaran di Kota Semarang diperkuat melalui peluncuran aplikasi Sigap Hidran yang dikembangkan untuk memetakan lokasi hidran secara digital sehingga sumber air terdekat dapat segera ditemukan saat proses pemadaman berlangsung.

Aplikasi Sigap Hidran diluncurkan Pemerintah Kota Semarang sebagai bagian dari penguatan sistem penanggulangan kebakaran berbasis teknologi. Melalui pemetaan digital hidran, proses pencarian sumber air diharapkan dapat dipersingkat sehingga respons petugas di lapangan menjadi lebih cepat dan efektif.

Digitalisasi data hidran tersebut juga disiapkan untuk mendukung peningkatan layanan kedaruratan, terutama menghadapi potensi kebakaran pada musim kemarau. Selain dimanfaatkan petugas pemadam kebakaran, informasi lokasi hidran nantinya juga akan dibuka kepada masyarakat agar pengawasan terhadap fasilitas tersebut dapat dilakukan secara bersama.

Sekretaris Daerah Kota Semarang, Handi Priyanto, mengatakan sistem pemetaan digital hidran dibangun karena pendataan sebelumnya masih dilakukan secara manual sehingga dinilai kurang efektif ketika terjadi kebakaran.

“Selama ini lokasi hidran hanya diketahui secara manual. Sekarang data tersebut sudah dimasukkan ke dalam sistem informasi sehingga saat terjadi kebakaran petugas bisa langsung mengetahui lokasi hidran terdekat. Semakin cepat sumber air ditemukan, semakin cepat pula proses pemadaman dilakukan,” kata Handi di Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Kamis (16/7/2026).

Menurut Handi, keberadaan aplikasi Sigap Hidran akan memberikan dampak signifikan terhadap kecepatan penanganan kebakaran karena kapasitas air pada mobil pemadam memiliki keterbatasan.

“Satu tangki mobil pemadam hanya mampu digunakan sekitar 15 menit. Setelah itu harus segera mendapatkan suplai air dari hidran terdekat. Dengan aplikasi ini proses pemadaman akan jauh lebih cepat,” ujarnya.

Ia menegaskan inovasi tersebut bukan dibuat karena pemerintah menginginkan terjadinya kebakaran, melainkan sebagai langkah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana, terutama ketika musim kemarau.

“Pada musim kemarau kami mengimbau seluruh warga Kota Semarang untuk membersihkan rumput ilalang atau semak yang berpotensi menjadi sumber kebakaran. Kerja bakti di lingkungan masing-masing dapat meminimalkan potensi kebakaran,” ucapnya.

Handi menambahkan, data lokasi hidran akan dibagikan kepada masyarakat agar fasilitas tersebut dapat dijaga bersama dan tidak mengalami hambatan ketika dibutuhkan petugas.

“Lokasi hidran akan kami bagikan kepada masyarakat. Harapannya masyarakat ikut menjaga agar tidak ada hambatan di lokasi hidran. Jangan sampai ada yang digunakan untuk berjualan, ditutup bangunan, atau bahkan dicor karena itu akan menyulitkan petugas saat terjadi kebakaran,” katanya.

Pendataan hidran di Kota Semarang disebut masih terus dilakukan karena belum seluruh titik masuk ke dalam sistem. Saat ini sekitar 300 hidran telah dipetakan dan jumlah tersebut akan terus ditambah hingga seluruh fasilitas tersedia dalam basis data digital.

“Saat ini belum semua hidran terdata. Sudah ada sekitar 300 titik, tetapi ke depan semua hidran harus terdata dan terpetakan sehingga bisa dimanfaatkan ketika terjadi kebakaran,” ujar Handi.

Ia juga menilai aplikasi Sigap Hidran berpotensi menjadi inovasi yang dapat direplikasi pemerintah daerah lain karena sistem pemetaan digital hidran belum banyak diterapkan di Indonesia.

“Saya belum mendengar aplikasi seperti ini digunakan kabupaten atau kota lain. Mudah-mudahan ini menjadi contoh yang baik dan bisa direplikasi daerah lain. Dari Semarang untuk Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Sri Rianung, mengatakan pencarian sumber air selama ini menjadi salah satu tantangan terbesar dalam proses penanganan kebakaran sehingga aplikasi Sigap Hidran diharapkan mampu mempercepat respons petugas.

“Ketika terjadi kebakaran, mencari sumber air sering menjadi hambatan. Dengan aplikasi ini kami bisa langsung melihat titik hidran terdekat sehingga proses pengambilan air menjadi lebih cepat,” kata Rianung.

Menurutnya, hingga kini sebanyak 295 titik hidran telah dimasukkan ke dalam sistem, sedangkan pendataan terhadap hidran maupun tandon air lainnya masih terus dilanjutkan agar cakupan layanan semakin luas.

“Pendataan terus kami lakukan. Titik-titik hidran dan tandon yang memungkinkan akan terus kami kembangkan agar semakin banyak yang dapat dimanfaatkan,” ujarnya.

Koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan juga disebut terus diperkuat mengingat luas wilayah Kota Semarang sehingga proses pemetaan hidran dapat diselesaikan lebih cepat.

“Kami terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai stakeholder. Peran kami akan lebih aktif karena memang menjadi tugas kami, tetapi kolaborasi dengan berbagai pihak juga sangat dibutuhkan,” katanya.

Pengembangan aplikasi Sigap Hidran dipastikan masih akan terus dilakukan melalui penambahan berbagai fitur pendukung untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kedaruratan.

“Aplikasi ini akan terus dikembangkan. Nantinya bisa ditambah menu seperti waktu tempuh menuju lokasi, lama pengambilan air, hingga informasi sumber air terdekat lainnya,” jelas Rianung.

Ia memastikan masyarakat juga akan dilibatkan melalui fitur pelaporan sehingga gangguan pada hidran maupun berbagai kejadian penyelamatan lainnya dapat disampaikan langsung kepada petugas.

“Masyarakat nantinya bisa melaporkan berbagai kondisi kepada kami. Tidak hanya kebakaran, tetapi juga kejadian penyelamatan lainnya. Kami siap memberikan pelayanan,” tegasnya.(tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID- Pemerintah Kota Semarang memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di TPA Jatibarang menjelang musim kemarau dan ancaman El Nino. Satgas gabungan yang melibatkan berbagai OPD, TNI-Polri, serta pemerintah wilayah disiagakan untuk melakukan patroli, pengawasan, dan pendinginan di titik-titik rawan. Sekda Kota Semarang Handi Priyanto menegaskan seluruh pihak harus terlibat dalam upaya pencegahan. Pemeriksaan di pintu masuk TPA juga diperketat untuk memastikan tidak ada rokok maupun korek api yang dibawa masuk. Selain itu, Damkar Kota Semarang mengimbau masyarakat tidak membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran saat musim kemarau. #semarang #jateng #kebakaran #damkar #semaranghitshitz

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *