• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
Senin, Oktober 5, 2026
  • Login
Folkstime.id
Advertisement
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Folkstime.id
No Result
View All Result

Dari Kitab Suci hingga Gizi, Ikhtiar PBNU Menjaga Ilmu dan Generasi

Muso by Muso
22 Mei 2026
in News, Semarang
0
Dari Kitab Suci hingga Gizi, Ikhtiar PBNU Menjaga Ilmu dan Generasi
0
SHARES
0
VIEWS

FOLKSTIME.ID – Di halaman Pondok Pesantren Al Uswah, kawasan Gunungpati, Semarang, suasana Minggu pagi (8/3/2026) terasa berbeda.

Tumpukan kardus berisi mushaf kitab suci Al-Qur’an tersusun rapi, sementara di sisi lain terlihat bantuan telur untuk pemenuhan gizi ratusan ribu santri, siap didistribusikan.

Di tempat inilah sebuah gerakan yang sederhana namun sarat makna diluncurkan, Gerakan Al-Qur’an dan Gizi untuk Santri (AGUS).

Gerakan yang digagas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini membawa dua pesan yang saling melengkapi ilmu dan kesehatan.

Sebanyak 100.000 mushaf Al-Qur’an senilai Rp10 miliar dan 20 ton telur didistribusikan untuk para santri di berbagai pesantren.

Program ini merupakan kolaborasi Rabithah Ma’ahid Islamiyah PBNU (RMI PBNU), Yayasan Al Fatihah, serta RMI PWNU Jawa Tengah.

Bagi banyak orang, bantuan mushaf dan telur mungkin tampak sederhana. Namun bagi santri di sejumlah pesantren, keduanya merupakan kebutuhan mendasar yang sering kali belum sepenuhnya terpenuhi.

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, mengatakan gerakan ini lahir dari kenyataan yang masih dihadapi banyak pesantren keterbatasan fasilitas belajar serta kebutuhan gizi santri yang belum tercukupi secara optimal.

Menurutnya, pesantren selama ini tumbuh dari kekuatan masyarakat. Lembaga pendidikan ini sering kali berdiri dan berkembang dengan sumber daya yang terbatas, meskipun jumlah santri terus meningkat setiap tahun.

“Program ini merupakan ikhtiar untuk menambal berbagai kebutuhan yang masih kita temui di pesantren. Animo terhadap program peningkatan gizi santri sangat besar karena memang kebutuhannya juga sangat besar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama ini RMI PBNU telah menjadi ujung tombak kerja sama PBNU dengan pemerintah dalam pelaksanaan program makan bergizi bagi santri di berbagai daerah. Ratusan titik program telah berjalan, sementara beberapa lainnya masih dalam tahap verifikasi.

Namun dengan jumlah santri yang sangat besar, pemenuhan kebutuhan gizi masih menjadi tantangan.Karena itu, menurut Gus Yahya, sapaan akrabnya, Gerakan AGUS bukan sekadar program bantuan.

Lebih dari itu, gerakan ini bertujuan membangkitkan kesadaran bersama bahwa kesehatan santri adalah bagian penting dari kualitas pendidikan.

“Yang paling penting dari gerakan ini adalah membangkitkan kesadaran bahwa kita membutuhkan upaya sungguh-sungguh untuk meningkatkan gizi santri,” tegasnya.

Selain persoalan gizi, Gus Yahya juga menekankan pentingnya Al-Qur’an sebagai fondasi pendidikan pesantren.

Di lembaga pendidikan tradisional Islam tersebut, mushaf bukan sekadar buku, melainkan sumber ilmu yang dijaga melalui sanad keilmuan yang panjang.

Para ulama, menurutnya, memiliki tanggung jawab besar sebagai pewaris nabi untuk menjaga kemurnian ajaran Al-Qur’an sekaligus memastikan proses pembelajaran berlangsung secara benar dan berkesinambungan.

Distribusi mushaf Al-Qur’an diharapkan mampu membantu pesantren yang masih mengalami keterbatasan fasilitas belajar. Di beberapa tempat, santri bahkan masih harus menggunakan mushaf secara bergantian karena jumlahnya terbatas.

Ketua RMI PBNU, Hodri Ariev, menilai Gerakan AGUS merupakan langkah awal untuk memperkuat dukungan terhadap pesantren secara lebih luas.

“Program ini tidak hanya membagikan Al-Qur’an, tetapi juga memperkuat jejaring pesantren serta mendorong kemajuan dan kemandirian pesantren,” katanya.

Setelah diluncurkan di Semarang, program ini akan diperluas ke berbagai wilayah lain di Indonesia agar semakin banyak pesantren yang merasakan manfaatnya.

Manajer Gerakan AGUS, Ulun Nuhab, mengungkapkan bahwa program ini disusun berdasarkan data riil kondisi pesantren di Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Agama Republik Indonesia, terdapat lebih dari 28.000 pesantren yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama dengan jumlah santri mukim mencapai lebih dari satu juta orang.

Secara tidak resmi, jumlah tersebut bahkan diperkirakan dapat mencapai lebih dari lima juta santri.

Di balik angka yang besar itu, terdapat kenyataan yang tidak selalu terlihat dari luar.

Di sejumlah pesantren, keterbatasan fasilitas belajar masih menjadi persoalan. Tidak sedikit santri yang harus bergantian menggunakan mushaf Al-Qur’an.

Masalah gizi juga menjadi perhatian. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa di beberapa pesantren, terutama bagi santri putri, tingkat kekurangan gizi bahkan dilaporkan mencapai lebih dari 50 persen.

“Karena itu melalui Gerakan AGUS ini kami mendistribusikan 100 ribu mushaf Al-Qur’an dan 20 ton telur untuk sekitar 100.000 santri sebagai langkah awal mendukung kebutuhan belajar dan gizi mereka,” jelas Ulun.

PBNU berharap Gerakan AGUS tidak berhenti sebagai program bantuan jangka pendek. Lebih jauh, gerakan ini diharapkan berkembang menjadi gerakan nasional yang melibatkan berbagai pihak mulai dari masyarakat, lembaga sosial, hingga dunia usaha.

Sebab di balik tembok-tembok pesantren, jutaan santri sedang menyiapkan masa depan mereka. Mereka belajar ilmu agama, menimba nilai-nilai kehidupan, sekaligus membangun karakter.

Gerakan AGUS menjadi pengingat bahwa menjaga generasi tidak hanya tentang memberi ilmu, tetapi juga memastikan mereka tumbuh sehat dan kuat.

Karena pada akhirnya, bangsa yang besar tidak hanya dibangun oleh kecerdasan pikiran, tetapi juga oleh kepedulian terhadap mereka yang sedang belajar menjadi penjaga masa depan.

Muso

Muso

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.

Bangun Tersentak dari Bumiku Subur, IKA PMII Rayon Sutawijaya Tetapkan Empat Pilar Strategis

26 September 2026
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

29 September 2026
AHY Run Jateng 2026
AHY Run Jateng 2026 di Semarang telah mencatat sekitar 4.200 pendaftar dari berbagai daerah.

5000 Pelari akan Ramaikan AHY Run Jateng 2026 di Semarang, Hadiah Umrah dan Motor Listrik

26 September 2026
Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

28 September 2026
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.

Padmi Tatap 4 Kios yang Ludes dalam Sekejap, Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang Sisakan Luka Mendalam

4
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.

Bisyaroh Penggerak Keagamaan Kota Semarang Diperluas, Hampir 10.000 Penerima Jadi Bukti Komitmen Wali Kota Agustina Menguatkan Pelayanan Sosial

4
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.

Sunmori 30 Km Naik Vespa, Wagub Jateng Taj Yasin Hadiri Halalbihalal Warga Genuk

3
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.

Candi Borobudur Disiapkan Jadi Poros Wisata Jateng, Kopeng–Rawa Pening Diintegrasikan dalam Aglomerasi Besar

3
Dari Semarang hingga Memburu Bandar Narkoba Lintas Negara, Ini Rekam Jejak Roy Hardi Siahaan Kapolda Jateng Baru

Roy Hardi Siahaan Kembali ke Jawa Tengah, Bawa Pengalaman Buru Buronan Narkoba Internasional

5 Oktober 2026
Dari Semarang hingga Memburu Bandar Narkoba Lintas Negara, Ini Rekam Jejak Roy Hardi Siahaan Kapolda Jateng Baru
Dari Semarang hingga Memburu Bandar Narkoba Lintas Negara, Ini Rekam Jejak Roy Hardi Siahaan Kapolda Jateng Baru

Dari Semarang hingga Memburu Bandar Narkoba Lintas Negara, Ini Rekam Jejak Roy Hardi Siahaan Kapolda Jateng Baru

5 Oktober 2026
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar dengan 300 tenant, sekitar 30 agenda, dan stimulus keringanan pajak hingga 20 persen.
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar selama Oktober dengan melibatkan lebih dari 300 tenant. Pemkot Semarang memberikan keringanan pajak hingga 20 persen untuk mendukung promosi belanja, meningkatkan kunjungan pusat perbelanjaan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Semarang Great Event 2026 Bidik Transaksi Rp600 Miliar, 300 Tenant Ramaikan Promo Belanja Oktober

5 Oktober 2026

Recent News

Dari Semarang hingga Memburu Bandar Narkoba Lintas Negara, Ini Rekam Jejak Roy Hardi Siahaan Kapolda Jateng Baru

Roy Hardi Siahaan Kembali ke Jawa Tengah, Bawa Pengalaman Buru Buronan Narkoba Internasional

5 Oktober 2026
Dari Semarang hingga Memburu Bandar Narkoba Lintas Negara, Ini Rekam Jejak Roy Hardi Siahaan Kapolda Jateng Baru
Dari Semarang hingga Memburu Bandar Narkoba Lintas Negara, Ini Rekam Jejak Roy Hardi Siahaan Kapolda Jateng Baru

Dari Semarang hingga Memburu Bandar Narkoba Lintas Negara, Ini Rekam Jejak Roy Hardi Siahaan Kapolda Jateng Baru

5 Oktober 2026
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar dengan 300 tenant, sekitar 30 agenda, dan stimulus keringanan pajak hingga 20 persen.
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar selama Oktober dengan melibatkan lebih dari 300 tenant. Pemkot Semarang memberikan keringanan pajak hingga 20 persen untuk mendukung promosi belanja, meningkatkan kunjungan pusat perbelanjaan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Semarang Great Event 2026 Bidik Transaksi Rp600 Miliar, 300 Tenant Ramaikan Promo Belanja Oktober

5 Oktober 2026

Browse by Category

  • Bisnis
  • Daerah
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Lifestyle
  • News
  • Semarang
  • Sports
  • Teknologi
  • Travel
  • Travel

Recent News

Dari Semarang hingga Memburu Bandar Narkoba Lintas Negara, Ini Rekam Jejak Roy Hardi Siahaan Kapolda Jateng Baru

Roy Hardi Siahaan Kembali ke Jawa Tengah, Bawa Pengalaman Buru Buronan Narkoba Internasional

5 Oktober 2026
Dari Semarang hingga Memburu Bandar Narkoba Lintas Negara, Ini Rekam Jejak Roy Hardi Siahaan Kapolda Jateng Baru
Dari Semarang hingga Memburu Bandar Narkoba Lintas Negara, Ini Rekam Jejak Roy Hardi Siahaan Kapolda Jateng Baru

Dari Semarang hingga Memburu Bandar Narkoba Lintas Negara, Ini Rekam Jejak Roy Hardi Siahaan Kapolda Jateng Baru

5 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya