• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
Minggu, Oktober 4, 2026
  • Login
Folkstime.id
Advertisement
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Folkstime.id
No Result
View All Result

Aroma Seabad Bubur India di Masjid Djami Pekojan: Tradisi Ramadan yang Tak Pernah Padam di Semarang

setiawan by setiawan
22 Mei 2026
in Travel
0
Menjaga Warisan Ramadan, Bubur India Seabad di Masjid Djami Pekojan Masih Dimasak dengan Kayu Bakar
Menjaga Warisan Ramadan, Bubur India Seabad di Masjid Djami Pekojan Masih Dimasak dengan Kayu Bakar

Menjaga Warisan Ramadan, Bubur India Seabad di Masjid Djami Pekojan Masih Dimasak dengan Kayu Bakar

0
SHARES
0
VIEWS

Folkstime.id – Aroma rempah yang menguar dari halaman belakang Masjid Djami Pekojan menjadi penanda datangnya waktu berbuka puasa. Di Jalan Petolongan, Kota Semarang, tradisi memasak Bubur India tetap bertahan hingga kini, menjaga warisan kuliner Ramadan yang telah hidup lebih dari seabad.

Api kayu menyala stabil di bawah tungku, menopang kuali tembaga berukuran besar yang permukaannya telah menghitam dimakan usia. Dari sanalah wangi bawang, jahe, sereh, dan kayu manis perlahan menyebar, menyatu dengan aktivitas para peracik bubur yang bekerja sejak pagi hari.

Di belakang masjid tua tersebut, sejumlah pria bergantian mengaduk bubur tanpa henti. Gerakan mereka teratur, seirama dengan suara sendok kayu panjang yang beradu dengan dinding kuali.

“Kalau berhenti, bawahnya gosong. Kalau gosong, baunya sangit,” ujar Achmad Paserin, marbot masjid, Rabu (25/2/2026).

Achmad disebut sebagai generasi keempat yang meneruskan tradisi ini. Ia mengaku tak mengetahui secara pasti kapan Bubur India pertama kali dimasak di masjid tersebut. Namun berdasarkan cerita turun-temurun, tradisi itu diperkirakan sudah berlangsung sekitar satu abad.

“Katanya sih sudah 100-an tahun. Yang dulu itu usianya sudah 70 tahun, dari kecil sudah lihat ini,” tuturnya.

Masjid Djami Pekojan dikenal sebagai salah satu masjid tertua di Semarang. Kawasan ini sejak lama menjadi permukiman komunitas keturunan India dan Arab, sehingga pengaruh budaya tersebut terasa kuat, termasuk dalam sajian berbuka puasa. Bubur berempah khas India ini hanya hadir selama bulan Ramadan dan menjadi menu utama takjil setiap hari selama 30 hari penuh.

Proses memasak dimulai sejak pagi. Beragam bumbu diracik lebih dulu, mulai dari bawang merah, bawang putih, onclang, wortel, daun salam, sereh, jahe, hingga daun pandan. Rempah seperti kayu manis dan kayu dadap menambah kekayaan cita rasa.

“Bumbunya standar rempah-rempah biasa, tidak ada yang khusus,” kata Achmad merendah.

Setelah bumbu siap, beras dimasukkan ke dalam kuali tembaga besar yang dibuat khusus dari Boyolali. Ukurannya yang tidak lazim membuat kuali ini tidak dijual bebas di pasaran, karena harus mampu menahan panas kayu bakar dalam waktu lama.

Sekali memasak, sekitar 21 kilogram bahan diolah. Jika kebutuhan meningkat, takaran bisa ditambah. Waktu memasak berkisar satu hingga satu setengah jam, dengan tantangan utama pada proses pengadukan yang dilakukan manual tanpa jeda.

“Kalau manual kan merata. Jadi tidak lengket sama tungkunya,” jelasnya.

Pengendalian api juga menjadi perhatian khusus. Kayu bakar terkadang sulit menyala stabil. Panas yang terlalu tinggi bisa membuat bagian bawah bubur cepat gosong, sehingga para juru masak harus terus waspada.

Setiap hari, lebih dari 200 porsi bubur disiapkan. Sekitar separuhnya dibagikan kepada jamaah yang berbuka puasa di masjid, sementara sisanya didistribusikan kepada warga sekitar. Selain bubur, tersedia pula kurma, susu, teh, kopi, hingga sesekali wingko babat sebagai pelengkap takjil.

“Setiap hari habis,” kata Achmad singkat.

Tradisi ini bukan sekadar soal kuliner, melainkan juga ruang kebersamaan. Sekitar 200 kursi disusun di halaman masjid untuk menampung jamaah berbuka bersama. Ketika azan magrib berkumandang, bubur hangat mulai dibagikan, menghadirkan suasana hangat yang mempererat silaturahmi.

Menariknya, seluruh kebutuhan bahan seperti beras, susu, teh, hingga kayu bakar diperoleh dari donatur. Pengelola masjid tidak mengalokasikan anggaran khusus untuk kegiatan ini.

“Selama 30 hari Ramadan, semua dari donatur,” ungkap Achmad.

Para penyumbang datang dari berbagai daerah, tidak hanya dari kawasan Pekojan, tetapi juga dari Jakarta dan kota lainnya. Sebagian mengetahui tradisi Bubur India ini dari pemberitaan, lalu tergerak untuk turut berkontribusi menjaga warisan Ramadan yang telah mengakar kuat di Kota Semarang.(tya)

setiawan

setiawan

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.

Bangun Tersentak dari Bumiku Subur, IKA PMII Rayon Sutawijaya Tetapkan Empat Pilar Strategis

26 September 2026
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

29 September 2026
AHY Run Jateng 2026
AHY Run Jateng 2026 di Semarang telah mencatat sekitar 4.200 pendaftar dari berbagai daerah.

5000 Pelari akan Ramaikan AHY Run Jateng 2026 di Semarang, Hadiah Umrah dan Motor Listrik

26 September 2026
Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

28 September 2026
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.

Padmi Tatap 4 Kios yang Ludes dalam Sekejap, Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang Sisakan Luka Mendalam

4
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.

Bisyaroh Penggerak Keagamaan Kota Semarang Diperluas, Hampir 10.000 Penerima Jadi Bukti Komitmen Wali Kota Agustina Menguatkan Pelayanan Sosial

4
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.

Sunmori 30 Km Naik Vespa, Wagub Jateng Taj Yasin Hadiri Halalbihalal Warga Genuk

3
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.

Candi Borobudur Disiapkan Jadi Poros Wisata Jateng, Kopeng–Rawa Pening Diintegrasikan dalam Aglomerasi Besar

3
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

2 Oktober 2026
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf

Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf Gelar Wellness Pagi, Padukan Yoga dan Jamu

30 September 2026
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan investasi proyek hijau di New York.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan investasi proyek hijau di New York.

Zulhas Tawarkan Insentif Pasar Karbon untuk Tarik Investasi Hijau ke Indonesia

30 September 2026

Recent News

Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

2 Oktober 2026
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf

Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf Gelar Wellness Pagi, Padukan Yoga dan Jamu

30 September 2026
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan investasi proyek hijau di New York.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan investasi proyek hijau di New York.

Zulhas Tawarkan Insentif Pasar Karbon untuk Tarik Investasi Hijau ke Indonesia

30 September 2026

Browse by Category

  • Bisnis
  • Daerah
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Lifestyle
  • News
  • Semarang
  • Sports
  • Teknologi
  • Travel
  • Travel

Recent News

Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

2 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya