
Dishub Kota Semarang meningkatkan kompetensi petugas penjaga perlintasan sebidang kereta api melalui Diklat PPI Madiun guna memperkuat keselamatan dan menekan risiko kecelakaan.
FOLKSTIME.ID – Dishub Kota Semarang memperkuat kompetensi petugas penjaga perlintasan sebidang kereta api melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api Angkatan III Tahun 2026 yang diselenggarakan di Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun pada 24–26 Juni 2026 sebagai upaya menekan risiko kecelakaan dan meningkatkan keselamatan transportasi di wilayah Kota Semarang.
Peningkatan kompetensi petugas perlintasan kereta api tersebut dilakukan untuk memperkuat pengamanan di sejumlah perlintasan sebidang yang masih menjadi titik rawan kecelakaan. Seluruh peserta dibekali kemampuan teknis, pemahaman prosedur operasional, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kondisi di lapangan agar standar keselamatan dapat diterapkan secara optimal.
Sebelum mengikuti diklat di PPI Madiun, para peserta terlebih dahulu diberangkatkan melalui apel kesiapan dan briefing di Posko DKK. Selama pelatihan, materi mengenai regulasi perkeretaapian, pengenalan rambu dan semboyan kereta api, manajemen risiko, hingga praktik pengoperasian palang pintu sesuai standar keselamatan nasional diberikan sebagai bekal dalam menjalankan tugas.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, mengatakan keselamatan di perlintasan sebidang kereta api menjadi prioritas utama yang harus terus diperkuat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Keselamatan di perlintasan sebidang kereta api adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar. Melalui pendidikan dan pelatihan intensif di PPI Madiun ini, para petugas kami telah dibekali dengan SOP, keahlian teknis, serta kedisiplinan tinggi agar mampu menjadi garda terdepan dalam pengamanan perlintasan,” ujar Danang.
Menurut Danang, peran petugas penjaga perlintasan sangat strategis karena keselamatan pengguna jalan dan kelancaran perjalanan kereta api sangat ditentukan oleh ketepatan pelaksanaan prosedur operasional di setiap pos penjagaan.
“Keberadaan petugas penjaga perlintasan memiliki peran strategis karena keselamatan pengguna jalan dan kelancaran perjalanan kereta api sangat bergantung pada ketepatan pelaksanaan prosedur di lapangan,” katanya.
Ia menegaskan kemampuan personel harus terus diperbarui agar setiap petugas mampu menghadapi dinamika operasional maupun potensi keadaan darurat yang dapat terjadi sewaktu-waktu di kawasan perlintasan sebidang.
“Kemampuan personel perlu terus diperbarui agar seluruh petugas mampu menghadapi berbagai kondisi operasional, termasuk potensi keadaan darurat yang dapat terjadi di kawasan perlintasan sebidang,” ucapnya.
Selain memperkuat pemahaman terhadap regulasi, materi pelatihan juga difokuskan pada peningkatan kemampuan pengambilan keputusan secara cepat dan tepat ketika menghadapi situasi berisiko, sekaligus memperkuat disiplin dalam menjalankan standar operasional keselamatan.
Rangkaian pendidikan dan pelatihan tersebut kemudian ditutup melalui prosesi pelepasan tanda peserta secara simbolis oleh Wakil Direktur Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun kepada Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang. Penutupan dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan instruktur sebagai penanda berakhirnya pelaksanaan diklat.
Ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh selama mengikuti pelatihan diharapkan segera diterapkan di seluruh pos penjagaan perlintasan kereta api di Kota Semarang sehingga kewaspadaan petugas semakin meningkat. Melalui penguatan kompetensi tersebut, risiko kecelakaan di perlintasan sebidang diharapkan dapat terus ditekan, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman yang lebih baik bagi masyarakat pengguna jalan maupun operasional perjalanan kereta api.(tya)
