• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
Senin, Oktober 5, 2026
  • Login
Folkstime.id
Advertisement
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Folkstime.id
No Result
View All Result

Dugderan 2026 Semarang Tampil Beda: Warak Wajib “Ngendog”, Anak-Anak Turun Kirab Perkuat Toleransi

setiawan by setiawan
22 Mei 2026
in News
0
Dugderan 2026 Semarang Tampil Beda: Warak Wajib “Ngendog”, Anak-Anak Turun Kirab Perkuat Toleransi
0
SHARES
0
VIEWS

FOLKSTIME.ID – Tradisi Dugderan kembali menggema di Ibu Kota Jawa Tengah. Namun pada 2026 ini, atmosfernya terasa berbeda. Lebih semarak, lebih inklusif, dan sarat pesan harmoni. Di bawah kepemimpinan Agustina Wilujeng, Dugderan tahun ini bukan sekadar perayaan menyambut Ramadan, tetapi momentum memperkuat toleransi dan regenerasi budaya di tengah masyarakat majemuk Kota Semarang.

Digelar pada Senin (16/2), rangkaian Dugderan 2026 dimulai dari Balai Kota Semarang, bergerak menuju Masjid Agung Semarang, dan berakhir di Masjid Agung Jawa Tengah. Ribuan peserta dari 16 kecamatan, organisasi masyarakat, kelompok seni, hingga pelajar tumpah ruah mengikuti kirab budaya yang menjadi denyut utama tradisi tahunan ini.

Mengusung tema “Bersama Dalam Budaya, Toleransi dalam Tradisi”, Dugderan 2026 menegaskan kembali jati diri Semarang sebagai kota yang rukun dalam keberagaman.-“Yang penting intinya bahwa Dugderan ini menjadi titik tolak menghantarkan teman-teman yang Muslim untuk mulai berpuasa,” ujar Agustina Wilujeng.

Tradisi Dugderan sendiri telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Kota Semarang. Nama “Dugder” berasal dari bunyi bedug (“dug”) dan suara meriam (“der”) yang menjadi penanda datangnya bulan suci Ramadan. Pada perayaan kali ini, pemukulan bedug kembali menjadi simbol sakral, menandai awal perjalanan spiritual umat Muslim sekaligus penegas persatuan warga kota.

Salah satu daya tarik utama Dugderan adalah ikon legendarisnya, Warak Ngendog. Makhluk mitologis perpaduan unsur budaya Jawa, Arab, dan Tionghoa itu kembali menjadi pusat perhatian.Namun ada yang berbeda tahun ini. Seluruh Warak yang ditampilkan diwajibkan dalam posisi “ngendog” atau bertelur.

Menurut Agustina, filosofi tersebut bukan tanpa makna. Warak yang “ngendog” mencerminkan pengendalian diri, kerukunan, dan harapan akan kesejahteraan bersama.

“Yang unik hari ini semua waraknya wajib ngendog, karena kalau waraknya tidak ngendog nanti bisa congkrah kita ya, bisa bertengkar, tidak ada rejeki yang bisa dibagi,” jelasnya.

Pesan simbolik itu menjadi refleksi bahwa harmoni sosial adalah fondasi utama agar kesejahteraan dapat dirasakan bersama.Pawai Dugder Anak, Regenerasi Tradisi Dimulai-Untuk pertama kalinya dalam sejarah penyelenggaraan, Dugderan menghadirkan Pawai Dugder Anak. Ratusan pelajar dan kelompok seni budaya anak turut ambil bagian dalam kirab.

Bagi Agustina, pelibatan generasi muda adalah langkah strategis menjaga keberlanjutan tradisi.

“Saya senang tadi ada anak-anak kecil yang mulai ikut menari. Dan ini nanti pertama kali kita akan melepaskan kontingen anak-anak,” ungkapnya dengan bangga.

Kehadiran anak-anak dalam pawai bukan sekadar partisipasi simbolik. Ini adalah proses transfer pengetahuan budaya, ruang belajar langsung tentang nilai toleransi, sejarah, dan identitas kota. Regenerasi inilah yang diyakini akan menjaga Dugderan tetap hidup dan relevan di masa depan.

