
Columbia Asia Hospital Semarang menghadirkan terapi wicara dan sensori integrasi untuk membantu penanganan speech delay dan tumbuh kembang anak secara terpadu.
FOLKSTIME.ID – Layanan terapi wicara dan sensori integrasi resmi dihadirkan Columbia Asia Hospital Semarang sebagai upaya memperkuat penanganan keterlambatan tumbuh kembang anak melalui layanan rehabilitasi yang terintegrasi dan multidisiplin. Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat memperluas akses penanganan dini bagi anak yang mengalami gangguan komunikasi maupun pemrosesan sensorik.
Pelayanan tumbuh kembang anak tersebut dikembangkan dengan melibatkan kolaborasi Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial, Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (KFR), terapis wicara, okupasi terapis, fisioterapis hingga psikolog. Pendekatan itu diterapkan agar kebutuhan setiap pasien dapat dipenuhi secara menyeluruh sesuai kondisi masing-masing.
Perhatian terhadap tumbuh kembang anak dinilai semakin penting mengingat prevalensi keterlambatan bicara atau speech delay pada anak usia prasekolah di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI dan sejumlah studi kesehatan tahun 2024-2025, prevalensinya diperkirakan mencapai 5 hingga 10 persen. Bahkan, sejumlah laporan menunjukkan gangguan komunikasi dialami hingga sekitar 20 persen anak Indonesia dalam berbagai tingkatan. Sementara gangguan pemrosesan sensorik diperkirakan memengaruhi sekitar 5 hingga 10 persen anak tanpa kecacatan penyerta.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial Columbia Asia Hospital Semarang, dr. Farid Agung Rahmadi, M.Si.Med., Sp.A, Subsp. TKPS, mengatakan penanganan sejak dini menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan perkembangan anak.
“Deteksi dini dan intervensi yang tepat merupakan kunci untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Semakin cepat terapi dimulai, semakin besar peluang anak untuk mengejar ketertinggalan dan mencapai perkembangan yang optimal sesuai usianya,” kata dr. Farid.
Menurutnya, keterlambatan tumbuh kembang tidak hanya membutuhkan diagnosis yang tepat, tetapi juga harus diikuti terapi yang dilakukan secara berkesinambungan sehingga perkembangan kemampuan anak dapat dipantau secara berkala.
Penanganan yang diberikan, lanjutnya, dirancang melalui pendekatan multidisiplin sehingga setiap aspek perkembangan anak dapat dievaluasi secara komprehensif, mulai dari kemampuan komunikasi, fungsi motorik, pemrosesan sensorik hingga aspek psikologis.
Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Columbia Asia Hospital Semarang, dr. Dewi Kusuma Hartono, Sp.KFR, menjelaskan bahwa setiap anak memiliki karakteristik perkembangan yang berbeda sehingga terapi tidak dapat disamakan.
“Setiap pasien memiliki profil sensorik dan kemampuan komunikasi yang berbeda. Oleh karena itu, di Columbia Asia Hospital Semarang, terapi diberikan secara individual dengan rencana penanganan yang disesuaikan khusus atau tailor-made agar hasil yang dicapai lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar dr. Dewi.
Ia menambahkan, penyusunan program terapi dilakukan berdasarkan hasil evaluasi kondisi masing-masing pasien sehingga target rehabilitasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak.
Fasilitas terapi juga dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan sehingga anak dapat mengikuti proses rehabilitasi tanpa merasa tertekan. Konsep tersebut diterapkan agar aktivitas terapi terasa seperti bermain, namun tetap diarahkan pada pencapaian target klinis yang telah ditentukan.
Direktur Columbia Asia Hospital Semarang, dr. Herman Kristanto, MS, Sp.OG, Subsp. KFm, CHQP, MQM, menegaskan bahwa pengembangan layanan terapi wicara dan sensori integrasi merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan kesehatan keluarga yang lebih komprehensif.
“Kami berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang komprehensif bagi masyarakat Semarang dan sekitarnya. Kehadiran Terapi Wicara dan Sensori Integrasi yang terintegrasi ini adalah upaya kami dalam mendukung orang tua untuk memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan tumbuh kembang terbaik melalui layanan rehabilitasi yang terpadu dan profesional,” tegas dr. Herman.
Menurutnya, keberadaan layanan tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya orang tua yang membutuhkan penanganan tumbuh kembang anak dalam satu sistem pelayanan yang terintegrasi.
Melalui kolaborasi tenaga medis lintas disiplin, terapi yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, serta fasilitas rehabilitasi yang mendukung, layanan terapi wicara dan sensori integrasi di Columbia Asia Hospital Semarang diharapkan mampu membantu lebih banyak anak mengatasi hambatan tumbuh kembang sehingga kesempatan untuk mencapai perkembangan optimal dapat semakin terbuka.(tya)