Dugderan 2026 juga berlangsung dalam momentum yang berdekatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek serta masa puasa Pra-Paskah bagi umat Kristen dan Katolik. Kondisi ini memperkuat nuansa lintas iman yang menjadi ciri khas Semarang.

“Dugderan diharapkan pada tahun ini menjadi lebih unik berkaitan dengan Imlek, kemudian masa puasa Pra-Paskah bagi teman-teman Kristen Katolik. Sehingga harmoni akan terjadi lebih erat dan Semarang menjadi semakin damai,” ujarnya.

Semangat toleransi yang diangkat dalam Dugderan tahun ini menjadi pesan kuat bahwa tradisi budaya bukan milik satu golongan, melainkan ruang bersama untuk merawat kebhinekaan.

Dampak bagi Pariwisata dan InvestasiLebih dari sekadar perayaan budaya, Dugderan juga memiliki dampak ekonomi. Ribuan peserta dan penonton yang memadati jalur kirab memberi efek domino pada sektor UMKM, pariwisata, hingga citra kota.

Agustina optimistis, suasana damai dan harmonis yang tercipta melalui Dugderan akan meningkatkan daya tarik Kota Semarang sebagai destinasi wisata budaya sekaligus kota ramah investasi.

“Semarang menjadi semakin damai,” tegasnya.

Di akhir acara, ia bersama Wakil Wali Kota Iswar menyampaikan ucapan selamat kepada umat Muslim yang akan menjalankan ibadah puasa Ramadan.Simbol Persatuan dan Kekayaan BudayaKirab budaya, penampilan seni tradisional, hingga pemukulan bedug menjadi rangkaian yang memperkaya makna Dugderan 2026. Ribuan warga menyatu dalam semangat kebersamaan.

Di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya, Dugderan kembali membuktikan dirinya sebagai perekat sosial Kota Semarang. Tradisi ini bukan hanya seremoni tahunan, melainkan cermin identitas kota: rukun, toleran, dan kaya budaya.

Dengan inovasi seperti Warak Ngendog yang sarat filosofi serta Pawai Dugder Anak sebagai simbol regenerasi, Dugderan 2026 menjadi bukti bahwa tradisi dapat terus berkembang tanpa kehilangan akar sejarahnya.

Semarang pun sekali lagi menegaskan diri sebagai kota yang mampu merawat warisan budaya sekaligus menumbuhkan harmoni di tengah perbedaan.(wan)

setiawan

setiawan

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.

Bangun Tersentak dari Bumiku Subur, IKA PMII Rayon Sutawijaya Tetapkan Empat Pilar Strategis

26 September 2026
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

29 September 2026
AHY Run Jateng 2026
AHY Run Jateng 2026 di Semarang telah mencatat sekitar 4.200 pendaftar dari berbagai daerah.

5000 Pelari akan Ramaikan AHY Run Jateng 2026 di Semarang, Hadiah Umrah dan Motor Listrik

26 September 2026
Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

28 September 2026
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.

Padmi Tatap 4 Kios yang Ludes dalam Sekejap, Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang Sisakan Luka Mendalam

4
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.

Bisyaroh Penggerak Keagamaan Kota Semarang Diperluas, Hampir 10.000 Penerima Jadi Bukti Komitmen Wali Kota Agustina Menguatkan Pelayanan Sosial

4
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.

Sunmori 30 Km Naik Vespa, Wagub Jateng Taj Yasin Hadiri Halalbihalal Warga Genuk

3
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.

Candi Borobudur Disiapkan Jadi Poros Wisata Jateng, Kopeng–Rawa Pening Diintegrasikan dalam Aglomerasi Besar

3
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Pelantikan Kabinet Merah Putih usai direshuffle oleh Presiden Prabowo
Pelantikan Kabinet Merah Putih usai direshuffle oleh Presiden Prabowo

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

4 Oktober 2026

Recent News

Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Pelantikan Kabinet Merah Putih usai direshuffle oleh Presiden Prabowo
Pelantikan Kabinet Merah Putih usai direshuffle oleh Presiden Prabowo

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

4 Oktober 2026

Browse by Category

  • Bisnis
  • Daerah
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Lifestyle
  • News
  • Semarang
  • Sports
  • Teknologi
  • Travel
  • Travel

Recent News

Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya